Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS BANJAR SERASAN KOTA PONTIANAK TAHUN 2019 Katarina Iit, Megalina Limoy
Jurnal_Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Kebidanan Volume 10 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnal_kebidanan.v10i1.92

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS BANJAR SERASAN KOTA PONTIANAK TAHUN 2019Katarina Iit1, Megalina Limoy2Akademi Kebidanan Panca Bhakti PontianakEmail korespondensi: katarinaiit17@gmail.comAbstrakTanda-tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan atau periode antenatal, yang jika tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi dapat menyebabkan kematian ibu. Di wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Banjar Serasan pada tahun 2019, ditemukan bahwa ada 11 wanita hamil dengan 11 tanda bahaya kehamilan dari Januari hingga Februari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan terhadap kunjungan kehamilan di Pusat Kesehatan Masyarakat Banjar Serasan di Pontianak pada tahun 2019. Desain penelitian ini menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. . Populasi adalah wanita hamil yang mengunjungi Puskesmas Banjar Serasan pada bulan Januari dan Februari 2019 dengan sampel sebanyak 50 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi, analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 30 responden (60%) dan ada 9 responden (18%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang tanda-tanda bahaya kehamilan. Hasil kepatuhan dalam kunjungan kehamilan menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 35 responden (70%) tidak patuh dalam melakukan kunjungan kehamilan sesuai standar. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa X2 hitung (37,47)> X2 tabel (5,991) yang berarti ada hubungan antara Pengetahuan Bahaya Kehamilan dan Kepatuhan Kunjungan Kehamilan di Puskesmas Banjar Serasan Pontianak pada tahun 2019. Saran bagi petugas kesehatan untuk memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, Tanda Bahaya Kehamilan
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI SECARA DINI DENGAN KEJADIAN OBSTIPASI PADA BAYI 0-6 BULAN DI DESA MADU SARI TAHUN 2023 Katarina Iit; Melyani Melyani; Maya Veronika Manalu
Jurnal_Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Kebidanan Volume 13 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v13i2.237

Abstract

Latar belakang: Obstipasi merupakan keadaan tertimbunnya feses yang keras akibat adanyaobsturuksi pada saluran cerna dalam waktu lama. Obstipasi berpotensi menyebabkan kanker usus bagibayi. Salah satu penyebabnya ialah pemberian MP-ASI sejak dini, akibat ketidakmampuan sistempencernaan untuk mencerna pada bayi umur bawah 6 bulan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahuihubungan pemberian makanan pendamping ASI secara dini dengan kejadian obstipasi pada bayi 0-6bulan di Desa Madu Sari Tahun 2023. Metode Penelitian: Menggunakan Jenis penelitian metodekuantitatif dengan desain analisis korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi 30 orang,dengan sampel 30 responden yaitu ibu yang memilki bayi 0-6 bulan di Desa Madu Sari analisa datamenggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: responden yang diberi MP ASI dini, hampir seluruhnyamengalami obstipasi yaitu 13 orang (81,3%). Dan responden yang tidak diberi MP ASI dini sebagianbesar tidak megalami obstipasi yaitu 10 orang (71,4%). P value 0,004 < 0,05 sehingga menyatakanbahwa ada hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI secara dini dengan kejadianobstipasi di Desa Madu Sari Tahun 2023. Kesimpulan: berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai Pvalue 0,004 < 0,05 sehingga menyatakan bahwa ada hubungan antara pemberian makananpendamping ASI secara dini dengan kejadian obstipasi di Desa Madu Sari Tahun 2023.Saran: Kepadabidan desa serta kader posyandu untuk dapat meningkatkan KIE kepada ibu post partum denganmemberikan bayinya ASI Eksklusif selama 6 bulan karena dapat mengurangi resiko obstipasi.
PENGARUH PENGGUNAAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENGURANGAN NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI PMB HJ NURIPAH TAHUN 2024 Katarina Iit
Jurnal_Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Volume 14 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : STIKES Panca Bhakti Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33486/jurnalkebidanan.v14i2.302

Abstract

ABSTRAK Kompres hangat merupakan salah satu metode non farmakologi yang dianggap sangat efektif dalam menurunkan nyeri atau spasme otot. Panas dapat dialirkan melalui konduksi, konveksi, dan konversi. Jumlah kelahiran diprovinsi Kalimantan barat berjumlah 6.398 sedangkan di kabupaten kubu raya berjumlah 6.398. Berdasarkan studi pendahuluan di PMB HJ Nuripah didapatkan bahwa 8 dari 10 ibu melahirkan sebelum diberikan kompres hangat pada ibu melahirkan fase aktif mengalami tingkat nyeri berat, sedangkan setelah diberikan kompres hangat 6-10 ibu melahirkan fase aktif dengan tingkat nyerinya sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif di PMB HJ Nuripah Tahun 2024. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan metode eksperimen (quasy experiment design) dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 15 ibu melahirkan dengan sampel total populasi berjumlah 15 responden. Pengumpulan data menggunakan data primer dilakukan secara observasi dengan analisis univariat dan bivariat (Uji-T (paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan kompres air hangat (pre-test) yaitu, sebagian besar responden sebanyak 11 orang (73,3%) mengalami nyeri berat. Sedangkan setelah diberikan kompres air hangat (post-test) yaitu, Sebagian dari responden sebanyak 8 orang (53,3%) mengalami nyeri ringan. Hasil uji statistic menunjukkan nilai hasil hipotesis yang sudah didapatkan yaitu P.value 0,000?0,005 yang artinya Ho diterima dan Ha ditolak, yang artinya adanya pengaruh kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Kesimpulan menunjukkan adanya pengaruh pengaruh kompres hangat terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif dengan p value 0,000?0,005. Saran diharapkan untuk PMB HJ Nuripah untuk dapat melanjutkan dalam menggunakan kompres hangat sebagai metode pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Kata Kunci : Persalinan, Nyeri, Kompres hangat Daftar Bacaan : 21 (2019-2023) ABSTRACT Warm compress is one of the non-pharmacological methods that is considered very effective in reducing pain or muscle spasms. Heat can be channeled through conduction, convection, and conversion. The number of births in West Kalimantan province was 6,398 while in Kubu Raya district it was 6,398. Based on a preliminary study at PMB HJ Nuripah, it was found that 8 out of 10 mothers giving birth before being given warm compresses to mothers giving birth in the active phase experienced severe pain levels, while after being given warm compresses 6-10 mothers giving birth in the active phase with moderate pain levels.This study aims to determine the effect of using warm compresses on reducing labor pain in the first stage of the active phase at PMB HJ Nuripah in 2024. This type of research uses a quantitative design with an experimental method (quasy experiment design) with a cross-sectional approach. The population in this study was 15 mothers giving birth with a total population sample of 15 respondents. Data collection using primary data was conducted through observation with univariate and bivariate analysis (T-test (paired t-test).The results of the study showed that before being given a warm water compress (pre-test), most respondents, 11 people (73.3%) experienced severe pain. While after being given a warm water compress (post-test), some of the respondents, 8 people (53.3%) experienced mild pain. The results of the statistical test showed the value of the hypothesis that had been obtained, namely P.value 0.000?0.005, which means that Ho is accepted and Ha is rejected, which means that there is an effect of warm compresses on reducing labor pain in the first active phase. The conclusion shows that there is an effect of warm compresses on reducing labor pain in the first active phase with a p value of 0.000?0.005. Suggestions are expected for PMB HJ Nuripah to be able to continue using warm compresses as a method of reducing labor pain in the first active phase. Keywords: Labor, Pain, Warm Compresses List Reading : 21 (2019-2023)