Salsabillah, Devalia Wahid
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN SEMIOTIK PADA BENTUK PENYAJIAN TARI KALEGOA SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN DI KOTA BAUBAU Salsabillah, Devalia Wahid; Hasnawati, Hasnawati; Rahmawati, Rahmawati
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 3, No 4 (2024): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v3i4.69214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk penyajian Tari Kalegoa sebagai tari penyambutan di Kota Baubau melalui pendekatan kajian semiotik. Tari Kalegoa merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Baubau yang digunakan untuk menyambut tamu atau perayaan penting. Dalam konteks ini, tari tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai media komunikasi yang mengandung makna simbolik. Kajian semiotik diterapkan untuk memahami elemen-elemen yang membentuk tari ini, seperti gerakan tubuh, kostum, musik, dan simbol-simbol yang ada dalam pertunjukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, di mana data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan praktisi tari, dan dokumentasi pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam Tari Kalegoa, baik itu gerakan, kostum, maupun musik, memiliki tanda-tanda yang mewakili nilai-nilai budaya Baubau, seperti kehormatan, kebersamaan, dan adat istiadat. Melalui analisis semiotik, dapat dilihat bagaimana elemen-elemen tersebut berinteraksi dan menciptakan makna yang dalam bagi penonton dan peserta, serta memperkuat identitas budaya lokal dalam konteks penyambutan tamu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemahaman tentang seni tari dalam kebudayaan daerah serta memperkaya kajian semiotika dalam konteks seni pertunjukan tradisional.
DIALEKTIKA TEATER KONDOBULENG MAKASSA DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ANTAR GENERASI Salsabillah, Devalia Wahid; Malarsih, Malarsih; Sugiarto, Eko
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i2.77113

Abstract

This study aims to understand the role of Kondobuleng Theater in Makassar as a medium for intergenerational education through the dialectic of past and present values. This study is motivated by the ever-evolving changes in presentation forms and meanings, necessitating an in-depth analysis of the function of traditional theater in strengthening cultural identity amidst the currents of modernization. The study uses a qualitative approach with a phenomenological design and an interdisciplinary study of cultural sociology, obtained through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that Kondobuleng Theater functions not only as entertainment, but also as a space for dialogue between the old and new generations. The older generation emphasizes historical, spiritual, and sacred values, while the younger generation articulates them critically, contextually, and participatoryly. This dialectic gives rise to new forms of performance that remain rooted in tradition, while also relevant to the needs of modern society. The novelty of this research lies in mapping the role of Kondobuleng Theater as a means of cross-age education with a dialectical framework that demonstrates cultural continuity and negotiation, thus having implications for traditional art preservation strategies based on presentation innovation, strengthening cultural literacy, and empowering local arts communities.