Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis Of Customer Loyalty Which Is Formed by Service Quality Dimensions Using Reflective Indicators Himawan, Erry
Kontigensi : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol 12 No 2 (2024): Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Doktor Ilmu Manajemen, Universitas Pasundan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/jimk.v12i2.601

Abstract

The Alfamart minimarket in the city of Surabaya is the subject of this case study investigation. The reason behind the author's research was to investigate the impact of service quality aspects on customer loyalty through the use of reflecting indicators. 180 respondents provided the primary data, which was graded on a level 5 Likert scale. Subsequently, the statistical package program for social sciences, version 26, was used to process the data (SPSS 26). The author's hypothesis was tested at α 0.05 and is based on theories and other prior investigations. The data processing results indicate that the independent variables related to service quality have a significant impact on customer loyalty both partially and simultaneously (simultaneously), although the degree of correlation between the independent and dependent variables is either normal or moderate. It is also evident from the data processing findings that the reliability variable is the most dominating variable, with the independent variable contributing 75.5% to the dependent variable. The research's consequences may offer empirical support for the two categories of factors examined. Practically speaking, modern market business people can also utilize it as reference material.
Analisis Tertib Administrasi Sebagai Pertanggungjawaban Kinerja Badan Permusyawaratan Desa Pada Desa Candi Sidoarjo Nugraheni, Ratna; Setyawardani, Lydia; Kristiawan, Agung; Himawan, Erry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v6i1.213

Abstract

Pemerintahan Daerah merupakan wujud dari pelaksanaan otonomi daerah dimana secara konstitusional ini merupakan aktualisasi dari isi pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur tentang kemungkinan untuk menyelenggarakan sistem pemerintahan secara tidak terpusat. Otonomi daerah merupakan fenomena yang sangat dibutuhkan dalam era demokrasi saat ini. Seiring dengan bergulirnya demokrasi, di dalam penyelenggaraan pemerintahan desa pun sedikit banyak mengalami perubahan. Salah satunya adalah dibentuknya lembaga perwakilan desa dalam bentuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai pengganti Lembaga Musyawarah Desa. Kinerja Badan Permusyawaratan Desa dalam pelaksanaan otonomi daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat. Kinerja Badan Permusyawaratan Desa tak lain adalah meliputi tugas dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa itu sendiri. Sebagai parlemennya desa, Badan Permusyawaratan Desa menjadi sangat penting dan strategis, dimana menjadi wadah dalam menyampaikan aspirasi serta keinginan masyarakat, sekaligus juga menjadi badan pengawas terhadap semua bentuk kebijakan dari pemerintah desa. Salah satu bentuk pengawasan Badan Permusyawaratan Desa adalah pengawasan terhadap tertib administrasi dari anggotanya. Tertib administrasi ini merupakan salah satu unsur penilaian kinerja Badan Permusyawaratan Desa.
Perhitungan Persediaan Menggunakan Metode Fifo Dan Average Pada CV. Berkah Pohon Kurma Gresik Setyawardani, Lydia; Kristiawan, Agung; Himawan, Erry; Nuraheni, Ratna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Bisnis Syariah Bina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51805/jpmm.v6i1.231

Abstract

Penilaian persediaan adalah metode akuntansi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui nilai persediaan yang tidak terjual pada saat mereka menyusun laporan keuangan. Persediaan merupakan aset bagi suatu perusahaan, dan untuk mencatatnya di neraca harus memiliki nilai finansial. Nilai ini dapat membantu menentukan rasio perputaran inventaris, yang selanjutnya akan membantu merencanakan keputusan pembelian. Menurut Undang-Undang Pajak Penghasilan 36 Tahun 2008 pasal 10 ayat 6, terdapat dua metode yang dapat digunakan oleh wajib pajak dalam menilai persediaan barang dan pemakaian persediaan untuk menghitung harga pokok penjualannya yaitu mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama yaitu metode FIFO (First In First Out) dan metode Rata-rata (Average). Masing-masing metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Perusahaan sebagai wajib pajak dapat memanfaatkan Undang-Undang Perpajakan tersebut untuk meminimalisasi jumlah pajak terutang. Cara efisiensi jumlah pajak terutang perusahaan dapat dilakukan dengan pemilihan metode yang tepat dari beberapa metode yang diijinkan Undang-Undang Perpajakan. Perusahaan melihat dampak pemilihan metode tersebut pada laba perusahaan, yang nantinya akan berpengaruh terhadap beban pajak yang dibayarkan oleh perusahaan.