Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA LITERASI KEUANGAN DAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP KEPUTUSAN KEUANGAN MAHASISWA Ardra Mutiara Cahyaputri Ramadhani; Hanifa Diah Astari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1350

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti hubungan antara pemahaman pengelolaan keuangan dan penggunaan fintech dalam proses pengambilan keputusan keuangan yang bijak di kalangan mahasiswa. Rapih (2016) menyatakan apabila literasi keuangan ditunjukkan dalam bentuk kemampuan untuk memilah kebutuhan keuangan, membahas tentang permasalahan keuangan, merencanakan masa depan, dan menanggapi dengan bijak untuk peristiwa kehidupan yang mempengaruhi keputusan keuangan sehari-hari. Literasi keuangan memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman individu terhadap konsep keuangan. Di era digital saat ini, perkembangan financial technology telah memberikan alternatif yang signifikan dalam mengakses layanan keuangan, termasuk untuk pembayaran digital, pinjaman daring, investasi berbasis aplikasi, dan pengelolaan tabungan, yang secara langsung mempengaruhi cara mahasiswa mengelola keuangan mereka. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, peneliti mengumpulkan data melalui survei dengan menyebarkan kuisioner terhadap mahasiswa aktif dari berbagai jurusan sebagai responden. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan yang tinggi secara signifikan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan financial technology untuk membuat keputusan keuangan yang rasional. Selain itu, financial technology terbukti menjadi faktor mediasi yang memperkuat dampak literasi keuangan terhadap kualitas keputusan keuangan. Penelitian ini menyarankan pentingnya pendidikan literasi keuangan dapat membantu mahasiswa dalam mengelola keuangan pribadi dengan lebih bijaksana di era digital. Mahasiswa dengan literasi keuangan yang tinggi cenderung lebih selektif dan bijaksana dalam memanfaatkan fitur-fitur financial technology untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka, seperti mengelola anggaran bulanan, dan juga berinvestasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih terkait pentingnya literasi keuangan dalam pengambilan keputusan keuangan sekaligus mengajarkan mahasiswa cara memanfaatkan financial technology secara bertanggung jawab dan efisien. Maka dari itu, mahasiswa diharapkan dapat mengelola keuangan pribadi mereka secara lebih bijaksana, meminimalkan risiko keuangan, dan mendukung stabilitas keuangan jangka panjang di era digital.
Pengaruh Tingkat Pengungkapan Sustainability Reporting terhadap Earnings Management pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021–2024 Hanifa Diah Astari; Susi Handayani
Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: JURNAL RISET EKONOMI DAN AKUNTANSI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jrea-itb.v4i1.3973

Abstract

This study empirically investigates how the degree of transparency in sustainability reporting influences earnings management practices among listed companies in Indonesia's energy sector on the Indonesia Stock Exchange, covering the period from 2021 to 2024. Grounded in three theoretical perspectives Agency Theory, Stakeholder Theory, and Legitimacy Theory this study argues that when companies disclose their sustainability information more comprehensively, management's capacity to manipulate reported earnings becomes increasingly constrained, owing to reduced information asymmetry and heightened external scrutiny. The independent variable is measured through the Sustainability Reporting Disclosure Index (SRDI), constructed based on the GRI Standards 2021, while earnings management is proxied by the absolute value of discretionary accruals derived from the Modified Jones Model. Firm size and leverage are incorporated as control variables. Using purposive sampling, 32 companies were selected, generating a total of 128 observations. The data were analysed through panel data regression employing a Random Effects Model with White's cross-section robust standard errors. The results reveal that sustainability reporting transparency does not exert a statistically significant effect on earnings management. This finding suggests that, within Indonesia's energy sector, sustainability reporting tends to function more as a legitimacy-seeking tool rather than a genuine expression of corporate transparency. Firm size was found to have a significant negative effect on earnings management, whereas leverage did not demonstrate a meaningful influence. This study contributes to the growing body of literature examining the relationship between sustainability reporting and earnings management, with particular relevance to the energy sector in the Indonesian context.