Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengelompokkan Daerah Rawan Bencana di Indonesia Menggunakan Metode Clustering K-Means Seprina Aulia Putri
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v3i1.644

Abstract

Indonesia is a country with a high level of disaster vulnerability, influenced by tectonic activity and its tropical climate. This study uses the K-Means clustering method to identify and group disaster-prone areas based on the level of vulnerability. The data used included average temperature (Tavg) and rainfall (RR) which were processed using Python. The analysis process includes data collection, pre-processing, determination of key features, and evaluation of clustering quality using the Elbow and Silhouette Score methods. The results of the grouping show two main patterns, namely flood-prone areas and drought-prone areas. These findings are expected to support the government in more effective and data-based disaster mitigation planning.
Sosialisasi Keamanan Digital dan Pencegahan Kejahatan Siber di SMAN 1 Air Joman : Pengabdian Muhammad Yasin; Seprina Aulia Putri; Adhistya Aulia DH; Syahrul; Ferry Cahyadi; Ilham Habinsaran; Fikri Vahriza
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.2873

Abstract

KKN (Real Work Lecture) is a community service program in which students apply their academic knowledge in real-world contexts. One of the initiatives carried out was a digital security awareness program at SMAN 1 Air Joman, designed to improve students’ understanding, pratical skills, and awareness in dealing with cybercrime threats. This study used a descriptive method with pre-test and post-test questionnaires distributed to 40 eleventh-grade students. The results showed significant improvements in three areas. In knowledge, students’ understanding of personal data protection, types of cybercrime, and the ability to identify hoaxes increased from an average of 35-30% to 85-90%. In practice, the use of strong passwords, two-step verification, and caution toward suspicious links rase from 28-42% to 78-92%. In awareness, students intending to apply digital safety in daily life grew from 37% to 93%, and 95% found the program highly beneficial. These findings indicate that KKN-based socialization effectively prevents cybercrime and is worth continuing as a sustainable school program highly beneficial. These findings indicate that KKN-based socialization effenctively prevents cybercrime and is worth continuing as a sustainable school program
Penerapan Logika Fuzzy Sugeno Pada Mesin Pembersih Sepatu Nadia Syahrani; Seprina Aulia Putri; Khairul Saleh
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pembersih sepatu umumnya masih menggunakan pengaturan waktu pembersihan yang bersifat tetap atau dilakukan secara manual, sehingga kurang mampu menyesuaikan dengan kondisi sepatu yang beragam. Perbedaan jenis sepatu, bahan, tingkat kekotoran, serta jenis kotoran yang menempel menyebabkan kebutuhan waktu pembersihan yang berbeda-beda. Pengaturan waktu yang tidak sesuai dapat mengakibatkan sepatu tidak dibersihkan secara optimal atau justru menyebabkan pemborosan waktu dan energi. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem cerdas yang mampu menentukan lama waktu pembersihan secara otomatis dan efisien. Pada penelitian ini diterapkan Logika Fuzzy dengan metode Sugeno untuk menentukan lama waktu pembersihan pada mesin pembersih sepatu. Variabel input yang digunakan meliputi jenis sepatu, tingkat kekotoran, dan bahan sepatu, sedangkan variabel output berupa lama waktu pembersihan. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian terhadap beberapa jenis sepatu dengan kondisi kekotoran yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Logika Fuzzy metode Sugeno dengan sembilan aturan (rule) fuzzy mampu menentukan waktu pembersihan sepatu secara lebih optimal dan efisien, sehingga meningkatkan kualitas hasil pembersihan serta mengurangi pemborosan waktu dan energi.
SISTEM INFORMASI PENDATAAN DATA LEMBAGA DESA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA KABUPATEN ASAHAN Seprina Aulia Putri; Harmayani Harmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong berbagai instansi pemerintahan, termasuk desa, untuk bertransformasi menuju sistem yang lebih modern dan efisien. Salah satu bentuk penerapan teknologi tersebut adalah pengembangan Sistem Informasi Pendataan Data Lembaga Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Asahan. Sistem ini dirancang untuk membantu proses pendataan lembaga desa seperti PKK, Karang Taruna, LPM, dan Posyandu, yang sebelumnya masih dilakukan secara manual.Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Waterfall, dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Aplikasi ini memiliki fitur utama seperti input data lembaga, pengelolaan data lembaga desa berdasarkan kategori, pencatatan notulen rapat, dan pencetakan laporan dalam format PDF. Sistem ini dioperasikan oleh dua jenis pengguna yaitu Admin dan Pegawai, dengan hak akses yang berbeda sesuai dengan perannya. Hasil dari penerapan sistem ini menunjukkan bahwa proses pendataan lembaga desa menjadi lebih terstruktur, efisien, dan akurat. Selain itu, sistem mampu meminimalkan kesalahan dalam input data serta mempermudah penyusunan laporan lembaga desa. Dengan adanya sistem informasi ini, kegiatan administrasi dan pendataan lembaga di tingkat desa dapat dilakukan secara lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.