Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENDAPATAN DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP MINAT GENERASI Z DI SURABAYA DALAM BERINVESTASI DI BURSA EFEK INDONESIA Diva Syaiful Anggraeni; Nur Rouf Rizqi Ramadhani; Lukas Eric Danutirtho
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1400

Abstract

Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari tingkat pendapatan dan literasi keuangan terhadap minat generasi Z di Surabaya dalam berinvestasi di Bursa Efek Indonesia. Generasi Z dipilih untuk menjadi objek penelitian karena mereka merupakan kelompok usia produktif yang memiliki potensi dalam pengembangan pasar investasi di masa yang akan datang. Sebagai generasi yang tumbuh dia era digitalisasi, generasi Z memiliki akses yang luas terhadap informasi termasuk dalam hal keuangan dan investasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitaif dengan metode survei.  Data dari penelitian ini diperoleh melalui survei terhadap 100 responden dengan metode purposive sampling, yang menargetkan individu generasi Z dengan umur 18 – 27 tahun dan sudah memiliki penghasilan khususnya di wilayah Surabaya provinsi Jawa Timur. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang digunakan untuk mengukur tiga variabel utama yaitu, mencakup variabel tingkat pendapatan (X1), literasi keuangan (X2), dan minat berinvestasi (Y). Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh simultan (bersama-sama) atau parsial (tersendiri) dari kedua variabel independen terhadap variabel dependen. Validitas instrumen diuji menggunakan korelasi item – total corrected, sedangkan reliabilitas diukur dengan Cronbac’s Alpha. Dari beberapa uji yang dilakukan, hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat pendapatan serta literasi keuangan secara simultan memiliki pengaruh terhadap minat generasi Z untuk berinvestasi. Secara parsial, literasi keuangan terbukti menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan tingkat pendapatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat menjadi strategi yang tepat untuk mendorong minat investasi di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, temuan ini diharapkan dapat membantu membuat kebijakan serta institusi keuangan dalam merancang program edukasi dan promosi investasi yang sesuai untuk generasi Z.
ESG sebagai Retorika Tata Kelola Korporat: Praktik Social Washing dan Greenwashing dalam Kasus Lumpur Lapindo: ESG as Corporate Governance Rhetoric: Social Washing and Greenwashing Practices in the Lapindo Mud Case Indira Ayu Fitria; Melinda Puspita Devi; Lukas Eric Danutirtho; Rohmawati Kusumaningtias
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7643

Abstract

Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin populer sebagai indikator keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan. Namun, tidak semua implementasi ESG mencerminkan komitmen nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ESG digunakan sebagai alat pencitraan oleh PT Lapindo Brantas melalui praktik greenwashing dan social washing dalam kasus semburan lumpur Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur, mengkaji laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta referensi akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Lapindo Brantas lebih menekankan pencitraan sosial dan lingkungan dibandingkan tindakan nyata, yang terlihat dari pelaksanaan program tanggung jawab sosial yang tidak konsisten dan pengelolaan lingkungan yang tidak sesuai prosedur. Tindakan ini mencerminkan strategi simbolik untuk mempertahankan legitimasi publik, namun justru memperkuat ketidakpercayaan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pencapaian legitimasi tidak dapat dibangun hanya melalui retorika, tetapi memerlukan konsistensi antara klaim dan tindakan nyata. Penelitian ini penting untuk menyoroti perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap penerapan ESG dan mendorong perusahaan agar lebih transparan dan bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.