Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Sinergi: Bahan Ajar Mata Kuliah Akuntansi Perbankan Syariah Ismaulina
ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL ABANNA: Journal Of Contemporary Islamic Education
Publisher : Enlightenment Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71036/ajcie.v2i1.276

Abstract

Meningkatkan mutu pendidikan dalam bidang akuntansi perbankan syariah adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa lulusan siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas bahan ajar interaktif yang lebih relevan dengan kebutuhan industri bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi Syariah FEBI IAIN Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis tematik dari wawancara dengan praktisi industri dan akademisi, serta uji korelasi dan regresi untuk mengukur hubungan antara penggunaan bahan ajar interaktif dan kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar interaktif secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kepuasan mahasiswa, dengan 75% responden mendukung penggunaan teknologi interaktif dan 70% menginginkan lebih banyak kolaborasi dengan praktisi industri. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pengembangan bahan ajar yang sinergis dengan kebutuhan industri dan penggunaan teknologi dalam pengajaran dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan, mempersiapkan mahasiswa dengan keterampilan yang relevan, dan memperkuat daya saing lulusan di pasar kerja global. Dengan demikian, langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan akuntansi perbankan syariah di Indonesia
A Critical Appraisal of Product Innovation in Islamic Banking: Navigating Market Pressures, Ensuring Shariah Compliance, and Advancing the Objectives of Maqasid al-Shariah Ismaulina; Ibrahim, Azharsyah
IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/iqtishadia.v12i2.19941

Abstract

This article presents a critical evaluation of product innovation in Islamic banking, focusing on the imbalance between market demands, sharia compliance, and the realization of maqashid al-shariah. The study aims to assess the extent to which Islamic banking innovations can maintain a balanced integration of commercial objectives, legal-formal compliance, and the substantive values of maqashid. Employing a descriptive qualitative approach through case studies of several Islamic banks in Indonesia, the research gathers data from annual reports and strategic publications. Analysis is conducted using the Maqashid-Based Innovation Evaluation Model (MBIEM), which encompasses three core dimensions: market orientation, sharia compliance, and alignment with maqashid. Findings reveal a significant gap between formalistic compliance and the actual implementation of maqashid. Value-based innovations such as qardhul hasan financing and digital zakat platforms are found to better embody maqashid values than products driven solely by legal-formal considerations. The study recommends reinforcing maqashid-oriented regulations, involving the Sharia Supervisory Board (SSB) early in product development, enhancing the multidisciplinary competencies of human resources, and developing a substance-based sharia audit framework. With these strategies, Islamic banking innovations are expected to become more ethical, inclusive, and sustainable, while fulfilling their socio-economic role in accordance with Islamic principles