p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Deliberatif
Sitti Rakhman
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Knowledge Sharing dan Program Mentoring terhadap Peningkatan Kompetensi Teknis Underwriter Muda di PT X Emylia Eka Kusumaningrum; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to analyze the impact of knowledge sharing activities and mentoring programs on enhancing the technical competence of young underwriters at PT X, while mitigating the risk of knowledge loss. The study employed a qualitative approach with a descriptive single case study design. Data collection was conducted through triangulation techniques, including in-depth interviews with 8 informants (4 young underwriters, 3 senior underwriters, and 1 division manager), participant observation, and documentation studies. Interactive qualitative data analysis followed the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that organic-horizontal knowledge sharing activities effectively accelerate the acquisition of explicit knowledge, particularly regarding premium tariff interpretations and policy clauses. Meanwhile, the formal mentoring program via a 12-month shadowing scheme serves as the most reliable instrument for transferring tacit knowledge, such as underwriting intuition in grey areas. The interactive synergy between both programs establishes institutional memory as an internal defense mechanism, significantly reducing document revision error rates and improving turnaround time efficiency, which ultimately contributes positively to controlling the company's loss ratio. Keywords: knowledge sharing; mentoring program; technical competence; young underwriter; general insurance Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas knowledge sharing dan program mentoring terhadap peningkatan kompetensi teknis underwriter muda di PT X, sekaligus memitigasi risiko kebocoran pengetahuan (knowledge loss). Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber yang meliputi wawancara mendalam terhadap 8 informan (4 underwriter muda, 3 underwriter senior, dan 1 manajer divisi), observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas knowledge sharing organik-horizontal efektif mempercepat penguasaan pengetahuan eksplisit (explicit knowledge), khususnya terkait interpretasi tarif premi dan klausul polis. Sementara itu, program mentoring formal melalui metode shadowing selama 12 bulan menjadi instrumen paling andal untuk mentransfer pengetahuan implisit (tacit knowledge) berupa intuisi akseptasi risiko pada area abu-abu (grey area). Sinergi interaktif dari kedua program ini berhasil membentuk mekanisme institutional memory yang secara nyata menurunkan tingkat kesalahan (error rate) revisi berkas akseptasi dan meningkatkan efisiensi waktu pelayanan (turnaround time), yang pada akhirnya berkontribusi positif dalam mengendalikan rasio klaim (loss ratio) perusahaan. Kata Kunci: knowledge sharing; program mentoring; kompetensi teknis; underwriter muda; asuransi umum
Analisis Praktik Double Job sebagai Bentuk Efisiensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Dampaknya terhadap Pengambilan Keputusan Karyawan Nathania Shayna Zaviera Setiawan; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan bisnis yang semakin meningkat sering kali diikuti oleh peningkatan volume dan kompleksitas pekerjaan yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang lebih besar. Namun, di tengah tuntutan efisiensi biaya operasional, banyak perusahaan memilih menerapkan praktik rangkap fungsi jabatan (double job) dibandingkan melakukan penambahan tenaga kerja baru. Praktik ini dipandang sebagai salah satu bentuk implementasi functional flexibility yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan SDM yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik rangkap fungsi jabatan sebagai strategi efisiensi SDM, mengkaji dampaknya terhadap beban kerja dan beban kognitif karyawan, serta menganalisis keterkaitan kedua faktor tersebut terhadap kualitas pengambilan keputusan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah terindeks yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir dan memiliki relevansi dengan konsep functional flexibility, workload, cognitive load, dan kualitas pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkap fungsi jabatan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan SDM dan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi perubahan kebutuhan operasional. Namun, praktik tersebut juga berpotensi meningkatkan beban kerja (work overload) dan beban kognitif (cognitive load) karyawan. Peningkatan kedua beban tersebut dapat menyebabkan kelelahan kerja, keterbatasan kapasitas pemrosesan informasi, serta penurunan kemampuan individu dalam mengevaluasi alternatif keputusan secara optimal. Temuan ini menunjukkan adanya trade-off antara efisiensi biaya tenaga kerja dan kualitas pengambilan keputusan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan rangkap fungsi jabatan secara proporsional agar manfaat efisiensi yang diperoleh tidak mengorbankan kualitas keputusan dan kinerja organisasi dalam jangka panjang.
Melek Industri Belum Tentu Melek Finansial : Analisis Kualitatif Literasi Keuangan Dan Perilaku Pengambilan Keputusan Ekonomi Karyawan Pada Sebuah Perusahaan Asuransi Dalam Group Ekosistem Keuangan Terintegrasi Indri Anggraeni Wulansari; Sitti Rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Financial literacy is a key determinant of individuals' economic behavior and decision-making quality. The 2024 National Survey on Financial Literacy and Inclusion (SNLIK) reports a national financial literacy index of only 65.43%, lower than the 75.02% financial inclusion index, indicating that access to financial products has outpaced understanding of them. This warrants investigation among financial industry employees, typically assumed to be financially literate. This paper examines the financial literacy of employees at an insurance company within an integrated financial ecosystem group, and its correlation with economic behavior and decision-making. Using a qualitative descriptive case study approach, data were gathered through in-depth interviews with seven informants across different positions, observation, and document analysis, then analyzed thematically (Miles & Huberman), with validity assessed via source and technique triangulation. Findings show generally good financial literacy, particularly regarding risk concepts, but weaknesses in investment diversification. All informants agreed that working in finance does not equate to being financially literate; knowledge does not always translate into disciplined behavior. The group's integrated financial ecosystem proved a double-edged sword, improving financial behavior overall while fostering consumptive tendencies among junior employees. The study proposes a sustainable, practical internal financial education program incorporating planning simulations as an HR development strategy. Keywords: financial literacy, financial behavior, economic decision-making, human resource management, insurance
Pengaruh Gejolak Geopolitik di Timur Tengah terhadap Supply Kapasitas Reasuransi Global dan Dampaknya terhadap Pendapatan Brokerage Perusahaan Broker Reasuransi Bayu Kristianto; sitti rakhman
Jurnal Deliberatif Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL DELIBERATIF
Publisher : Jaringan Pemberdayaan Politik Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis bagaimana gejolak geopolitik di Timur Tengah—khususnya rangkaian konflik Israel–Hamas, serangan Houthi di Laut Merah, serta eskalasi ketegangan yang melibatkan Iran di sekitar Selat Hormuz—memengaruhi penawaran (supply) kapasitas reasuransi global dan, pada gilirannya, pendapatan brokerage perusahaan broker reasuransi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan basis studi kepustakaan dan data sekunder dari laporan broker global (Aon, Guy Carpenter, Gallagher Re, Howden Re), lembaga pemeringkat (S&P, Moody’s, Morningstar DBRS), serta data pasar marine war risk, penelitian menemukan adanya paradoks penawaran kapasitas. Pada tingkat agregat, kapital reasuransi global mencapai rekor tertinggi sekitar USD 785 miliar pada akhir 2025 sehingga memicu pasar lunak (soft market) dengan penurunan tarif yang tajam pada lini katastrofa properti. Namun pada lini spesialis yang sensitif terhadap konflik (marine war, aviation war, terrorism, political violence, dan cyber), kapasitas justru mengetat, dengan repricing premi yang ekstrem, klausul pembatalan tujuh hari, kenaikan attachment point, dan perluasan pengecualian. Dampak terhadap pendapatan brokerage bersifat dua arah: pelunakan tarif lini inti menekan brokerage per unit, sementara repricing dan lonjakan permintaan pada lini spesialis, peningkatan penempatan fakultatif, serta jasa advisory dan structuring justru menopang pendapatan. Secara empiris, pertumbuhan organik divisi reasuransi broker besar tetap tangguh pada kisaran 6–8% sepanjang 2025–2026. Penelitian menyimpulkan bahwa gejolak Timur Tengah berperan sebagai penyangga (cushion) dan sumber margin tinggi yang spesifik, bukan sebagai pendorong utama pendapatan brokerage, karena lini terdampak hanya merupakan irisan kecil dari kolam premi reasuransi global. Kata kunci: risiko geopolitik; kapasitas reasuransi; soft market; marine war risk; pendapatan brokerage; broker reasuransi. ABSTRACT This study analyses how geopolitical turmoil in the Middle East—particularly the Israel–Hamas conflict, Houthi attacks in the Red Sea, and the escalation of tensions involving Iran around the Strait of Hormuz—affects the supply of global reinsurance capacity and, in turn, the brokerage income of reinsurance broking firms. Using a qualitative descriptive-analytical method based on a literature review and secondary data from global broker reports (Aon, Guy Carpenter, Gallagher Re, Howden Re), rating agencies (S&P, Moody’s, Morningstar DBRS), and marine war-risk pricing data, the study identifies a capacity-supply paradox. At the aggregate level, global reinsurance capital reached a record high of around USD 785 billion at year-end 2025, driving a soft market with sharp rate reductions in property catastrophe lines. Yet in conflict-sensitive specialty lines (marine war, aviation war, terrorism, political violence, and cyber), capacity tightened, with extreme premium repricing, seven-day cancellation clauses, higher attachment points, and broadened exclusions. The effect on brokerage income is two-directional: softening core-line rates compress per-unit brokerage, while repricing and surging demand in specialty lines, increased facultative placements, and advisory and structuring services support income. Empirically, the organic growth of major brokers’ reinsurance divisions remained resilient at 6–8% throughout 2025–2026. The study concludes that Middle East turmoil acts as a cushion and a high-margin niche rather than the principal driver of brokerage income, because the affected lines represent only a small slice of the global reinsurance premium pool. Keywords: geopolitical risk; reinsurance capacity; soft market; marine war risk; brokerage income; reinsurance broker.