Saifoe El Unas, ST., MT.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemerataan Sumber Daya (Resource Leveling) Menggunakan Algoritma Genetika dengan Bahasa Pemrograman Python Pangestu, William Saputra; Saifoe El Unas, ST., MT.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri saat ini, manajemen proyek, khususnya dalam hal penjadwalan sumber daya, memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi yang semakin kompleks. Untuk mengatasi tantangan seperti terbatasnya sumber daya, fluktuasi permintaan, dan konflik antar aktivitas, metode resource leveling digunakan untuk menyeimbangkan alokasi sumber daya dan mengurangi fluktuasi kebutuhan. Namun, dengan semakin rumitnya proyek konstruksi modern, dibutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel dan canggih dibandingkan metode tradisional. Algoritma genetika, yang unggul dalam menjelajahi berbagai solusi, menghindari solusi lokal optimal, serta dapat menangani kendala nonlinear, muncul sebagai solusi yang potensial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan algoritma genetika dalam meningkatkan efisiensi penjadwalan sumber daya pada proyek konstruksi dan membandingkan hasilnya dengan metode resource leveling yang diterapkan di Microsoft Project, guna memberikan wawasan baru mengenai penerapan teknik optimasi modern dalam manajemen proyek. Penelitian ini dilakukan dengan mengimplementasikan algoritma genetika dalam resource leveling, dengan metode jumlah kuadrat terkecil sebagai fungsi objektif. Algoritma dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python untuk memberikan fleksibilitas dalam pengembangan solusi. Hasil optimasi yang diperoleh dari algoritma genetika dibandingkan dengan metode resource leveling yang diterapkan di Microsoft Project, melalui empat skenario penjadwalan dengan tingkat kompleksitas yang berbeda, serta studi kasus pembangunan gedung kantor sekolah di Makassar. Berbagai skenario dan proyek nyata tersebut diterapkan untuk menguji keandalan algoritma genetika dalam menghadapi berbagai kondisi, serta untuk dievaluasi kemampuannya dalam meningkatkan efisiensi penjadwalan sumber daya pada proyek konstruksi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa algoritma genetika memiliki pengaruh positif dalam menciptakan keseimbangan penggunaan sumber daya pada proyek konstruksi. Pengalokasian sumber daya menjadi lebih merata, yang mengurangi fluktuasi dalam penggunaannya. Berdasarkan analisis, nilai kuadrat sumber daya (Z) yang dihasilkan oleh algoritma genetika lebih rendah dibandingkan dengan Microsoft Project, dengan selisih terkecil sebesar 1,21% pada contoh 2 dan selisih terbesar mencapai 5,65% pada proyek gedung kantor. Temuan ini menunjukkan bahwa algoritma genetika menghasilkan solusi resource leveling yang lebih efisien. Dengan distribusi sumber daya yang lebih seimbang dan nilai Z yang lebih rendah, algoritma genetika terbukti lebih unggul dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya jika dibandingkan dengan Microsoft Project.   Kata Kunci: Resource Leveling, Algoritma Genetika, Jumlah Kuadrat Terkecil.
Analisis Pengaruh Penerapan Last Planner System (LPS) terhadap Peningkatan Manajemen Waktu pada Proyek Menggunakan Microsoft Project (Studi Kasus: Pekerjaan Rekonstruksi Jembatan Kaligawe Proyek Tol Semarang - Demak Paket 1A PT Hutama Karya (Persero)) Berlian Sabrina Melviansyah; Saifoe El Unas, ST., MT.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan merupakan masalah yang kerap kali terjadi pada proyek infrastruktur di Indonesia. Salah satu faktor penyebab keterlmabatan adalah lemahnya penerapan fungsi manajemen seperti perencaan dan pengendalian. Last Planner System (LPS) sebagai salah satu metode dari Lean Construction hadir sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan manajemen waktu dan kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan untyk menganalisis pengaruh penerapan LPS terhadap peningkatan manajemen waktu pada pekerjaan rekonstruksi jembatan kaligawe, Proyek Tol Semarang-Demak Paket 1A PT Hutama Karya Persero. Adapun metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pembuatan kurva S berdasarkan  action plan sebelum dan sesudah LPS yang menggunakan harga satuan dan biaya sebagai bobot pekerjaan. Selain itu tracking progress dilakukan secara mingguan menggunakan Microsoft Project. LPS diterapkan sebanyak 2 kali yaitu tanggal 5 Oktober 2023 dan 26 November 2023. Hasil Penelitian menujukkan keterlambatan sebelum penerapan LPS yaitu pada pekerjaan pembesian pier yaitu prediksi penambahan durasi sebanyak 3 hari berdasarkan MS Project, sedangkan pada kurva S menujukkan deviasi +0.02%. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh kurva S yang dibuat hanya berdasarkan bobot sehingga tidak dapat menggambarkan pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Sedangkan pada akhir periode LPS 1 terjadi prediksi penambahan durasi 6 hari berdasarkan MS Porject dan deviasi pada kurva S menunjukkan -4.26%. Durasi proyek juga mengalami perubahan rencana dari yang awalnya 108 hari pada Master Schedule menjadi 113 pada LPS 1 dan berhasil diselesaikan pada durasi 109 hari sesuai LPS 2. Deviasi yang terjadi meliputi: baseline september +0.02 %, LPS 1 pada M13 -4.26% dan LPS 2 pada minggu terakhir atau M16 yaitu 0.00%. Penerapan LPS terbukti dapat meningkatkan manajemen waktu proyek dengan kemampuan deteksi keterlambatan dan penyebabnya melalui tracking di MS Project. LPS juga memberikan kontribusi positif dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek konstruksi.