Indaman, Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dengan Minat Keikutsertaan Posyandu Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Kalirejo Kecamatan Negri Katon Kabupaten Pesawaran Indaman, Putri; Andoko, Andoko; Trismiyana, Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.16107

Abstract

ABSTRACT Interest is a factor that motivates individuals to pursue what they desire. Currently, there is a low level of adolescent interest in participating in adolescent health services, with only 51 out of 422 adolescents in Kalirejo Village attending these services. This low participation can be influenced by various factors such as knowledge, skills, and attitudes. Knowledge forms the foundation of behavior, and according to Nasution & Manik (2020), adolescents' knowledge about reproductive health remains low. In Kalirejo Village, only 9 out of 30 adolescents, or approximately 30%, have a clear understanding of reproductive health, while the remaining 70% do not. To determine the relationship between adolescents' knowledge of reproductive health and their interest in participating in adolescent health services in Kalirejo Village, Negri Katon Subdistrict, Pesawaran District in 2024. This study employs a quantitative research design using an analytical survey with a cross-sectional approach. The population includes all adolescents in Kalirejo Village, comprising 7 hamlets with a total of 422 adolescents, and the sample is 80 respondents. The sampling technique used study is purposive sampling. In this study, the majority of respondents were mid-adolescents aged 16-20 years (48.6%), with the predominant gender being female (55%) and the highest education level being high school (63.8%). The results indicated that adolescent knowledge about reproductive health was low (50.0%) and interest in participating in adolescent health services was also low (46.2%). The p-value analysis was 0.001 (<0.05), indicating a significant relationship between adolescents' knowledge about reproductive health and their interest in participating in adolescent health services. Suggestions to the health center spread the information about integrated health care center activities to all adolescents in order to interset in participating adolescent healthcare. Keywords: Interest, Adolescent Health Services, Knowledge, Reproductive Health.  ABSTRAK Minat merupakan suatu hal yang mendorong seseorang untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Yang terjadi saat ini adalah rendahnya minat remaja dalam keikutsertaan posyandu remaja dimana di Desa Kalirejo terdapat 422 remaja namun hanya 51 remaja yang hadir di Posyandu remaja. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap.  Pengetahuan merupakan domain terbentuknya perilaku, menurut Nasution & Manik (2020) pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi masih rendah. Didapati di Desa Kalirejo hanya 9 dari 30 remaja atau sekitar 30% remaja yang mengetahui pasti tentang kesehatan reproduksi. Sisanya, sekitar 70% remaja di desa Kalirejo tidak mengetahui pasti tentang kesehatan reproduksi. Diketahui hubungan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan minat keikutsertaan posyandu remaja di Desa Kalirejo Kecamatan Negri Katon Kabupaten Pesawaran Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana rancangan dalam penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Desa Kalirejo yang terdiri dari 7 dusun dengan total 422  remaja, sehingga didapati sampel berjumlah 80 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Pada penelitian ini sebagian besar responden adalah usia remaja pertengahan yaitu 16-20 tahun (48,6%), sebagian besar jenis kelamin adalah perempuan (55%) serta sebagian besar pendidikan yaitu SMA (63,8%). Hasil pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi tertinggi pada kategori rendah (50,0%) dan hasil minat keikutsertaan posyandu remaja tertinggi pada kategori kurang (46,2%). Hasil uji p-value adalah 0,001 (<0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan minat keikutsertaan posyandu remaja. Saran kepada pihak puskesmas menyebarkan informasi tentang kegiatan posyandu ke seluruh remaja, agar dapat meningkatkan minat keikutsertaan posyandu remaja. Kata Kunci: Minat, Posyandu Remaja, Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi  
Efektifitas terapi air rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah pada keluarga dengan diabetes melitus tipe II Indaman, Putri; Keswara, Umi Romayati; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.1267

Abstract

Background: Type II Diabetes Mellitus is one of the most prevalent non-communicable diseases both globally and in Indonesia. Diabetes is characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin utilization in the body. Apart from pharmacological treatment, glucose control can also be assisted through complementary or non-pharmacological therapies, such as consuming Moringa leaf decoction (Moringa oleifera). Purpose: To determine the effectiveness of consuming boiled moringa leaf water in type II diabetes mellitus sufferers. Method : This research used a case study approach to determine the outcomes of thr moringa leaf decoction intervention. The sample consisted of 2 adult participants who met the inclusion. Results :After providing family nursing care with Moringa leaf decoction therapy for 5 consecutive days, with one serving per day, both participants experienced a decrease in blood glucose levels. Participant 1's blood glucose levels decreased from 281 mg/dl to 205 mg/dl, while Participant 2's levels decreased from 167 mg/dl to 94 mg/dl. Conclusion : The Moringa leaf decoction intervention showed an effect in lowering blood glucose levels in type II diabetes mellitus patients.   Keywords: Moringa Leaf; Non-Pharmacological Therapy; Type II Diabetes Mellitus.   Pendahuluan: Diabetes Melitus tipe II merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di dunia dan Indonesia. Penyakit ini ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan penggunaan insulin oleh tubuh. Pengendalian kadar gula darah tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat melalui terapi non-farmakologis (komplementer), salah satunya adalah penggunaan air rebusan daun kelor (Moringa oleifera). Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas konsumsi air rebusan daun kelor pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan studi kasus untuk mengetahui hasil penerapan intervensi air rebusan daun kelor.Sampel menggunakan 2 orang dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi air rebusan daun kelor selama 5 hari dengan 1 kali intervensi didapatkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kedua responden dengan hasil dari masing-masing responden 1 kadar glukosa darah 281 mg/dl menjadi 205 mg/dl. Responden 2 kadar glukosa darah 167 mg/dl menjadi 94mg/dl. Simpulan: Ada pengaruh terapi air rebusan daun kelor untuk menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II.   Kata Kunci: Daun Kelor; Diabetes Melitus tipe II; Terapi Non-Farmakologis.