Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strengthening Civic Character Through The Integration Of Equality And Local Culture Dyta Agnes Layung Sari; Marzuki, Marzuki; Khoirotul Bariyah; Eny Wahyu Suryanti
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 01 (2025): January - March, International Journal of Technology and Education Research (I
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i01.1466

Abstract

Character degradation affects the personality of the nation and has the potential for regression. Therefore, strengthening the character of citizenship is an important study with an integration strategy in various activities (samaptaan, local culture) at SMAN 1 Giri Banyuwangi. The use of various activities in schools to strengthen civic character is the right step for the next generation to be globally intelligent and have a national character. Using a qualitative approach of case studies, this study produced the following findings: (1) activities of equality and local culture, strengthening civic character based on the PPK program, as a harmonization of ethics, aesthetics, and kinesthetics; school culture and extracurricular approaches to form civic virtue of the nation's successors in accordance with the national pillars (Pancasila, 1945 Constitution, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika); (2) supporters: the care of the Police, the Indonesian Army/Navy, the Battalion organization; mandatory enforcement; funding from schools, students, business funds, sponsors; Health Protocols
PENGGUNAAN E-LEARNING SEBAGAI MEDIA LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN GERAKAN MERDEKA BELAJAR Eny Wahyu Suryanti; Any Ikawati
Prosiding Seminar Nasional Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Indonesia
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to describe the use of e-learning as a digital literacy media in increasing the independent learning movement. Digital literacy in the independent curriculum aims to increase students' interest in reading and writing. E-learning was chosen as a digital literacy media to facilitate access to learning activities. This research uses a descriptive qualitative approach and case study research type. The research location is Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Malang City. Sources of research data were obtained from the head of the madrasah, deputy head of curriculum, teachers, and students. The research data collection techniques through the stages of interviews, documentation, and observation. Research data analysis includes; data collection techniques, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study can be concluded that the use of e-learning as a digital literacy media in increasing the independent learning movement in Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Malang City can be carried out well with the support of internet access speed and adequate digital-based infrastructure. The use of madrasah e- learning includes several forms of online-based activities; 1) teaching and learning activity media, 2) madrasah discussion activity forums, 3) madrasah video conferences, 4) student learning evaluation media, 5) monitoring media for the implementation of learning activities, and 6) information media for student learning outcomes. E-learning facilitates the implementation of learning activities in the independent curriculum.
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Limbah Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Ngawonggo, Tajinan, Kabupaten Malang Yunita Oktavia Wulandari; Cynthia Tri Octavianti; Fitria Khasanah; Eko Yuniarto; Ruvita Iffahtur Pertiwi; M. Baidawi; Eny Wahyu Suryanti
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.211

Abstract

Pupuk organik merupakan alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan pertanian. Namun, banyak petani dan masyarakat yang masih bergantung pada pupuk kimia yang dapat merusak kualitas tanah dan lingkungan. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik yang berbasis sampah rumah tangga kepada masyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Ngawonggo, Tajinan, Kabupaten Malang, yang melibatkan peserta dari kelompok tani, bank sampah Anggur dan ibu rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu ceramah, peragaan, serta praktik langsung dalam pembuatan pupuk organik. Materi yang diberikan mencakup teori dasar tentang pupuk organik dari cangkang telur, kulit pisang, dan air cucian beras beserta manfaatnya, serta cara pembuatan dan aplikasi yang tepat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami konsep dasar pupuk organik dan berhasil membuat pupuk organik dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Sosialisasi pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan pupuk organik serta memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Limbah Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Ngawonggo, Tajinan, Kabupaten Malang Yunita Oktavia Wulandari; Cynthia Tri Octavianti; Fitria Khasanah; Eko Yuniarto; Ruvita Iffahtur Pertiwi; M. Baidawi; Eny Wahyu Suryanti
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i2.13082

Abstract

Pupuk organik merupakan alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan pertanian. Namun, banyak petani dan masyarakat yang masih bergantung pada pupuk kimia yang dapat merusak kualitas tanah dan lingkungan. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik yang berbasis sampah rumah tangga kepada masyarakat. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Ngawonggo, Tajinan, Kabupaten Malang, yang melibatkan peserta dari kelompok tani, bank sampah Anggur dan ibu rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu ceramah, peragaan, serta praktik langsung dalam pembuatan pupuk organik. Materi yang diberikan mencakup teori dasar tentang pupuk organik dari cangkang telur, kulit pisang, dan air cucian beras beserta manfaatnya, serta cara pembuatan dan aplikasi yang tepat. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami konsep dasar pupuk organik dan berhasil membuat pupuk organik dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Sosialisasi pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan pupuk organik serta memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan.