Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of the Role of Bundo Kanduang in Women's Representation in 50 Kota Regency Jalius, As'ad Albatroy
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisme.v7i2.7389

Abstract

This research provides an overview of a study that investigates the role of Bundo Kanduang in enhancing women's representation and empowerment in the 50' Kota Regency of West Sumatra, Indonesia. Bundo Kanduang is a traditional Minangkabau institution that plays a significant part in the social, cultural, and political life of the Minangkabau community. This research delves into how Bundo Kanduang's role has influenced the participation of women at that regency. The study employs qualitative research methods, including interviews, focus group discussions, and document analysis, to collect data on the experiences and perspectives of women in the 50' Kota Regency. The research explores the historical development of Bundo Kanduang, its organisational structure, and its contemporary role in women's lives. Preliminary findings suggest that Bundo Kanduang has evolved, adapting to changing cultural and political contexts. It has played a crucial role in preserving Minangkabau cultural traditions and promoting women's involvement in decision-making processes at the community level. However, it also faces challenges and criticisms, particularly related to its role in gender issues. The research project aims to provide a more comprehensive understanding of Bundo Kanduang's impact on women's lives and the potential for future improvements in women's representation and empowerment.Penelitian ini memberikan gambaran studi yang menyelidiki peran Bundo Kanduang dalam meningkatkan keterwakilan dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten 50' Kota Sumatera Barat, Indonesia. Bundo Kanduang merupakan lembaga adat Minangkabau yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggali bagaimana peran Bundo Kanduang mempengaruhi partisipasi perempuan di kabupaten tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, meliputi wawancara, diskusi kelompok terfokus, dan analisis dokumen, untuk mengumpulkan data tentang pengalaman dan perspektif perempuan di Kabupaten 50' Kota. Penelitian ini mengeksplorasi sejarah perkembangan Bundo Kanduang, struktur organisasinya, dan peran kontemporernya dalam kehidupan perempuan. Temuan awal menunjukkan bahwa Bundo Kanduang telah berkembang seiring berjalannya waktu, beradaptasi dengan perubahan konteks budaya dan politik. Lembaga ini memainkan peran penting dalam melestarikan tradisi budaya Minangkabau dan mendorong keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat masyarakat. Namun, lembaga ini juga menghadapi tantangan dan kritik, khususnya terkait peran mereka dalam isu gender. proyek penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak Bundo Kanduang terhadap kehidupan perempuan dan potensi perbaikan keterwakilan dan pemberdayaan perempuan di masa depan.
Waste Management Policy Of Pontianak City in Post-Pandemic Covid-19 Based on Environmental Democracy Zhan, Fuzy Firda; Elyta, Elyta; Nge, Herri Junius; Jalius, As'ad Albatroy; Padilah, Ahirul Habib
Jurnal Demokrasi dan Politik Lokal Vol 6 No 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Ilmu Politik, FISIP, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jdpl.6.2.90-104.2024

Abstract

The Covid-19 pandemic that has hit Indonesia since the beginning of 2020 has had a multi-sectoral impact, including in the environmental sector. At the beginning of the pandemic, the amount of waste generated in Pontianak City had decreased but then increased again. This study was conducted to analyze waste management policies in Pontianak City in Post-Pandemic Covid-19 based on Environmental Democracy. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. The data were obtained from interviews with related parties and by conducting literature studies. Environmental democracy is a government system with the highest sovereignty over the people and places human interests in a position that goes hand in hand with environmental sustainability. This study found that waste management policies in Pontianak City can be carried out with Environmental Democracy through the provision of information related to waste management in Pontianak City which is more actual and easily accessible, providing participation space for the community to increase awareness and actively participate in policy formulation or regulations to reducing waste generation, and strengthening access to justice including regarding sanctions or fines for violations of pollution due to waste generation.
Analysis of the Role of Bundo Kanduang in Women's Representation in 50 Kota Regency Jalius, As'ad Albatroy
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisme.v7i2.7389

Abstract

This research provides an overview of a study that investigates the role of Bundo Kanduang in enhancing women's representation and empowerment in the 50' Kota Regency of West Sumatra, Indonesia. Bundo Kanduang is a traditional Minangkabau institution that plays a significant part in the social, cultural, and political life of the Minangkabau community. This research delves into how Bundo Kanduang's role has influenced the participation of women at that regency. The study employs qualitative research methods, including interviews, focus group discussions, and document analysis, to collect data on the experiences and perspectives of women in the 50' Kota Regency. The research explores the historical development of Bundo Kanduang, its organisational structure, and its contemporary role in women's lives. Preliminary findings suggest that Bundo Kanduang has evolved, adapting to changing cultural and political contexts. It has played a crucial role in preserving Minangkabau cultural traditions and promoting women's involvement in decision-making processes at the community level. However, it also faces challenges and criticisms, particularly related to its role in gender issues. The research project aims to provide a more comprehensive understanding of Bundo Kanduang's impact on women's lives and the potential for future improvements in women's representation and empowerment.Penelitian ini memberikan gambaran studi yang menyelidiki peran Bundo Kanduang dalam meningkatkan keterwakilan dan pemberdayaan perempuan di Kabupaten 50' Kota Sumatera Barat, Indonesia. Bundo Kanduang merupakan lembaga adat Minangkabau yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggali bagaimana peran Bundo Kanduang mempengaruhi partisipasi perempuan di kabupaten tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, meliputi wawancara, diskusi kelompok terfokus, dan analisis dokumen, untuk mengumpulkan data tentang pengalaman dan perspektif perempuan di Kabupaten 50' Kota. Penelitian ini mengeksplorasi sejarah perkembangan Bundo Kanduang, struktur organisasinya, dan peran kontemporernya dalam kehidupan perempuan. Temuan awal menunjukkan bahwa Bundo Kanduang telah berkembang seiring berjalannya waktu, beradaptasi dengan perubahan konteks budaya dan politik. Lembaga ini memainkan peran penting dalam melestarikan tradisi budaya Minangkabau dan mendorong keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat masyarakat. Namun, lembaga ini juga menghadapi tantangan dan kritik, khususnya terkait peran mereka dalam isu gender. proyek penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak Bundo Kanduang terhadap kehidupan perempuan dan potensi perbaikan keterwakilan dan pemberdayaan perempuan di masa depan.
Reinventing Cooperative Power: Institutional Strengthening of The Koperasi Merah Putih, Parit Baru Village Rusdiono, Rusdiono; Zhan, Fuzy Firda; Jalius, As'ad Albatroy; Shadrina, Dina Nur
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.37792

Abstract

Abstract: Parit Baru Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, already has a Red and White Cooperative established based on Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 9 of 2025. However, the institution faces several obstacles including weak governance and institutions within it. Therefore, this community service activity was carried out with the aim of supporting the improvement of insight, knowledge, and procedures for cooperative management in supporting the strengthening of the Red and White Cooperative institution with the principles of good cooperative governance. This activity was carried out in stages, namely with a systematic method: (1) conducting potential mapping, (2) providing counseling regarding the institution and governance of the Red and White Cooperative, and (3) formulating strategies for strengthening the institution and governance through SWOT analysis. The results of this activity are an increased understanding of the management and strengthening of the institution and its governance. In addition, the Collective Participation-Based Strengthening Model is also formulated in four main principles: (1) increasing member capacity through continuing education; (2) transparent, accountable, and participatory cooperative governance; (3) diversification of productive businesses based on local potential; and (4) the use of digital technology and Artificial Intelligence (AI). This model can be used as a basis for developing more systematic and sustainable community empowerment methods for the Merah Putih Cooperative, even on a national scale.Abstrak: Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, telah memiliki Koperasi Merah Putih yang didirikan berdasarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025. Namun, lembaga tersebut mengalami beberapa kendala termasuk masih lemahnya tata kelola dan kelembagaan di dalamnya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mendukung peningkatan wawasan, pengetahuan, dan prosedur pengelolaan koperasi dalam mendukung penguatan lembaga Koperasi Merah Putih dengan prinsip tata kelola koperasi yang baik. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap yakni dengan metode sistematis: (1) melakukan pemetaan potensi, (2) memberikan konseling mengenai lembaga dan tata kelola Koperasi Merah Putih, dan (3) merumuskan strategi penguatan lembaga dan tata kelola melalui analisis SWOT. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman tentang pengelolaan dan penguatan lembaga serta tata kelolanya. Selain itu, Model Penguatan Berbasis Partisipasi Kolektif juga dirumuskan dalam empat prinsip utama: (1) peningkatan kapasitas anggota melalui pendidikan berkelanjutan; (2) tata kelola koperasi yang transparan, akuntabel, dan partisipatif; (3) diversifikasi usaha produktif berdasarkan potensi lokal; dan (4) pemanfaatan teknologi digital dan Kecerdasan Buatan. Model ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan metode pemberdayaan masyarakat yang lebih sistematis dan berkelanjutan untuk Koperasi Merah Putih bahkan dalam skala nasional.