Keterlambatan merupakan masalah yang kerap kali terjadi pada proyek infrastruktur di Indonesia. Salah satu faktor penyebab keterlmabatan adalah lemahnya penerapan fungsi manajemen seperti perencaan dan pengendalian. Last Planner System (LPS) sebagai salah satu metode dari Lean Construction hadir sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan manajemen waktu dan kinerja proyek. Penelitian ini bertujuan untyk menganalisis pengaruh penerapan LPS terhadap peningkatan manajemen waktu pada pekerjaan rekonstruksi jembatan kaligawe, Proyek Tol Semarang-Demak Paket 1A PT Hutama Karya Persero. Adapun metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pembuatan kurva S berdasarkan action plan sebelum dan sesudah LPS yang menggunakan harga satuan dan biaya sebagai bobot pekerjaan. Selain itu tracking progress dilakukan secara mingguan menggunakan Microsoft Project. LPS diterapkan sebanyak 2 kali yaitu tanggal 5 Oktober 2023 dan 26 November 2023. Hasil Penelitian menujukkan keterlambatan sebelum penerapan LPS yaitu pada pekerjaan pembesian pier yaitu prediksi penambahan durasi sebanyak 3 hari berdasarkan MS Project, sedangkan pada kurva S menujukkan deviasi +0.02%. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh kurva S yang dibuat hanya berdasarkan bobot sehingga tidak dapat menggambarkan pekerjaan yang berada pada jalur kritis. Sedangkan pada akhir periode LPS 1 terjadi prediksi penambahan durasi 6 hari berdasarkan MS Porject dan deviasi pada kurva S menunjukkan -4.26%. Durasi proyek juga mengalami perubahan rencana dari yang awalnya 108 hari pada Master Schedule menjadi 113 pada LPS 1 dan berhasil diselesaikan pada durasi 109 hari sesuai LPS 2. Deviasi yang terjadi meliputi: baseline september +0.02 %, LPS 1 pada M13 -4.26% dan LPS 2 pada minggu terakhir atau M16 yaitu 0.00%. Penerapan LPS terbukti dapat meningkatkan manajemen waktu proyek dengan kemampuan deteksi keterlambatan dan penyebabnya melalui tracking di MS Project. LPS juga memberikan kontribusi positif dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek konstruksi.