Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kebijakan Ekonomi Pemerintah pada Modal Manusia dan Modal Sosial terhadap Peningkatan Ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah yang Berkelanjutan di Provinsi Bali Gede Agus Dian Maha Yoga; Ida Ayu Sasmita Dewi; Milla Permata Sunny; I Wayan Chandra Adyatma
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (November - Desember 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i2.3566

Abstract

Pariwsata yang selama ini menjadi sumber utama ekonomi masyarakat terpuruk, Bali merasakan dampak yang begitu dahsyat oleh covid-19. Namun pertumbuhan kuantitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada saat itu tumbuh positif. Eksistensi UMKM kembali teruji tahan terhadap kondisi krisis.  Walaupun demikian UMKM belum mampu berkontribusi signifikan dalam perekonomian lokal maupun nasional. Kinerja UMKM seharusnya tidak hanya dinilai dari sisi permodalan, aset dan profitnya saja, faktor non finansial seperti modal manusia adalah hal fundamental dalam eksistensinya. Karakter dan kehidupan sosial Sumber Daya Manusia (SDM) Bali, sebagai pelaku UMKM cenderung bersifat komunal dan kolektif yang kaya akan modal sosial. Hal ini merupakan peluang karena modal sosial masyarakat Bali yang tinggi, secara ekonomi dapat dimanfaatkan sebagai determinan ekonomi yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuai apakah modal manusia dan sosial berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi UMKM yang berkelanjutan dan untuk mengetahui peran kebijakan ekonomi pemerintah dalam memoderasi hubungan tersebut pada (UMKM di Provinsi Bali). Sampel yang digunakan sebesar 400 pelaku UMKM di Provinsi Bali, dengan menggunakan teknik analisis data regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan modal manusia dan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan ekonomi UMKM yang berkelanjutan dan kebijakan ekonomi pemerintan memoderasi hubungan tersebut.
The Role of Digital Technology Innovation in Shaping Tourist Perceptions of The Existence of Spiritual Tourism in Mas Village, Ubud Milla Permata Sunny; I Wayan Suartina; I Komang Gede; I Made Suastu Puja; I Gede Aryana Mahayasa
CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/capital.v9i2.23052

Abstract

Spiritual tourism has experienced significant growth in response to travelers’ increasing demand for transcendent and reflective experiences. Mas Village in Ubud, Bali, known for its artistic heritage and rooted in the Tri Hita Karana philosophy, holds strong potential for developing spiritually-based cultural tourism. However, despite the global rise in interest toward spiritual tourism, visitor numbers to Mas Village have declined, indicating a disconnect in the utilization of digital technology for destination promotion and perception shaping. This study aims to examine the role of digital innovation in influencing tourist perceptions of spiritual tourism in Mas Village. Employing a mixed methods approach with a concurrent embedded design, this research integrates quantitative data from questionnaires and qualitative insights from in depth interviews. Data analysis includes descriptive methods, moderated regression analysis (MRA), and thematic analysis. The findings are expected to identify key dimensions influencing spiritual tourism existence namely spirituality, culture, participation, and digital promotion. Furthermore, the study tests propositions and hypotheses regarding the significant impact of digital content on shaping perceptions and sustaining spiritual destination existence. The study concludes that authentic and emotionally resonant digital representations can enhance tourists’ connection to local values and promote sustainable spiritual tourism in an ethical and participatory manner. The results contribute theoretically to the literature on digital and spiritual tourism and offer practical guidance for destination managers and policymakers in designing culturally aligned promotional strategies to meet modern traveler expectations.