Muhammad Iqbal, Lalu
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TASAWWUF DALAM KERANGKA KEHIDUPAN MODERN Muhammad Iqbal, Lalu
Widya Balina Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v8i1.702

Abstract

Era modern telah berdampak pada perubahan pola hidup dan cara pandang manusia dalam segala aspek kehidupan. Abad modern juga ditandai dengan lahirnya sains dan teknologi yang menjadi perangkat dan media yang membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup, terutama dalam masalah material-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penghayatan atas ajaran Islam yang yang menempatkan nilai religiusitas sebagai pondasi dalam berekspresi menjadikan manusia sebagai pribadi yang terbimbing dalam setiap pilihan hidupnya dan menjelaskan implementasi tasawwuf dalam kerangka kehidupan modern saat ini.
WANITA KARIR MENURUT MUFASSIR (ANALISIS TERHADAP SURAH AL-AHZAB AYAT 33 PERSPEKTIF TAFSIR IBNU KATSIR) Muhammad Iqbal, Lalu; Pratama, Ami; Sulis Pratiwi
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.443

Abstract

Artikel ini mengkaji tentang Wanita karir pada Surah Al-Ahzab Ayat 33 melalui pandangan tafsir Ibnu Katsir. Wanita karir merupakan seorang wanita yang mandiri bekerja untuk memenuhi hidupnya sendiri dan mampu mengaktualisasikan diri. Semakin banyaknya wanita yang terjun ke dunia kerja, menimbulkan perdebatan di kalangan ulama dan masyarakat tentang kedudukan wanita karir menurut perspektif Islam. Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya membahas Surah Al-Ahzab ayat 33 yang merupakan salah satu dalil tentang peran dan tanggung jawab perempuan semasa hidupnya. Fokus penelitian meliputi fundamen wanita karir dalam tafsir Ibnu Katsir, pandangan dan interpretasi para mufassir terhadap wanita karir dalam surah Al-Ahzab ayat 33. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan yaitu metode pengumpulan dengan penalaahan terhadap buku, kajian literatur serta berbagai catatan yang berkaitan dengan masalah yang ingi dipecahkan. Temuan penelitian menunjukkan (1) seorang wanita diharuskan tetap berada di dalam rumah. Ia hanya bisa keluar rumah apabila ada hajat syar’i seperti sholat berjama’ah. Namun berdasarkan asbabun nuzulnya, maka ayat ini tidak bisa dijadikan sandaran karena adanya Naskh al-hukmi wa baqa' al-tilawah,(2) perempuan memiliki kebebasan yang sama dalam menentukan pilihannya selama tidak melalaikan menurut beberapa mufassir seperti M.Quraish Shihab dan Sayyid Qutub perempuan kewajibannya sebagai seorang muslim, sebagai Ibu dan sebagai Istri.
Kontekstualisasi Asbabun Nuzul dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Relevansi dan Tantangan di Era Digital Muhammad Iqbal, Lalu
Widya Balina Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v8i1.705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontekstualisasi asbabun nuzul dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya dalam menghadapi tantangan dan dinamika era digital. Asbabun nuzul, yang merujuk pada latar belakang historis turunnya ayat-ayat Al-Qur'an, memiliki peran signifikan dalam memperkuat pemahaman konteks teks dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital, keberadaan teknologi informasi menawarkan berbagai kemudahan dalam mengakses sumber-sumber Islam, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan, seperti informasi yang terfragmentasi dan potensi misinterpretasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam pada guru PAI di beberapa sekolah menengah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi asbabun nuzul dalam pembelajaran PAI mampu memperkaya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Al-Qur'an yang relevan dengan tantangan modern, seperti etika bermedia sosial, pengelolaan konflik, dan penguatan moderasi beragama. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi digital guru, kurikulum yang belum sepenuhnya adaptif, serta pengaruh media sosial yang sering kali mendistorsi narasi Islam. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum PAI yang lebih kontekstual dan berbasis digital, pelatihan guru terkait literasi digital Islam, serta kolaborasi dengan platform teknologi untuk menghadirkan konten asbabun nuzul yang autentik dan menarik. Dengan langkah ini, asbabun nuzul dapat menjadi media efektif dalam membangun pemahaman agama yang relevan dan kontributif di era digital.
Religious Moderation Character Education: A Strategy To Maintain Diversity And Indonesianness Muhammad Iqbal, Lalu
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.6534

Abstract

This article aims to explain the significance of religious moderation education in strengthening the character of national insight to maintain plurality in Indonesia. This article uses a qualitative approach by applying descriptive-analytical method, which is trying to critically describe the substance of various concepts and theories related to religious moderation. Data collection was analyzed using the content analysis method, namely by analyzing the meaning contained in the concept of religious moderation and how the concept is implemented in the life of Indonesian society. The concept of religious moderation is an approach in religious education that aims to produce individuals who are tolerant, able to dialogue, respect diversity, and able to maintain peace and security in a society of diverse beliefs.  It cannot be denied that religious extremism is often caused by an extreme mindset in understanding religious texts in a rigid, textual and scripturalist manner, without considering historical dynamics, social context, and maqashid in religion.