Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena Dominasi UMKM di berbagai sektor dan wilayah menjadikannya instrumen utama dalam pemerataan ekonomi dan ketahanan ekonomi nasional. Namun, sebagian besar UMKM di Kabupaten Barru masih menghadapi keterbatasan perencanaan bisnis, pemanfaatan pemasaran digital, serta tingkat inovasi yang rendah, sehingga berdampak pada lemahnya daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Business Model Canvas (BMC) terhadap daya saing UMKM, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pemasaran digital dan inovasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 288 pelaku UMKM di Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMC berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemasaran digital, inovasi, dan daya saing UMKM. Pemasaran digital dan inovasi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa pemasaran digital dan inovasi secara signifikan memediasi pengaruh BMC terhadap daya saing UMKM. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan BMC yang terstruktur, didukung oleh pemanfaatan pemasaran digital dan inovasi, mampu meningkatkan daya saing UMKM secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku UMKM dan pemerintah daerah dalam merancang strategi penguatan UMKM berbasis model bisnis, digitalisasi, dan inovasi.