Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi gizi seimbang, penilaian status gizi dan kualitas hidup lansia Tingginehe, Rosmin Mariati; Pariaribo, Konstantina; Zamuli, Habibi
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v6i2.2091

Abstract

The elderly are a vulnerable group that often faces nutritional problems and a declining quality of life, especially in remote areas such as Keerom Regency. The lack of balanced nutrition education and inadequate health interventions are the main challenges in improving the well-being of the elderly. This community service activity aims to fill that gap by enhancing the elderly's knowledge about balanced nutrition, assessing their nutritional status, and evaluating their quality of life at Yaturaharja Posyandu, within the work area of Arso Barat Health Center. Nutrition education was provided through a question-and-answer method and interactive games to ensure active participation of the elderly. In addition, nutritional status was assessed using anthropometric measurements, and quality of life was evaluated using the WHOQOL-BREF questionnaire, which covers four domains: physical health, psychological well-being, social relationships, and environment. Out of 120 registered elderly, 54 participated in the activity. The results showed that the elderly's knowledge of balanced nutrition remained low, with 70% of participants unable to answer questions correctly. Furthermore, 70% of the elderly had a low Body Mass Index (BMI), indicating malnutrition problems. While the physical health and environmental aspects were relatively good, social relationships remained a challenge for the majority of the elderly. This activity highlights the importance of sustainable interventions, with practical recommendations such as continued nutrition education, additional nutritional interventions, and enhancing social activities for the elderly. Cross-sector collaboration is expected to strengthen this program and improve the quality of life for the elderly in the future.
Optimalisasi Cakupan UHC (Universal Health Coverage) Melalui Edukasi JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Juniasti, Helen Try; Batmanlusi, Karel; Zamuli, Habibi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i1.2290

Abstract

BPJS (badan penyelenggaraan jaminan sosial) kesehatan tetap menghadapi potensi terjadinya penurunan cakupan kepesertaan JKN khususnya pada peserta JKN mandiri/ non-PBI (peserta bukan penerima bantuan iuran). BPJS kesehatan melakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi hal tersebut dengan berinovasi menyediakan kanal aplikasi mobile-JKN untuk memberikan kemudahan peserta mengakses pelayanan JKN. Sebagai upaya mempertahankan dan mendorong peningkatan cakupan peserta JKN Tim Pengabdian Pada Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih Bertujuan melakukan edukasi dan simulasi penggunaan aplikasi mobile JKN. Metode Kegiatan edukasi tentang JKN melalui ceramah dan diskusi sementara kegiatan penggunaan aplikasi Mobile-JKN melalui simulasi langsung diikuti oleh peserta. Hasil kegiatan edukasi masyarakat kampung Yoka Distrik Heram dihadiri oleh 30 orang peserta. Peserta didominasi dengan jenjang pendidikan SMA sebanyak 77%, peserta yang ikut menjadi kepesertaan JKN cukup banyak mencapai 70%, terdapat peserta yang belum pernah memperoleh informasi tentang mobile JKN 33%. Kesimpulan Setelah di lakukan edukasi dan simulasi mobile JK menunjukkan peningkatan pengetahuan dan mampu mengoperasikan aplikasi Mobile JKN.
EDUKASI DAMPAK NEGATIF KEBIASAAN MEROKOK DIKALANGAN PELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Zamuli, Habibi; Batmanlusi, Karel; Arwimbar, Petrus Yohanes Ismail; Tappy, Melkior; Ayu, Nurul Fitri; Fajriani, Suci
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38215

Abstract

Abstrak: Meningkatkan prevalensi merokok pada generasi muda Indonesia memerlukan perhatian serius mengingat dampak buruk terhadap kesehatan jangka panjang. Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2019 menunjukkan 4 dari 10 siswa usia 13–15 tahun pernah mencoba tembakau, dengan mayoritas memperoleh rokok melalui toko (76,6%), warung (71,3%), dan kios (71,3%) serta membeli secara batangan (60,6%). Situasi tersebut menggambarkan betapa mudahnya akses rokok dilingkungan pelajar. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan pelajar tentang dampak negatif merokok melalui metode penyuluhan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilakukan di SMP Yayasan Pendidikan Kristen Efata, Kampung Wakde 1, melibatkan 26 pelajar SMP. Evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest dengan hasil memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari 30,76% menjadi 58,76%. Strategis kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan siswa efektif mendukung penguatan pengawasan dan pencegahan perilaku merokok.Abstract: The increasing prevalence of smoking among Indonesia's young generation requires serious attention given its negative long-term health impacts. Data from the 2019 Global Youth Tobacco Survey (GYTS) shows that 4 out of 10 students aged 13–15 years old have tried tobacco, with the majority obtaining cigarettes through shops (76.6%), stalls (71.3%), and kiosks (71.3%) and as well as buying them individually (60.6%). This situation illustrates how easy access to cigarettes is in the student environment. The activity aims to increase students' knowledge about the negative impacts of smoking through educational and participatory counseling methods. The activity was carried out at the Efeta Christian Education Foundation Junior High School, Kampung Wakde 1, involving 26 junior high school students. Evaluation using pretest and posttest questionnaires with results showing that there was an increase in knowledge from 30.76% to 58.76%. Collaborative strategies between schools, parents, and students effectively support the strengthening of supervision and prevention of smoking behavior.
Pelatihan Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan di SMA YPPK Taruna Bakti Waena Arwimbar, Petrus Y.I.; Zamuli, Habibi; Bantmanlusi, Karel
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i4.1042

Abstract

Pendidikan kesehatan tanggap emergency of first aid pada cedera bermanfaat mencegah terjadinya cedera di lingkungan sekolah. Salah satu tujuan dari program pendidikan kesehatan di lingkungan sekolah yakni suatu   upaya untuk memperkuat pengetahuan, sikap, dan keterampilan guna mencegah dan memperoleh tindakan yang tepat terhadap cedera. Sekolah merupakan suatu objek tempat yang cukup rasional terhadap risiko lingkungan, karena memiliki berbagai ancaman, diantaranya yaitu faktor keselamatan biologis, jasmaniah, kimia dan bahaya   kesehatan mental. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan Pelatihan tentang pertolongan pertama pada Koran Kecelakaan di SMA YPPK Taruna Bhakti. Metode yang digunakan adalah metode Pelatihan, Praktek dan tanya jawab yang dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap penyelesaian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik, baik dari aspek teori maupun praktik. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan hasil pengetahuan berdasarkan pre-test dan post-test. Sebelum pelatihan, persentase siswa dan siswi dengan tingkat pengetahuan baik sebesar 48%, cukup baik 45%, dan kurang baik 7%. Setelah pelatihan, persentase meningkat menjadi 70% untuk kategori baik, 26% cukup baik, dan hanya 4% kurang baik dari total 27 siswa dan siswi yang berpartisipasi dalam kegiatan. Kegiatan pelatihan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dan siswi dalam pertolongan pertama pada korban kecelakaan di lingkungan sekolah dan bahkan dilingkungan masyarakat. Untuk menjaga dan memastikan pemahaman dan pengetahuan siswa dan siswi dalam pertolongan pertama pada kecelakaan diperlukan pendampingan dan evaluasi secara berkesinambungan agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.