Putra, Deden Juansa
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Revolusi Digital dalam Studi Al-Qur’an: Menggali Wawasan Baru dengan Artificial Intelligence (AI) Putra, Deden Juansa
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8001

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) dan teknologi digital dalam mengubah metode dan pendekatan studi Al-Qur'an di era modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini mengkaji penerapan AI dalam pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing, NLP), analisis big data, serta pembelajaran mesin dalam konteks tafsir Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam analisis teks, memahami korelasi antar ayat, serta menawarkan tafsir yang lebih kontekstual. Selain itu, AI berpotensi memfasilitasi keterlibatan publik yang lebih luas dalam studi Al-Qur'an melalui akses digital yang lebih mudah dan alat analisis yang canggih. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan etis dan teologis dalam penggunaan AI, terutama terkait dengan validitas penafsiran yang dihasilkan oleh mesin serta potensi pengurangan otoritas ulama dalam proses penafsiran teks suci. Oleh karena itu, penerapan AI dalam studi Al-Qur'an harus dilakukan secara bijak, dengan memperhatikan kaidah keilmuan dan nilai-nilai etika dalam kajian Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi digital dan AI memiliki potensi besar dalam memajukan studi Al-Qur'an di masa depan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelestarian tradisi tafsir yang autentik. Perkembangan teknologi di bidang keislaman akan terus memainkan peran penting, memperkaya wawasan dan pemahaman umat Muslim terhadap Al-Qur'an di era digital yang semakin berkembang.
Revolusi Digital dalam Studi Al-Qur’an: Menggali Wawasan Baru dengan Artificial Intelligence (AI) Putra, Deden Juansa
Manarul Qur'an: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol 24 No 2 (2024): Desember
Publisher : LP3M Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/mq.v25i2.8001

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence, AI) dan teknologi digital dalam mengubah metode dan pendekatan studi Al-Qur'an di era modern. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, penelitian ini mengkaji penerapan AI dalam pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing, NLP), analisis big data, serta pembelajaran mesin dalam konteks tafsir Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam analisis teks, memahami korelasi antar ayat, serta menawarkan tafsir yang lebih kontekstual. Selain itu, AI berpotensi memfasilitasi keterlibatan publik yang lebih luas dalam studi Al-Qur'an melalui akses digital yang lebih mudah dan alat analisis yang canggih. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan etis dan teologis dalam penggunaan AI, terutama terkait dengan validitas penafsiran yang dihasilkan oleh mesin serta potensi pengurangan otoritas ulama dalam proses penafsiran teks suci. Oleh karena itu, penerapan AI dalam studi Al-Qur'an harus dilakukan secara bijak, dengan memperhatikan kaidah keilmuan dan nilai-nilai etika dalam kajian Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi digital dan AI memiliki potensi besar dalam memajukan studi Al-Qur'an di masa depan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan pelestarian tradisi tafsir yang autentik. Perkembangan teknologi di bidang keislaman akan terus memainkan peran penting, memperkaya wawasan dan pemahaman umat Muslim terhadap Al-Qur'an di era digital yang semakin berkembang.
Bridging Salafi Tafsir and Modern Science: A Study of the Interaction of Religion and Science Putra, Deden Juansa; Aminudin Shuib; Nurul Aulia; Farhan Suhada; Mufti Zevira
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 27 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v27i1.32778

Abstract

This article aims to examine the interaction between the Salafi approach to religious interpretation and the development of modern science, focusing on their responses to the theory of evolution, cosmology, and other scientific phenomena. This study is motivated by the Salafi approach, which is known for its effort to preserve the purity of Islamic teachings through a literal understanding of the Qur'an and hadith. Using a qualitative method with an in-depth literature study of Salafi scholars’ writings, exegetical works, and academic sources, the data are analyzed through a thematic approach to understand the interaction with and responses to science within the Salafi doctrinal framework. The findings show that Salafi exegesis tends to adopt a selective stance toward modern science. They accept scientific theories or findings as long as they do not contradict textual evidence (dalil naqli), but reject ideas considered potentially harmful to Islamic creed or diminishing the purity of the textual meaning. This stance affirms the Salafi role in maintaining Islamic orthodoxy while simultaneously opening space for possible dialogue with the scientific community. Thus, the integration of religion and science from a Salafi perspective remains possible, provided that it is situated within a framework of respect for the sacred texts. Ultimately, this approach may serve as an important contribution to enriching mutual understanding amid the challenges of the modern era. This article contributes to the discourse on religion–science integration by positioning revelation as the primary epistemology. This model expands the typology of religion–science relations in Islamic studies and provides insight into the dynamics of Islamic orthodoxy in the modern era.