Arif Noor, Fu’ad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinergi Keluarga dan Sekolah dalam Membentuk Sikap Peduli Sosial pada Anak Usia Dini: Pendekatan Holistik untuk Generasi Peduli Luthfianah, Luthfianah; Roifah, Nur; Rofiqoh, Aifatur; Arif Noor, Fu’ad
LENTERA ANAK Vol 5, No 2 (2024): OKTOBER 2024 : LENTERA ANAK
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jla.v5i2.7597

Abstract

Abstrak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah fase penting dalam pembentukan karakter dan sikap sosial anak, termasuk sikap peduli sosial. Penelitian ini mengkaji peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan etika, serta sekolah sebagai tempat anak belajar melalui bimbingan guru dan interaksi dengan teman sebaya. Studi literatur ini menemukan bahwa keluarga yang memberikan teladan positif dan lingkungan sekolah yang mendukung melalui aktivitas kolaboratif mampu mengembangkan empati, keterampilan sosial, dan rasa peduli pada anak PAUD. Metode studi literatur yang digunakan bertujuan memberikan wawasan komprehensif untuk penelitian selanjutnya, dengan kesimpulan bahwa sinergi antara keluarga dan sekolah sangat penting dalam membentuk sikap peduli sosial anak sejak dini. Kata Kunci: Sinergi keluarga, pendidik PAUD, sikap peduli sosial.
PERAN MANAJEMEN SPIRITUAL DALAM PENGELOLAAN EMOSI GURU DI TK IT TAMRINUL AULAD MANYARGADING Ruviyana Naviya Safitri; Andriyani, Ema; Arif Noor, Fu’ad
EDUCATE : Journal of Education and Culture Vol. 3 No. 03: September 2025
Publisher : Rumah Riset Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61493/educate.v3i03.178

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran manajemen spiritual dalam pengelolaan emosi guru di TK IT Tamrinul Aulad manyargading, kalinyamat jepara, dengan fokus pada pendekatan holistik dalam pendidikan anak usia dini yang mempengaruhi kualitas pengajaran dan interaksi guru dan siswa. Pentingnya aspek spiritual dalam pendidikan menjadi semakin relevan untuk mengingat kompleksitas tantangan emosional yang dihadapi guru dalam lingkungan pembelajaran modern, terutama dalam konteks pendidikan anak usia dini yang membutuhkan kesabaran dan ketahanan emosional tinggi. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui tiga metode pengumpulan data: wawancara mendalam dengan para guru dan staf administratif, observasi partisipatif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, dan focus group discussion yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Penelitian ini secara khusus menganalisis implementasi praktik spiritual seperti refleksi diri, meditasi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam mengelola stres dan tekanan emosional guru. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan signifikan. Pertama, guru yang secara konsisten menerapkan manajemen spiritual menunjukkan peningkatan ketahanan emosional yang terukur, tercermin dalam kemampuan mereka mengelola stres dan tekanan pekerjaan dengan lebih efektif. Kedua, terdapat korelasi positif antara praktik spiritual dengan tingkat empati guru terhadap siswa. Ketiga, implementasi manajemen spiritual berkontribusi pada penciptaan lingkungan pembelajaran yang lebih positif dan kondusif. Temuan penelitian menggaris bawahi pentingnya pengembangan program pelatihan manajemen spiritual yang terstruktur sebagai strategi peningkatan kualitas pengajaran dan kesejahteraan guru. Rekomendasi mencakup implementasi praktik spiritual dalam rutinitas sekolah, pengembangan kurikulum pelatihan yang mengintegrasikan aspek spiritual, dan pembentukan sistem dukungan berkelanjutan untuk memastikan efektivitas program manajemen spiritual dalam jangka panjang. Kata kunci: Manajemen Spiritual, Pengelolaan Emosi Guru, Pendidikan Anak Usia Dini, Pengembangan Profesional Guru