Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Edukasi Masyarakat Mengenai Penapisan GERD dan Dispepsia pada Lanjut Usia Alfianto Martin; Alexander Halim Santoso; Edwin Destra; Farell Christian Gunaidi; Muhammad Kharis Mahdaviqia; Raden Seliwat Agung Aditya; Kasvana Kasvana; Syilvia Cendy Enike
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v2i4.128

Abstract

Gastroesophageal reflux disease (GERD) is a chronic gastrointestinal disorder characterized by regurgitation of gastric contents into the esophagus, causing a variety of clinical symptoms such as heartburn, regurgitation, and atypical presentations such as chest pain, chronic cough, and asthma. In the elderly, GERD is very common, often with atypical symptoms and has a higher risk of complications, including esophagitis, Barrett's esophagus, and esophageal cancer. Functional dispepsia, another common gastrointestinal disorder, affects more than 20% of the population and is associated with significant negative impacts on quality of life and health care costs. This community service activity aims to screen for GERD and dispepsia in the elderly population through the Plan-Do-Check-Act (PDCA) approach. The activity was carried out at Panti Bina Bhakti, South Tangerang, involving 93 elderly participants aged over 65 years. The results showed that 64 people (68.82%) had a 50% chance of GERD, 21 people (22.58%) had a 79% chance of GERD, and 6 people (6.45%) had an 89% chance of GERD. Screening for GERD and dispepsia in the elderly is very important for early detection and timely intervention, which can prevent disease progression and reduce the risk of complications.
Cegah Anemia pada Remaja Melalui Edukasi Tirtasari, Silviana; Alicia Sarijuwita; Muhammad Kharis Mahdaviqia
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.658

Abstract

Anemia merupakan kondisi klinis akibat rendahnya kadar hemoglobin yang berdampak pada penurunan kapasitas pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Remaja, khususnya remaja putri, termasuk kelompok rentan anemia akibat kebutuhan gizi yang meningkat dan kehilangan darah saat menstruasi. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja masih tergolong tinggi dan sering tidak terdeteksi karena gejalanya ringan dan bersifat subklinis. Oleh karena itu, edukasi dan deteksi dini di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan deteksi dini anemia pada remaja SMP melalui edukasi kesehatan berbasis media audiovisual. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 November 2025 pukul 09.00–10.00 WIB dengan sasaran siswa kelas VII–IX di salah satu SMP di Tangerang. Sebanyak 167 siswa mengikuti kegiatan, namun hanya 111 peserta yang mengisi pretes dan postes secara lengkap dan dianalisis lebih lanjut. Peserta terdiri dari 65 siswa laki-laki (58,6%) dan 46 siswa perempuan (41,4%) dengan rata-rata usia 12,81 tahun (rentang 11–14 tahun). Metode kegiatan meliputi pretes, penyuluhan menggunakan video edukasi YouTube mengenai definisi, gejala, penyebab, diagnosis, dan penatalaksanaan anemia, diskusi singkat, serta postes. Instrumen pretes dan postes terdiri dari 6 soal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta dari 92,19 pada pretes menjadi 95,20 pada postes. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi anemia menggunakan media video efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja, meskipun tingkat pengetahuan awal sudah tergolong baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan program edukasi dan skrining anemia berbasis sekolah untuk mencegah dampak jangka panjang anemia pada remaja