Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PELATIHAN ROBOT LINE FOLLOWER DAN LAMPU IOT DALAM MENINGKATKAN MINAT STEM SISWA SMA Junita, Junita; Uranus, Henri P.; Kanalebe, Herman; A.R, M. Gracio; Pardede, Marincan; Mangunsong, Rianto; Yulian, Dwi Heri; Prafo, Salfatore Yan; Susanto, Kathleen Gabriella; Yapply, Legolas
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2548

Abstract

This analysis aims to compare the effectiveness of two Community Service (PkM) activities in increasing high school students' interest in STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). The activities compared include line follower robot training and IoT (Internet of Things) light-making training. Both activities were designed to provide practical understanding and hands-on experience for students in the field of technology and engineering. This study used an experimental method by comparing students' perceptions of STEM before and after the training. The results of this analysis show that IoT light training was overall more effective in increasing students' interest in the Electrical Engineering program, with a positive perception increase of 58% in the "fun" category and a reduction in negative perceptions by 53%. Meanwhile, the line follower robot training showed a 37% increase in "fun" perception and a 39% decrease in the "not fun" perception. However, line follower robot training was more successful in improving students' technical understanding and skills, with an 18% reduction in the "difficult" perception and an 18% increase in the "easy" perception. In contrast, IoT light training saw a 4% decrease in the "easy" perception and a 1% increase in the "difficult" perception. This difference indicates that both types of training have their respective strengths in shaping students' interest and skills in STEM fields, and a training program that combines aspects of both approaches might yield more optimal results.
PENGARUH PEMBELAJARAN BLOCK-BASED PROGRAMMING DENGAN MICROBIT TERHADAP MINAT DAN PEMAHAMAN PEMROGRAMAN SISWA SMA Junita, Junita; Uranus, Henri P.; Susanto, Kathleen Gabriella
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2725

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pemrograman dasar kepada siswa SMA dengan memanfaatkan Micro:bit melalui pendekatan block-based programming. Metode pelaksanaannya melibatkan pelatihan langsung (hands-on) yang mengombinasikan simulasi digital dengan penggunaan fisik board Micro:bit. Evaluasi dilakukan melalui survei terhadap 15 peserta, dan hasilnya menunjukkan bahwa 80% responden merasa pemrograman berbasis blok lebih mudah untuk dipelajari. Sebanyak 93,3% peserta menyatakan bahwa penggunaan board fisik meningkatkan aspek kesenangan dalam pembelajaran, sedangkan 86,7% mengakui bahwa kehadiran perangkat keras tersebut membantu pemahaman konsep pemrograman. Secara keseluruhan, 66,7% peserta mengungkapkan bahwa pemrograman menjadi lebih menyenangkan setelah mengikuti pelatihan. Dalam hal metode pembelajaran, 53,3% peserta menilai kombinasi antara penjelasan teori, pemberian contoh program, dan sesi latihan sebagai cara paling menyenangkan, sementara 60% menganggapnya paling efektif. Terkait tingkat kesulitan, 46,7% peserta menginginkan latihan yang sedikit lebih kompleks dibandingkan contoh yang diberikan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan block-based coding dengan dukungan perangkat keras seperti Micro:bit terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan pemahaman pemrograman bagi pemula. Selain itu, struktur pembelajaran ideal mencakup penyampaian teori, contoh, dan latihan dengan peningkatan kesulitan yang bertahap.