Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan spiritual Islam melalui kegiatan kelompok Al-Barzanji pada remaja di Desa Tegalgot, Kepil, Wonosobo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis studi kasus, penelitian ini menggambarkan bagaimana tradisi keagamaan lokal dapat menjadi media transformatif dalam pembentukan karakter keislaman generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Al-Barzanji merupakan instrumen efektif dalam menanamkan nilai-nilai spiritual seperti tawadhu’, syukur, dan mahabbah terhadap Nabi Muhammad SAW. Proses internalisasi berlangsung melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi, yang mencerminkan integrasi antara pembelajaran kognitif, afektif, dan psikomotorik secara alami. Lebih lanjut, internalisasi nilai tersebut terbukti termanifestasi dalam perilaku religius remaja dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga adab, memperbanyak bacaan shalawat, dan meningkatkan kepedulian sosial. Lingkungan religius yang terbentuk dari kegiatan ini berperan sebagai hidden curriculum yang efektif dalam menanamkan nilai moral secara kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa revitalisasi tradisi keagamaan lokal seperti Al-Barzanji memiliki urgensi sebagai strategi pendidikan spiritual yang relevan dan adaptif dalam membina ketahanan karakter remaja di tengah arus globalisasi dan sekularisasi.