Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sejarah Salahuddin Al-Ayyubi Tamia, Fera; Indra
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/al-ilmi.v7i2.3651

Abstract

The Ayyubid Dynasty, established by Salahuddin al-Ayyubi, played a significant role in Islamic history through complex socio-political transformations. Salahuddin faced substantial challenges in replacing the influence of the Fatimid Dynasty and Shia doctrine with Ahlusunnah Waljamaah as the official state doctrine. To achieve this goal, he implemented reforms in education, politics, and the military, including transforming Al-Azhar University into a Sunni educational center and establishing Sunni-based madrasas in Egypt. This study employs a qualitative approach with content analysis, examining books, journals, and historical documents to explore Salahuddin's leadership strategies. The findings reveal that Salahuddin successfully strengthened Ahlusunnah Waljamaah through the establishment of educational institutions, the appointment of Sunni scholars, and political and structural reforms that promoted socio-political stability. In the socio-cultural domain, he supported the formation of public institutions, such as hospitals, and encouraged cultural dialogue during the Crusades. This analysis underscores that Salahuddin's success was not limited to his military achievements but also included the socio-religious transformations that reinforced political stability and legitimacy. The study highlights the relevance of Salahuddin's strategies in building an inclusive and sustainable Islamic civilization, making his legacy a model for leadership focused on advancing civilization. These findings demonstrate the importance of synergy between religious vision and structural reforms in creating sustainable socio-political stability, offering significant contributions to contemporary Islamic leadership discourse.
Naqd Sanad Sebagai Metode Validasi Hadits Tamia, Fera; Yuslem, Nawir; Nuh Siregar, Muhammad
Khidmat Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu problematika utama pada era digitalisasi saat ini adalah bagaimana mendapatkan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya (kredibel). Persoalan yang diurai dalam tulisan ini, adalah bagaimana naqd al-hadits sebagai metode dalam memvalidasi hadits yang dapat diakui keabsahan dan keakuratannya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, dengan melakukan kajian dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Kemudian memaparkan kembali dengan memadukan terhadap isu yang dibahas pada penelitian yang kemudian akan menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat dengan mudah dipahami.
Konsep Pemikiran Hadis Ibnu Hajar Al Asqolani Tamia, Fera; Yuslem, Nawir; Darta, Ali
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1365

Abstract

Ibnu Hajar al-Asqalani merupakan salah satu ulama besar dalam disiplin ilmu hadis yang memiliki kontribusi monumental dalam pengembangan metodologi kritik hadis dan ilmu rijal. Kajian ini membahas secara komprehensif perjalanan hidup, rihlah ilmiah, serta pemikiran Ibnu Hajar dalam bidang hadis, khususnya dalam karya-karya seperti Nukhbatul Fikr, Taqrib al-Tahdzib, dan Fath al-Bari. Fokus utama penelitian ini meliputi metodologi jarh wa ta’dil, klasifikasi martabat perawi, serta pendekatan Ibnu Hajar dalam mensyarah hadis dengan model tahlili, linguistik, dan teologis-normatif. Selain itu, pembahasan juga menyoroti sikap Ibnu Hajar terhadap hadis dha’if dalam konteks fadhail al-a’mal. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Hajar tidak hanya berperan sebagai ahli hadis teknis, melainkan juga sebagai pemikir metodologis yang mampu merumuskan standar ilmiah dalam validasi hadis. Karya-karyanya menjadi referensi utama dalam studi hadis klasik hingga kontemporer.
Pemanfaatan Hadis Sebagai Konten Media Sosial Guna Memperkuat Strategi Komunikasi Dakwah Tamia, Fera; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4676

Abstract

 Perkembangan media digital telah menggeser pola penyebaran hadis dari tradisi kitab ke media sosial, yang menimbulkan isu krusial seperti maraknya konten hadis tanpa sanad, potensi penyebaran hadis palsu (maudhu'), dan komodifikasi agama untuk kepentingan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan hadis sebagai konten digital pada platform Instagram dan TikTok serta dampaknya terhadap validitas dan pemahaman keagamaan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui studi literatur (kajian pustaka) dan dokumentasi konten dari akun-akun dakwah terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan ganda: memfasilitasi akses dakwah yang luas dan kreatif, namun di sisi lain banyak konten hadis yang tidak memenuhi standar ilmiah seperti ketiadaan sanad, sumber rujukan, dan penjelasan kontekstual, sehingga berisiko menyebabkan kesalahpahaman dan reduksi otoritas hadis sebagai sumber hukum Islam. Temuan ini menggarisbawahi urgensi literasi digital keagamaan dan penerapan prinsip verifikasi (takhrij) dalam produksi dan konsumsi konten keagamaan di ruang digital.