Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LINK

Pemanfaatan Aplikasi Starting (Smart Detection for Stunting) Dalam Deteksi Risiko Stunting Aisyah, Risqi Dewi; Suparni, Suparni; Subowo, Edi
Jurnal LINK Vol 20, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11870

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak di Indonesia. Prevalensi stunting pada anak di bawah dua tahun masih tinggi, mencapai 32,8% pada tahun 2023, meskipun berbagai intervensi telah dilakukan. Di Kabupaten Pekalongan, prevalensi stunting meningkat dari 19,5% pada 2021 menjadi 23,5% pada 2022. Pencegahan stunting memerlukan keterlibatan orang tua, keluarga, tenaga kesehatan, serta intervensi edukasi yang dimulai sejak masa prakonsepsi. Teknologi, seperti aplikasi smartphone, menawarkan solusi potensial untuk deteksi dini dan pemantauan status gizi. Aplikasi STARTING (Smart Detection for Stunting) diperkenalkan untuk membantu kader posyandu dalam deteksi stunting pada calon pengantin, ibu hamil, dan balita. Pengabdian yang dilakukan di Desa Tosaran dan Desa Jomblangan selama delapan bulan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dengan nilai rata-rata 2,97 untuk deteksi calon pengantin, 4,17 untuk ibu hamil, dan 0,63 untuk balita. Persepsi kader terhadap aplikasi STARTING sangat positif. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan peran kader dalam mencegah stunting dengan memperkuat kapasitas mereka melalui edukasi yang lebih efektif
Pemanfaatan Aplikasi Starting (Smart Detection for Stunting) Dalam Deteksi Risiko Stunting Aisyah, Risqi Dewi; Suparni, Suparni; Subowo, Edi
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11870

Abstract

Stunting adalah masalah gizi jangka panjang yang berdampak pada perkembangan fisik dan mental anak di Indonesia. Prevalensi stunting pada anak di bawah dua tahun masih tinggi, mencapai 32,8% pada tahun 2023, meskipun berbagai intervensi telah dilakukan. Di Kabupaten Pekalongan, prevalensi stunting meningkat dari 19,5% pada 2021 menjadi 23,5% pada 2022. Pencegahan stunting memerlukan keterlibatan orang tua, keluarga, tenaga kesehatan, serta intervensi edukasi yang dimulai sejak masa prakonsepsi. Teknologi, seperti aplikasi smartphone, menawarkan solusi potensial untuk deteksi dini dan pemantauan status gizi. Aplikasi STARTING (Smart Detection for Stunting) diperkenalkan untuk membantu kader posyandu dalam deteksi stunting pada calon pengantin, ibu hamil, dan balita. Pengabdian yang dilakukan di Desa Tosaran dan Desa Jomblangan selama delapan bulan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dengan nilai rata-rata 2,97 untuk deteksi calon pengantin, 4,17 untuk ibu hamil, dan 0,63 untuk balita. Persepsi kader terhadap aplikasi STARTING sangat positif. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan peran kader dalam mencegah stunting dengan memperkuat kapasitas mereka melalui edukasi yang lebih efektif