Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFISIENSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEAMANAN NASABAH PERBANKAN TERKAIT LAYANAN ONLINE BANKING Imaniyar, Nadhira; Dzil Izzati, Inayatu; Arviela Maharani, Marsya; Yayi Tarina, Dwi Desi
Borneo Law Review Vol 8, No 2 (2024): Vol 8 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/bolrev.v8i2.6198

Abstract

Salah satu inovasi perkembangan perekonomian dari lembaga keuangan saat ini adalah Teknologi Finansial. Perkembangan teknologi ini tidak lepas dari kegiatan dunia perbankan. Kegiatan ini pun tak luput dari perlindungan hukum yang dapat diberikan oleh negara kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan penting untuk memberikan perlindungan hukum untuk memastikan bahwa usaha yang dijalankan dapat terlindungi dan terus berjalan lancar. Banyak kasus timbul mengenai penyalahgunaan nama domain dari website online banking membuat penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut mengenai permasalahan ini. Dalam melakukan penelitian ini, kami menggunakan penelitian yuridis normatif yang merupakan penelitian hukum kepustakaan dengan melakukan penelitian terhadap beberapa bahan kepustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang sedang diteliti. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui perlindungan hukum bagi nasabah perbankan terkait keamanan layanan online banking, dan (2) mengetahui efisiensi perlindungan hukum dalam menjamin keamanan nasabah perbankan dalam layanan online banking. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perlindungan hukum bagi nasabah pengguna layanan online banking terlihat belum dilaksanakan secara efisien juga mengingat belum ada peraturan perundang-undangan yang secara spesifik mengatur tentang perlindungan terhadap nasabah. Kata Kunci: Nasabah Perbankan, Online Banking, Teknologi Finansial,Cybercrime
Studi Komparasi Yuridis Perkawinan Beda Agama Antara Indonesia Dengan Singapura Berdasarkan Hukum Perdata Alexandra Goldine Sihombing, Yohana; Azizah, Azizah; Ghudzamir, Akmal; Imaniyar, Nadhira; Dzil Izzati, Inayatu; Aryanti Ramadhani, Dwi
Zaaken: Journal of Civil and Business Law Vol. 6 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/zaaken.v6i1.39340

Abstract

Interfaith marriages often occur in several countries such as Indonesia and Singapore. The regulations applied in each country regarding interfaith marriages often differ, leading individuals who wish to enter into interfaith marriages to change their citizenship or follow their partner who holds citizenship in a country with legal provisions allowing interfaith marriages. This research will discuss the application of comparative law on interfaith marriages between Indonesia and Singapore along with its cases using a normative juridical research method with a qualitative approach consisting of legal, case, and comparative approaches. This research aims to analyze the comparison of applicable laws in Indonesia and Singapore in a specific case. This research will compare the civil law foundations of both countries to identify the strengths and weaknesses of each regarding interfaith marriages occurring among their citizens. Interfaith marriages that occur between Indonesia and Singapore also serve as a guideline in the case study in Indonesia based on judicial decisions and the guidelines for interfaith marriages conducted in Singapore, thereby providing legality with permanent and binding legal force.
Legal Implications of Determining A Missing Person in Relation to His Rights and Obligations As A Subject of Civil Law Imaniyar, Nadhira; Ramadhani, Dwi Aryanti
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 5 No. 5 (2025): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jlph.v5i5.1969

Abstract

This study of legal implications of determining a missing person in relation to his rights and obligations as a subject of civil law explores the legal consequences of declaring a person missing (afwezigheid) on their civil rights and obligations in Indonesia. The status of missing persons creates legal uncertainty for families and related parties, especially in guardianship, divorce, and asset management matters. Using a normative juridical approach with statutory and case analysis, the research examines relevant laws including the Civil Code, Population Administration Law, Islamic Law Compilation, and court rulings. The results reveal a dual regulatory system between general courts and religious courts, leading to differences in procedures and legal effects. The declaration of missing status significantly affects three civil law areas: first, it allows appointment of guardians for children left behind; second, it serves as grounds for divorce after a specific period; and third, it permits appointing administrators to manage and protect the missing person’s property. The study concludes that harmonizing regulations on missing persons’ status is essential to provide legal certainty and comprehensive protection for all parties involved. Such harmonization would resolve procedural inconsistencies and jurisdictional overlaps, ensuring clearer legal frameworks and better safeguarding of rights and obligations in cases involving missing persons