Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Riset Hadis Multimedia Ali Mukta Siregar; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the development and implementation of multimedia-based hadith research in the context of contemporary Islamic studies. The advancement of digital technology has transformed traditional hadith studies, which were previously text-centered, into a more integrative approach involving audio, visual, and interactive media. This research aims to analyze how multimedia tools contribute to the preservation, interpretation, and dissemination of hadith knowledge while maintaining methodological rigor in sanad and matn analysis. Using a qualitative descriptive method through literature review and content analysis, this study explores various multimedia platforms such as digital hadith databases, visual narration, and interactive learning media. The findings indicate that multimedia-based hadith research enhances accessibility, learning engagement, and public understanding, especially among younger generations, without diminishing the authenticity principles of hadith scholarship. Therefore, multimedia integration represents a strategic innovation for strengthening Islamic knowledge transmission in the digital era. Keywords: hadith studies, multimedia research, digital islamic studies, religious communication Abstrak Penelitian ini mengkaji perkembangan dan penerapan riset hadis berbasis multimedia dalam konteks studi Islam kontemporer. Kemajuan teknologi digital telah menggeser kajian hadis yang sebelumnya berfokus pada teks menjadi pendekatan yang lebih integratif melalui pemanfaatan media audio, visual, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi multimedia dalam pelestarian, pemahaman, dan penyebaran ilmu hadis tanpa mengabaikan ketelitian metodologis dalam kajian sanad dan matan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis konten terhadap berbagai platform multimedia, seperti basis data hadis digital, visualisasi narasi hadis, dan media pembelajaran interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riset hadis berbasis multimedia mampu meningkatkan aksesibilitas, keterlibatan pembelajaran, serta pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, dengan tetap menjaga prinsip autentisitas keilmuan hadis. Dengan demikian, integrasi multimedia menjadi inovasi strategis dalam penguatan transmisi pengetahuan Islam di era digital. Kata Kunci: kajian hadis, riset multimedia, studi Islam digital, komunikasi keagamaan
Pemanfaatan Hadis Sebagai Konten Media Sosial Guna Memperkuat Strategi Komunikasi Dakwah Tamia, Fera; Rahmi Syahriza; Tonang Lubis
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v7i1.4676

Abstract

 Perkembangan media digital telah menggeser pola penyebaran hadis dari tradisi kitab ke media sosial, yang menimbulkan isu krusial seperti maraknya konten hadis tanpa sanad, potensi penyebaran hadis palsu (maudhu'), dan komodifikasi agama untuk kepentingan komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan hadis sebagai konten digital pada platform Instagram dan TikTok serta dampaknya terhadap validitas dan pemahaman keagamaan masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui studi literatur (kajian pustaka) dan dokumentasi konten dari akun-akun dakwah terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan ganda: memfasilitasi akses dakwah yang luas dan kreatif, namun di sisi lain banyak konten hadis yang tidak memenuhi standar ilmiah seperti ketiadaan sanad, sumber rujukan, dan penjelasan kontekstual, sehingga berisiko menyebabkan kesalahpahaman dan reduksi otoritas hadis sebagai sumber hukum Islam. Temuan ini menggarisbawahi urgensi literasi digital keagamaan dan penerapan prinsip verifikasi (takhrij) dalam produksi dan konsumsi konten keagamaan di ruang digital.