Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN KUALITATIF PENGARUH KOMBINASI OLEUM LEMONGRASS, OLEUM CITRI, DAN OLEUM ANISI TERHADAP PREFERENSI PENGGUNA SEDIAAN AROMATERAPI Agustina, Lia; Tiyas, Widya; Candra, Sofita; Wahyuni, Ismiy; Sabban, Indra; Soehartono, David Raditya
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.113

Abstract

Latar belakang: Aromaterapi merupakan praktik pengobatan komplementer yang menggunakan minyak esensial untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental. Di Indonesia, popularitas aromaterapi berkembang pesat, khususnya dalam bentuk produk praktis seperti roll-on, yang memudahkan pengguna untuk merasakan manfaat aromaterapi kapan saja. Tujuan: Penelitian ini diharapkan dapat mengungkap respons pengguna terhadap kombinasi minyak-minyak tersebut serta faktor-faktor yang memengaruhi preferensi mereka dalam menggunakan aromaterapi. Metode: Komposisi minyak telon terdiri dari Oleum Cajuputi, Oleum Cocos, dan Oleum Anisi. Pada penelitian ini dalam formulasi 4 menggunakan minyak biji anggur sebagai Corrigens odoris. Sediaan aromaterapi yang sudah dibuat dilakukan uji kesukaan. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terkait penerimaan aroma dari empat formulasi (F1, F2, F3, dan F4), tampak bahwa F1 dan F2 memiliki tingkat penerimaan yang lebih tinggi oleh panelis dibandingkan dengan F3 dan F4. Mayoritas panelis memberikan penilaian Suka dan Sangat Suka untuk aroma pada formulasi F1 dan F2. Simpulan: Penerimaan aroma oleh panelis sangat dipengaruhi oleh kombinasi minyak esensial yang digunakan dalam formulasi aromaterapi. Komposisi yang lebih seimbang seperti pada F1 dan F2 lebih diterima oleh panelis, sedangkan formulasi yang mengandung aroma lebih tajam seperti pada F3 dan F4 cenderung menghasilkan variasi preferensi.
Anticoagulant Activity and Gel Formulation of Black Garlic (Allium sativum Linn.) Extract Agustina, Lia; Prameswari, Dinasty Isna; Yuliati, Ninis; Lestari, Tri Puji; Soehartono, David Raditya
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 8 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v8i1.8185

Abstract

Bruising or contusion can cause pain, discomfort, and aesthetic concerns that may affect phy­sical function and overall quality of life. Therefore, topical anticoagulants are needed as a targeted therapy to improve local circulation and accelerate tissue repair and recovery. However, limitations of conven­tional anticoagulants highlight the need for safer alternatives, with black garlic emerging as a promising natural source of anticoagulant bioactive compounds. This study aimed to evaluate the in vitro anticoagu­lant activity of black garlic and determine the influence of different extract concentrations on the physi­cal characteristics of gel formulations. The experimental design utilized the Lee-White method to observe blood clotting time. Gel preparations containing black garlic at concentrations of 2.5%, 5.0%, and 20.0% were formulated and evaluated for organoleptic properties, homogeneity, pH, adhesion, spreadability, vis­cosity, and irritation. The anticoagulant activity assay revealed a concentration­dependent increase in anticoagulant activity, with the 20% formulation showing the most pronounced effect. The results showed that all three concentrations exhibited anticoagulant effects. Statistical analysis using the Kruskal–Wallis revealed significant differences (p < 0.05), indicating varying anticoagulant activity among formulations. Physical evaluation showed that increasing extract concentration significantly affected pH, organoleptic properties, and viscosity, with pH ranging from 5.50–6.19, spreadability 5.75–6.36 cm, and adhesion 5.06– 5.32 s, while all formulations remained homogeneous, non-irritating, and exhibited decreased viscosity at higher concentrations (F3 was below standard). Overall, black garlic extract demonstrated potential as an anticoagulant agent in topical formulations.