Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Buck boost converter control to accelerate cooling in hydrogen system coolers Adi, Wasis Waskito; Akhiriyanto, Novan; Alson, Adi; Gunawan, Yohanes; Sahrin, Alfin; Utami, Erna
Jurnal Polimesin Vol 22, No 6 (2024): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i6.5610

Abstract

The electrolysis process involves decomposing water (H₂O) into hydrogen gas (H₂) and oxygen gas (O₂), requiring substantial electrical power. This study utilized an electrolyzer with a maximum capacity of 7V and 40A, demanding 280 watts of power. Therefore, it requires a voltage of less than 7V but a high current of up to 40A, as the critical parameter for the electrolyzer in producing hydrogen is the electric current flowing through it. A buck-boost converter was implemented to adjust the voltage to operate a Thermoelectric Cooler (TEC) for temperature regulation. Over time, as the electrolyzer operates and consumes a high current, there is an increase in its temperature. The system successfully maintained the electrolyzer temperature below 35°C by adjusting the output voltage between 10-14V, with an input range of 21.62-21.65V. The cooling system achieved a temperature reduction of 1.06°C, demonstrating its effectiveness in stabilizing the electrolyzer’s performance, thus optimizing hydrogen production efficiency.
RANCANG BANGUN SiSTEM BATCH CONTROL AIR PENGUMPAN PADA PRODUKSI BROWN GAS BERBASIS ELEKTROLISIS ALKALI Novan Akhiriyanto; Ibrahim, Ahmad Rasyid; Adi, Wasis Waskito; Dewi, Astrie Kusuma
Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37525/mz/2025-2/1171

Abstract

Elektrolisis air merupakan proses terjadinya penguraian air menjadi gas hidrogen dengan dialiri arus listrik searah melalui elektroda katoda dan anoda yang tercelup ke dalam larutan elektrolit. Penelitian ini untuk merancang prototype batch control system pada produksi hidrogen menggunakan metode elektrolisis. Sistem dikembangkan dengan sistem otomatis untuk meningkatkan efisiensi pada produksi hidrogen, khususnya brown gas atau gas HHO, karena proses elektrolisis alkali yang belum terpisah antara gas hidrogen dan gas oksigen. Proses elektrolisis ini menggunakan larutan elektrolit Kalium Hidroksida (KOH) dengan pengaturan arus dan tegangan yang bervariatif. Terdapat komponen utama yang digunakan yaitu tabung electrolyzer, pompa DC, solenoid valve DC, level switch, mikrokontroler ESP32, sensor Electrical Conductivity (EC), dan sensor MQ-8. Untuk melakukan pengujian diperlukan database InfluxDB dan antarmuka Grafana yang mempermudah interaksi antara alat dengan manusia. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa batch control system mampu beroperasi stabil, dengan keluaran hidrogen yang lebih tinggi pada kondisi tegangan suplai 6V dengan arus 8A. Namun, karena pengujian masih terbatas pada 2 kondisi ujicoba, maka kondisi terbaik hanya berlaku pada rentang percobaan yang telah dilakukan, sehingga penelitian lanjutan diperlukan untuk menetapkan parameter operasi yang benar-benar optimal.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Energi Listrik di LAB PEM Akamigas Menggunakan IOT Adi, Wasis Waskito; Hamdani, Chalidia Nurin
Smart Comp :Jurnalnya Orang Pintar Komputer Vol 11, No 4 (2022): Smart Comp: Jurnalnya Orang Pintar Komputer
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/smartcomp.v11i4.4248

Abstract

Kebutuhan listrik semakin lama semakin meningkat dengan adanya penambahan-penambahan peralatan elektronik didalam sebuah rumah,tempat kerja, institusi swasta atau pemerintah oleh karena itu timbulah sebuah masalah bagaimana kita bisa memantau pemakaian energi ini secara real time.Sistem ini terdiri dari bagian hardware yang terdiri dari sensor yang berfungsi untuk mensensing variabel listrik seperti arus, tegangan, frekuensi, daya sedangkan controller berfungsi untuk memproses beserta melakukan perhitungan data dari sensor. Kemudian controller mengirimkan data hasil pengukuran ke database MYSQL yang ada di cloud server. Sistem aplikasi berbasis website dan mobile ini menampilkan data-data hasil pengukuran energi listrik yang ditampilkan dalam bentuk grafik beserta informasi lainya menggunakan pemrograman PHP dan aplikasi blynk sehingga kita bisa memonitoring pemakaian energi listrik secara realtime menggunakan jaringan internet.