Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Sanitation Control of Ferry Ports in Tanjung Harapan Harbor Pramawati, Anita; Novelasari, Novelasari; Aryanti, Aryanti; Lubis, Abdillah
Journal La Medihealtico Vol. 5 No. 4 (2024): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v5i4.1521

Abstract

Environmental sanitation is an activity to create healthy environmental conditions in the port area. Good sanitation conditions can prevent disease transmission. Sanitary conditions in the Port of Tanjung Harapan Selat Panjang are not good enough, characterized by rat catching which increases every year, poor drainage conditions, and inadequate sanitation facilities. The purpose of this study is to evaluate the management of sanitation at Tanjung Harapan Harbor in Selat Panjang to become input material to make it better in the future. This research uses a qualitative method with a system approach based on input, process and output where the data collected comes from interviews, observation and documentation and is analyzed using triangulation. Sanitary management of the Port of Tanjung Harapan Selat Panjang is managed by port management and supervised by the Port Health Office. Sanitary management at the Port of Tanjung Harapan Selat Panjang is already running but not optimal, there are still obstacles from the aspects of human resources, large financing and inadequate infrastructure such as the unavailability of TPS and WWTP for waste management. Port sanitation management must be maintained to prevent the development of disease vectors and transmission of various types of diseases. The need for good cooperation between the manager and the Port Health Office to create a healthy port.
Pembinaan Masyarakat dalam Mitigasi Abrasi Pantai Berbasiskan Ekosistem Mangrove di Kelurahan Purnama Kota Dumai Efriyeldi, Efriyeldi; Mulyadi, Aras; Siregar, Yusni Ikhwan; Mubarak, Mubarak; Mandar, Agus; Lubis, Abdillah
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.112-119

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pembinaan masyarakat dalam mitigasi abrasi pantai berbasiskan ekosistem mangrove di Kelurahan Purnama Kota Dumai dilakukan pada bulan Juni s/d Agustus 2024 di Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi abrasi pantai berbasiskan ekosistem mangrove melalui pembibitan dan penanaman mangrove di Kelurahan Purnama Kota Dumai, khususnya anggota kelompok konservasi Mastalimadu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, tanya jawab, diskusi tentang pentingnya partisipasi masyarakat, fungsi hutan mangrove, khususnya fungsi fisik sebagai pelindung pantai dari abrasi dan cara pembibitan, penanaman bibit mangrove serta penanaman langsung. Untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dilakukan evaluasi dengan meminta peserta mengisi kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilakukan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sebelum adanya kegiatan pengabdian 100% sudah mengetahui apa itu mangrove. Namun bagaimana mangrove membantu melindungi pantai dari abrasi melalui perakarannya yang kokoh 69% sebelum kegiatan dan meningkat menjadi 92% setelah kegiatan. Sebelum kegiatan pengetahuan peserta terkait bagaimana mangrove membantu mengurangi risiko dari gelombang laut 69% meningkat setelah kegiatan pengabdian menjadi 84%. Demikian juga halnya pertanyaan terkait bagaimana masyarakat dapat membantu pelestarian mangrove, sebanyak 69% sebelum kegiatan mengetahui melalui kegiatan program penanaman mangrove dan mengedukasi masyarakat, meningkat menjadi 100% setelah kegiatan pengabdian. Pemahaman masyarakat tentang dampak kerusakan hutan mangrove terhadap risiko abrasi pantai, meningkat dari 46% sebelum kegiatan menjadi 76% setelah kegiatan.
Socioeconomic Outcome of Ecological Restoration Project: A Case Study of Ex-Oil and Gas Mining Areas Lubis, Abdillah; Nurhayati, Nurhayati; Anwar, Syaiful
Journal of Geographical Sciences and Education Vol 3 No 3 (2025): Journal of Geographical Sciences and Education
Publisher : PT. Pubsains Nur Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69606/geography.v3i03.305

Abstract

Ecological restoration in former oil and gas extraction sites plays a vital role in promoting sustainable development. This study examines the socio-economic impacts of community-based ecological restoration efforts in Riau Province. This research used a qualitative case study design with purposive sampling. Data were obtained through observation, interviews, and document analysis, then analyzed inductively to identify emerging patterns. The findings reveal that the revegetation program of PT Pertamina Hulu Rokan generated tangible benefits by employing 302 local workers and reducing conflicts through Local Business Development. A financial commitment of USD 1.4 million to local enterprises reflects the synergy between corporate environmental responsibility and community economic growth. The study underscores the importance of integrating corporate environmental initiatives with local economic strategies to foster sustainable development and enhance community well-being in post-extraction landscapes.
Penanaman Mangrove sebagai Upaya Pemulihan Ekologi dan Pemberdayaan Ekowisata di Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi Ramadan, Fauzan; Lisna, Lisna; Arfiana, Monica; Rahayu, Dyah Muji; Roiska, Riris; Mandar, Agus; Lubis, Abdillah
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.1.1-6

Abstract

Kondisi penutupan lahan di Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur (CAHBPT) Jambi yang masih baik memiliki lahan 2268.39 ha dan sudah dialih fungsi lahan oleh masyarakat untuk perkebunan seluas 1.584,57 ha, akibatnya masyarakat pesisir di Perairan Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi mengalami kondisi yang rawan abrasi berdampak pada kemunduran garis pantainya sejauh 115 m.  Kegiatan penanaman mangrove ini dilakukan di 2 lokasi Pantai Perairan Kuala Tangkal yang terdampak Abrasi khususnya Desa Tungkal 1 Parit 9 pada tanggal 28 Juli dan 10 Oktober 2024. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah abrasi yang berkelanjutan yang dialami Daratan Kuala Tungkal. Tim Pengabdian bekerjasama dengan HIMAPERI, MAPALA PAMSAKA, PMI, dan KSR Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk melakukan kegiatan penanaman mangrove, jenis mangrove yang di tanam adalah jenis Sonneratia caseolaris dan Avicennia marina sebanyak 200 batang. Metode yang digunakan dalam penanaman ini adalah metode koloni dan metode penanaman 1 lobang 1 pohon dengan asumsi penanaman koloni agar memberikan peluang tanaman mangrove yang di tanam dapat bertahan dalam keadaan gelombang yang kuat. Adapun persentase dengan teknik penanaman secara koloni 76% tanaman hidup namun pada penanaman 1 lobang 1 tanaman tingkat hidup dari tanaman hanya 52%. Kegiatan penanaman bagus di lakukan dengan system koloni agar tanaman mangrove yang di tanam banyak yang hidup
Menilai Pemulihan Ekologis: Analisis Ekonomi Lingkungan terhadap Remediasi Tanah Terkontaminasi Minyak di Hutan Hujan Tropis Lubis, Abdillah; Bahruddin; Suwondo; Efriyeldi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.15.6.1073

Abstract

The hydrocarbon contamination affects approximately 5.9 ha of soil in Sultan Syarif Hasyim Grand Forest Park (Tahura SSH), a tropical rainforest in Riau Province, Indonesia. This study aims to determine the costs required to rehabilitate petroleum-contaminated soil and evaluate the economic significance of ecological restoration in a 5.9 ha area designated in Tahura SSH. This study provides a novel economic framework for assessing ecological damage and guiding recovery in a hydrocarbon-impacted area, integrating the Replacement Cost Method (RCM) through restoration cost calculations and the Resource Equivalence Analysis (REA) to assess and compensate for environmental damage-related losses. The study results show that the three main remediation technologies selected, bioventing, bioaugmentation & biostimulation, and ex-situ landfarming, were used to remediate oil-contaminated soil in Tahura SSH. The highest remediation costs are exsitu landfarming, followed by bioaugmentation and biostimulation, and then bioventing. The ex-situ land farming method incurred the highest remediation costs. Nevertheless, it causes ecological harm in the SSH Tahura Area. REA determined that the area required to replace oil-contaminated land should be twice the baseline from 5.9 ha to 12.8 ha. Furthermore, the compensation paid by REA for environmental damage exceeded the initial assessment by 116.1% compared to using the Replacement Cost Method (Bioaugmentation & Biostimulation, Bioventing, and Ex-Situ Landfarming). This study offers stakeholders guidance on determining a fair environmental value for oil-contaminated soil. Future studies 
Assessment of soil quality changes following land reclamation at the Martabe Gold Mine, South Tapanuli, Indonesia ANWAR, SYAIFUL; MANSOR, ASYRAF BIN; HARIS, HAZEEMAN; DHARSONO, MAHYU; LUBIS, ABDILLAH; WAHYUDI, RIZKY; FATHIYA, NIR
Asian Journal of Agriculture Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g090229

Abstract

Abstract. Anwar S, Mansor AB, Haris H, Dharsono M, Lubis A, Wahyudi R, Fathiya N. 2025. Assessment of soil quality changes following land reclamation at the Martabe Gold Mine, South Tapanuli, Indonesia. Asian J Agric 9: 623-628. Mining at Martabe Gold Mine, South Tapanuli, North Sumatra, Indonesia, caused severe soil degradation, requiring effective reclamation. This study evaluated the recovery of soil chemical properties in reclamation sites aged 3, 6, and 10 years compared with adjacent natural forest. Soil samples were analyzed for pH, organic carbon (C), total nitrogen (N), C/N ratio, available phosphorus (P), exchangeable cations (Ca, Mg, K, Na), and Cation Exchange Capacity (CEC). Results showed age-dependent recovery. The 10 year sites had pH (5.03) closest to forest (4.96), while younger sites remained more acidic (4.80-4.88). Organic C (7.68%) and total N (0.15%) increased with age but were still below forest levels (16.99% and 0.37%). The C/N ratio distinguished recovery stages: 3-6 year sites showed rapid turnover (C/N=5.00-7.33), whereas 10 year sites resembled forest (53.67). Available P peaked at 6 years (21.38 mg/kg) before declining, and exchangeable cations showed variable patterns. CEC peaked in 10 year sites (86.30 cmol/100 g), exceeding forest (49.87 cmol/100 g), indicating improved nutrient retention. Correlation with forest soils was strong (R²=0.87). These results demonstrate substantial recovery of soil chemical properties within a decade, though long-term organic matter accumulation and balanced nutrient management remain essential for full ecosystem restoration.
Pengaruh Kompensasi Non-Finansial dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Loyalitas Karyawan Perusahaan Logistik di Kota Parepare Afni, Nur; Heriyani, Veni; Sahriah, Sahriah; Lubis, Abdillah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi non-finansial dan lingkungan kerja fisik terhadap loyalitas karyawan pada perusahaan logistik di Kota Parepare. Sebagai kota pelabuhan strategis di Sulawesi Selatan, industri logistik di Parepare menghadapi tantangan tingginya persaingan dan beban kerja, sehingga mempertahankan loyalitas karyawan menjadi faktor kunci keberlanjutan bisnis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada karyawan di beberapa perusahaan logistik di kawasan Pelabuhan Nusantara dan Cappa Ujung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa kompensasi non-finansial, yang meliputi pengakuan kerja, jenjang karier, dan pelatihan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas karyawan. Demikian pula dengan lingkungan kerja fisik yang mencakup aspek kenyamanan, keamanan, dan ketersediaan fasilitas kerja, ditemukan memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan keinginan karyawan untuk tetap bertahan di perusahaan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berperan penting dalam membentuk komitmen organisasional. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen perusahaan logistik di Kota Parepare untuk tidak hanya berfokus pada insentif finansial, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan kerja dan penghargaan non-materi guna menekan angka turnover karyawan di sektor distribusi dan transportasi.
Analisis Kompetensi SDM sebagai Faktor Penentu Keberhasilan Organisasi pada Usaha UMKM di Kota Parepare Afni, Nur; Andae, Adam; Lubis, Abdillah; Firmansyah, Ramlan; Fajarladung, Fajarladung
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5719

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan pemerataan pendapatan, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Kota Parepare. Meskipun UMKM menunjukkan potensi perkembangan yang cukup besar, tingkat keberhasilan organisasi UMKM belum sepenuhnya optimal, salah satunya dipengaruhi oleh kompetensi sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi SDM sebagai faktor penentu keberhasilan organisasi pada UMKM di Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pemilik atau pengelola UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi SDM UMKM di Kota Parepare masih berada pada tingkat yang beragam. Dari aspek pengetahuan, pelaku UMKM umumnya memahami produk dan operasional usaha, namun masih memiliki keterbatasan dalam pengetahuan manajerial, perencanaan bisnis, dan pengelolaan keuangan. Dari aspek keterampilan, pelaku UMKM relatif kuat pada keterampilan teknis, tetapi masih lemah pada keterampilan non-teknis seperti pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran online. Sementara itu, dari aspek sikap kerja, pelaku UMKM menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang tinggi, meskipun sebagian masih kurang terbuka terhadap perubahan dan inovasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa UMKM dengan kompetensi SDM yang lebih baik cenderung memiliki pengelolaan usaha yang lebih terarah, kinerja yang lebih stabil, serta tingkat keberhasilan organisasi yang lebih tinggi. Dengan demikian, kompetensi SDM merupakan faktor penentu utama keberhasilan organisasi UMKM di Kota Parepare.