Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengelolaan Material Baja Tulangan Menggunakan Pendekatan Just in Time (Studi Kasus: Gedung B Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya) Muammar Tsani; Dr. Ir. Wisnumurti, MT.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan material baja tulangan sangat penting untuk mengendalikan mutu dan kualitas konstruksi terutama konstruksi gedung, pekerjaan baja tulangan termasuk dalam pekerjaan kritis dimana akan berpengaruh terhadap keseluruhan proyek konstruksi dan keberlangsungan proyek konstruksi. Penelitian ini menggunakan data-data proyek seperti detailed engineering design, master time schedule, dan data manajemen proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa manajemen baja tulangan dengan pendekatan just in time yang dikombinasikan dengan bar bending schedule dan site management plan. Perhitungan kuantitas baja tulangan pada struktur atas menggunakan bar bending schedule yang disesuaikan dengan analisa durasi pekerjaan sehingga didapat jadwal kebutuhan baja tulangan dan jadwal pengadaan baja tulangan. Selanjutnya dilakukan optimasi site layout setelah penerapan just in time dengan menggunakan traveling distance atau jarak pergerakan pekerja. Dari hasil analisa, didapat bahwa terjadi pengurangan kuantitas maksimum kedatangan baja tulangan dengan metode just in time dan eksisting sebesar 26,7% serta pengurangan kuantitas volume rata-rata sebesar 25,3%. Dengan frekuensi kedatangan metode just in time sebanyak 10 kali, sementara kedatangan eksisting sebanyak 4 kali. Dan optimasi pergerakan pekerja setelah penerapan just in time ditinjau dari site layout yang berubah dengan mengubah ukuran stockyard baja tulangan sebesar 25%, dilakukan optimasi dengan 3 skenario dimana optimasi terbesar terdapat pada skenario pertama dengan 3,43% dari traveling distance yang dilakukan oleh pekerja. Kata kunci: Baja Tulangan, Just in Time, Bar Bending Schedule, Traveling Distance
Pemerataan Sumber Daya (Resource Leveling) Menggunakan Algoritma Genetika dengan Bahasa Pemrograman Python Pangestu, William Saputra; Saifoe El Unas, ST., MT.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri saat ini, manajemen proyek, khususnya dalam hal penjadwalan sumber daya, memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi yang semakin kompleks. Untuk mengatasi tantangan seperti terbatasnya sumber daya, fluktuasi permintaan, dan konflik antar aktivitas, metode resource leveling digunakan untuk menyeimbangkan alokasi sumber daya dan mengurangi fluktuasi kebutuhan. Namun, dengan semakin rumitnya proyek konstruksi modern, dibutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel dan canggih dibandingkan metode tradisional. Algoritma genetika, yang unggul dalam menjelajahi berbagai solusi, menghindari solusi lokal optimal, serta dapat menangani kendala nonlinear, muncul sebagai solusi yang potensial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan algoritma genetika dalam meningkatkan efisiensi penjadwalan sumber daya pada proyek konstruksi dan membandingkan hasilnya dengan metode resource leveling yang diterapkan di Microsoft Project, guna memberikan wawasan baru mengenai penerapan teknik optimasi modern dalam manajemen proyek. Penelitian ini dilakukan dengan mengimplementasikan algoritma genetika dalam resource leveling, dengan metode jumlah kuadrat terkecil sebagai fungsi objektif. Algoritma dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python untuk memberikan fleksibilitas dalam pengembangan solusi. Hasil optimasi yang diperoleh dari algoritma genetika dibandingkan dengan metode resource leveling yang diterapkan di Microsoft Project, melalui empat skenario penjadwalan dengan tingkat kompleksitas yang berbeda, serta studi kasus pembangunan gedung kantor sekolah di Makassar. Berbagai skenario dan proyek nyata tersebut diterapkan untuk menguji keandalan algoritma genetika dalam menghadapi berbagai kondisi, serta untuk dievaluasi kemampuannya dalam meningkatkan efisiensi penjadwalan sumber daya pada proyek konstruksi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa algoritma genetika memiliki pengaruh positif dalam menciptakan keseimbangan penggunaan sumber daya pada proyek konstruksi. Pengalokasian sumber daya menjadi lebih merata, yang mengurangi fluktuasi dalam penggunaannya. Berdasarkan analisis, nilai kuadrat sumber daya (Z) yang dihasilkan oleh algoritma genetika lebih rendah dibandingkan dengan Microsoft Project, dengan selisih terkecil sebesar 1,21% pada contoh 2 dan selisih terbesar mencapai 5,65% pada proyek gedung kantor. Temuan ini menunjukkan bahwa algoritma genetika menghasilkan solusi resource leveling yang lebih efisien. Dengan distribusi sumber daya yang lebih seimbang dan nilai Z yang lebih rendah, algoritma genetika terbukti lebih unggul dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya jika dibandingkan dengan Microsoft Project.   Kata Kunci: Resource Leveling, Algoritma Genetika, Jumlah Kuadrat Terkecil.
PENERAPAN METODE JUST IN TIME DALAM MANAJEMEN PENGADAAN BAJA TULANGAN (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG TAHAP II) Rahmat Hidayat; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.; Ir. Eko Andi Suryo, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan di Indonesia terus berkembang pesat, termasuk dalam sektor konstruksi, yang menuntut manajemen material lebih efektif. Baja tulangan memiliki peran strategis dalam menentukan kekuatan dan ketahanan struktur bangunan, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara efisien untuk menghindari keterlambatan, pemborosan, dan penumpukan material. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Just In Time (JIT) dalam pengadaan baja tulangan serta mengoptimalkan tata letak lokasi proyek guna meningkatkan efisiensi pekerjaan. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pola pengadaan baja tulangan menggunakan metode JIT dan metode eksisting pada Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II. Analisis meliputi aspek volume kedatangan material, frekuensi, dan interval waktu pengadaan. Selain itu, dilakukan simulasi pengaturan tata letak fasilitas proyek dengan beberapa skenario untuk meminimalkan jarak tempuh pekerja dan material. Data dianalisis dan dibandingkan dengan data aktual proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode JIT menghasilkan pola pengadaan baja tulangan yang lebih efisien dibandingkan metode eksisting. Volume rata-rata per kedatangan pada metode JIT sebesar 25.984,69 kg lebih kecil dibandingkan metode eksisting sebesar 57.486,05 kg. Frekuensi kedatangan meningkat dari 14 kali (eksisting) menjadi 28 kali (JIT), dengan interval rata-rata lebih pendek, yaitu 4,2 hari dibandingkan 14,43 hari. Dari segi tata letak, skenario 3 yang menghilangkan stockyard besi temporer dan memindahkan gudang ke lokasi yang lebih strategis mampu mengurangi traveling distance dari 13.438 meter menjadi 12.523 meter, atau berkurang sebesar 6,81%. Langkah ini juga mendukung pengurangan volume baja tulangan sebesar 33%, sehingga mengurangi risiko penumpukan material dan meningkatkan kelancaran pekerjaan di lokasi proyek. Kata Kunci: Baja Tulangan, Manajemen Material, Just In Time, Site Layout.
Analisa Manajemen Baja Tulangan dengan Metode Just in Time (Studi Kasus: Gedung Office Proyek Pembangunan Kawasan Sains dan Teknologi(KST) Badan Riset dan Inovasi Nasional, Babarsari, Yogyakarta) Zidan Rizky Firmansyah; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.; Ir. Indra Waluyohadi, ST., MT., M.Sc., IPM.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji manajemen pengadaan baja tulangan dalam proyek konstruksi gedung perkantoran di Kawasan Sains dan Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional, Babarsari, Yogyakarta. Baja tulangan, sebagai material kritis dalam konstruksi beton, kerap menghadapi permasalahan kompleks seperti keterlambatan pengiriman, penyimpanan berlebih, dan pergerakan material yang tidak efisien. Dalam konteks ini, Metode Just in Time (JIT) diidentifikasi sebagai pendekatan strategis untuk mengatasi tantangan manajemen material konstruksi, dengan prinsip utama mengoptimalkan pengiriman material tepat pada saat dibutuhkan, mengurangi pemborosan, menghindari penumpukan berlebih, dan menjaga kualitas material. Hasil penelitian menunjukkan keunggulan signifikan metode JIT dibandingkan metode konvensional. Metode JIT berhasil menurunkan volume kedatangan material sebesar tujuh puluh persen, dengan frekuensi pengiriman yang lebih tinggi dan jumlah material per kedatangan yang lebih konsisten. Pengurangan fasilitas stockyard dari dua lokasi menjadi satu lokasi turut mendukung efisiensi ruang dan manajemen material. Analisis traveling distance menggunakan Autodesk Revit mengungkapkan penurunan jarak perpindahan sebesar sebelas persen, yang menunjukkan bahwa metode JIT tidak sekadar mengoptimalkan manajemen material, tetapi juga secara signifikan mengurangi jarak perpindahan pekerja dan material di lokasi proyek. Optimasi tata letak (site layout) menjadi komponen kunci dalam implementasi metode JIT. Perencanaan layout yang efisien memfasilitasi alur kerja yang lebih lancar, memaksimalkan penggunaan ruang, dan mengurangi pergerakan yang tidak perlu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa implementasi metode Just in Time dalam pengadaan baja tulangan, diperkuat dengan optimalisasi tata letak, terbukti mampu meningkatkan efisiensi manajemen material. Metode ini tidak hanya menyederhanakan proses logistik, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi material, memberikan fleksibilitas pengadaan yang lebih baik, dan pada akhirnya mengoptimalkan produktivitas proyek konstruksi. Kata Kunci: Manajemen Pengadaan, Baja Tulangan, Just in Time, Proyek Konstruksi, Optimasi Tata Letak
Analisis Pengaruh Penerapan Last Planner System (LPS) terhadap Peningkatan Manajemen Waktu pada Proyek Menggunakan Microsoft Project (Studi Kasus: Pekerjaan Rekonstruksi Jembatan Kaligawe Proyek Tol Semarang - Demak Paket 1A PT Hutama Karya (Persero)) Berlian Sabrina Melviansyah; Saifoe El Unas, ST., MT.; Ir. M. Hamzah Hasyim, ST., M.Eng.Sc.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan merupakan masalah yang kerap kali terjadi pada proyek infrastruktur di Indonesia. Salah satu faktor penyebab keterlmabatan adalah lemahnya penerapan fungsi manajemen seperti perencaan dan pengendalian. Last Planner System (LPS) sebagai salah satu metode dari Lean Construction hadir sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan manajemen waktu dan kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan untyk menganalisis pengaruh penerapan LPS terhadap peningkatan manajemen waktu pada pekerjaan rekonstruksi jembatan kaligawe, Proyek Tol Semarang-Demak Paket 1A PT Hutama Karya Persero. Adapun metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pembuatan kurva S berdasarkan  action plan sebelum dan sesudah LPS yang menggunakan harga satuan dan biaya sebagai bobot pekerjaan. Selain itu tracking progress dilakukan secara mingguan menggunakan Microsoft Project. LPS diterapkan sebanyak 2 kali yaitu tanggal 5 Oktober 2023 dan 26 November 2023. Hasil Penelitian menujukkan keterlambatan sebelum penerapan LPS yaitu pada pekerjaan pembesian pier yaitu prediksi penambahan durasi sebanyak 3 hari berdasarkan MS Project, sedangkan pada kurva S menujukkan deviasi +0.02%. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh kurva S yang dibuat hanya berdasarkan bobot sehingga tidak dapat menggambarkan pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Sedangkan pada akhir periode LPS 1 terjadi prediksi penambahan durasi 6 hari berdasarkan MS Porject dan deviasi pada kurva S menunjukkan -4.26%. Durasi proyek juga mengalami perubahan rencana dari yang awalnya 108 hari pada Master Schedule menjadi 113 pada LPS 1 dan berhasil diselesaikan pada durasi 109 hari sesuai LPS 2. Deviasi yang terjadi meliputi: baseline september +0.02 %, LPS 1 pada M13 -4.26% dan LPS 2 pada minggu terakhir atau M16 yaitu 0.00%. Penerapan LPS terbukti dapat meningkatkan manajemen waktu proyek dengan kemampuan deteksi keterlambatan dan penyebabnya melalui tracking di MS Project. LPS juga memberikan kontribusi positif dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek konstruksi.