Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TECHNICAL IMMERSION ON LEARNING BASIC LIGHTING IN VIRTUAL REALITY FILM CAHAYA CINTA PERLAHAN MENYILAUKAN Rinto, Frans Sahala Moshes
LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam Vol. 10 No. 2 (2023): MENELISIK PERFILMAN INDONESIA
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/layar.v10i2.3111

Abstract

ABSTRACT The film Cahaya Cinta Perlahan Menyilaukan was developed as an alternative way of learning vocational skills, especially in a film production environment. The purpose of this research was to find how the technical immersion which includes visual cues, audio cues, orientation cues, and disorientation cues associated with the competencies in SKKNI No. 154/2020 for national competence of film lighting operator, including key functions, main functions, and basic functions in the delivery of lighting learning materials through virtual reality media which is also a contemporary media that is currently widely used. Immersion in practice itself is an attempt to involve the audience so that they can go in depth and be able to absorb. This film has two episodes and three different interactive levels in order to learn the basics of film lighting. The research uses qualitative characteristics which are applied through analysis of the technical immersion. The material of interactivity, visual and audio show that technical immersion provides direction in learning and attracts the attention of the audience without reduce the substance of the learning content based on competencies in SKKNI No. 154/2020. ABSTRAK Film Cahaya Cinta Perlahan Menyilaukan dikembangkan sebagai salah satu cara alternatif pembelajaran keterampilan kejuruan, khususnya dilingkup produksi film. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik perendaman yang meliputi isyarat visual, isyarat audio, isyarat orientasi, dan isyarat disorientasi dikaitkan dengan kompetensi dalam SKKNI No. 154/2020 untuk kompetensi nasional operator lighting film, meliputi fungsi pokok, utama fungsi, dan fungsi dasar dalam penyampaian materi pembelajaran pencahayaan melalui media virtual reality yang juga merupakan media kekinian yang saat ini banyak digunakan. Immersion dalam praktek sendiri merupakan upaya untuk melibatkan penonton agar dapat mendalami dan mampu menyerap. Film ini memiliki dua episode dan tiga level interaktif berbeda untuk mempelajari dasar-dasar pencahayaan film. Penelitian ini menggunakan karakteristik kualitatif yang diterapkan melalui analisis teknis imersif. Materi interaktivitas, visual dan audio menunjukkan bahwa teknis imersif memberikan arahan dalam pembelajaran dan menarik perhatian penonton tanpa mengurangi substansi isi pembelajaran berdasarkan kompetensi pada SKKNI No.154/2020.
Penerapan unsur horor melalui konsep uncanny dalam film A Shiny Day Nathalie, Angelica; Rinto, Frans Sahala Moshes
Cipta Vol 3, No 2 (2024): Cipta
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/cipta.v3i2.3423

Abstract

Penelitian ini menjelaskan strategi seorang Production Designer untuk mewujudkan rasa keanehan melalui konsep uncanny dan unsur horor pada setiap set. Konsep uncanny dalam genre horor berusaha memunculkan sensasi keanehan dan kegelisahan. Artinya sendiri mengacu pada pengalaman psikologis pada suatu kejadian atau pengalaman individu yang tidak diketahui tapi menakutkan melalui hal-hal yang familier. Strategi yang digunakan secara umum adalah menggunakan simbol-simbol yaitu komposisi set dan properti yang memunculkan kegelisahan dan membangkitkan emosi.  Penulis berfokus pada strategi yang dilakukan oleh seorang production designer dalam menerapkan unsur horor menggunakan konsep uncanny pada desain set dan properti di film A Shiny Day. Uncanny merupakan konsep yang terkait dengan naratif horor karena mampu memunculkan perasaan aneh, tidak nyaman, dan kegelisahan. Horor juga merupakan konsep yang sama yaitu berusaha menanamkan rasa takut, tegang, serta kengerian melalui berbagai adegan dan aktornya. Horor yang bertalian dengan konsep uncanny pada film ini mampu memberikan nuansa pada seluruh set hutan, kamar Agita, ruang keluarga dan ruang makan, konsep dan teknik tersebut digunakan dalam peletakan props untuk meningkatkan ketegangan dan kegelisahan bagi penonton.  
Development of digital promotional media for tourism local based on the Cirarab Village community, Tangerang Regency Prihanto, Yohannes Johny Natu; Utomo, Prio; Rinto, Frans Sahala Moshes
Community Empowerment Vol 10 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.14832

Abstract

This Community Service Program (PKM) was implemented to support the development of Cirarab Tourism Village, Tangerang Regency, through the use of community-based digital promotional media. The main problems faced by partners include limited understanding of MSMEs in digital marketing and a lack of promotional facilities for tourism villages. The objectives of this activity are to increase the capacity of MSME actors and PKK women's groups in utilizing technology for product promotion and to strengthen the digital identity of the village. The implementation methods included field observations, program formulation, five training sessions (business model canvas, product label design, product photography, digital marketing, and product diversification), assistance in creating a village website, and the production of a tourism profile video. The results of the activity showed an increase in participants' understanding and skills in the five training aspects, with achievements ranging from 87% to 95.7%, as well as the creation of an official website and profile video Cirarab Tourism Village. This program has had an impact on strengthening the competitiveness of MSMEs, increasing digital literacy, and establishing sustainable promotional tools. In the future, periodic assistance is needed to ensure that the management of websites, online stores, and promotional content remains consistent and keeps up with digital trends.