Husaeni, Uum Umaroh
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KRITERIA KEABSAHAN SEORANG PERAWI MENURUT SYEKH IBNU ABI HATIM ARRAZY Husaeni, Uum Umaroh; Musthofa, Rikza; Arifin, Azis
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi Syekh Ibnu Abi Hatim Ar-Razi dalam menetapkan kriteria keabsahan perawi hadis melalui metode jarh wa ta'dil. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi standar yang digunakan Ibnu Abi Hatim dalam menilai kualitas perawi, mencakup keadilan, ketelitian, dan kapasitas intelektual dalam menghafal hadis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah sumber primer seperti kitab Al-Jarh wa Al-Ta'dil serta referensi sekunder dari ulama terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang ditetapkan Ibnu Abi Hatim memainkan peran krusial dalam menjaga otentisitas hadis dalam tradisi Islam. Beliau menekankan pentingnya kejujuran, hafalan yang akurat, serta perilaku yang terpuji dari para perawi untuk memastikan bahwa hadis yang diriwayatkan tetap murni dan dapat dipercaya. Standar ketat yang digunakan berfungsi sebagai panduan bagi para ahli hadis dalam memverifikasi keabsahan riwayat. Pemikiran dan karyanya menjadi referensi penting yang diakui dalam studi ilmu hadis hingga saat ini, menjamin hanya riwayat yang otentik yang digunakan dalam pengajaran dan pelestarian nilai-nilai Islam.
KRITERIA KEABSAHAN SEORANG PERAWI MENURUT SYEKH IBNU ABI HATIM ARRAZY Husaeni, Uum Umaroh; Musthofa, Rikza; Arifin, Azis
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kontribusi Syekh Ibnu Abi Hatim Ar-Razi dalam menetapkan kriteria keabsahan perawi hadis melalui metode jarh wa ta'dil. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi standar yang digunakan Ibnu Abi Hatim dalam menilai kualitas perawi, mencakup keadilan, ketelitian, dan kapasitas intelektual dalam menghafal hadis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah sumber primer seperti kitab Al-Jarh wa Al-Ta'dil serta referensi sekunder dari ulama terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang ditetapkan Ibnu Abi Hatim memainkan peran krusial dalam menjaga otentisitas hadis dalam tradisi Islam. Beliau menekankan pentingnya kejujuran, hafalan yang akurat, serta perilaku yang terpuji dari para perawi untuk memastikan bahwa hadis yang diriwayatkan tetap murni dan dapat dipercaya. Standar ketat yang digunakan berfungsi sebagai panduan bagi para ahli hadis dalam memverifikasi keabsahan riwayat. Pemikiran dan karyanya menjadi referensi penting yang diakui dalam studi ilmu hadis hingga saat ini, menjamin hanya riwayat yang otentik yang digunakan dalam pengajaran dan pelestarian nilai-nilai Islam.
Tradisi Mulangkeun di Kp. Kidalang Des. Mander Kec. Bandung Kab. Serang – Banten (Study Living Hadis) Husaeni, Uum Umaroh; Alif, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi "Mulangkeun" di Kampung Kidalang, Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten, yang berfokus pada resiprositas sosial dan ekonomi. Tradisi ini melibatkan pemberian timbal balik dalam acara penting seperti pernikahan, di mana penerima sumbangan diharapkan untuk mengembalikan bantuan yang setara di masa mendatang. Awalnya dilandasi solidaritas sosial, "Mulangkeun" berkembang menjadi praktik yang memiliki nilai simbolis dan ekonomi, sering kali melibatkan uang tunai. Tulisan ini mengkaji bagaimana tradisi ini berlangsung, dampaknya pada hubungan sosial, serta pergeserannya menjadi sistem yang menyerupai perjanjian utang-piutang. Pendekatan antropologi-ekonomi digunakan untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya seperti gotong royong dan dukungan komunitas tetap terjaga meskipun norma tradisional berubah oleh praktik ekonomi modern. Temuan menunjukkan bahwa "Mulangkeun" tetap menjadi praktik budaya penting yang mempererat hubungan sosial meskipun telah mengalami komersialisasi. Pergeseran ini mencerminkan adaptasi terhadap kondisi sosial ekonomi yang berubah sambil tetap mempertahankan nilai-nilai inti seperti resiprositas dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini juga mengeksplorasi peran tokoh masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan modern dan pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, tradisi ini memperlihatkan bagaimana budaya lokal mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai fundamentalnya.