Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifkasi Gambaran Mikroskopis Epitel Mulut Pada Perokok Aktif di RW 25 Sendangmulyo Adelia, Wanda; Nuroini, Fitri
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok menjadi aktivitas yang sering di jumpai di masyarakat. Rokok mengandung 100 senyawa yangbersifat pemicu timbulnya kanker seperti kanker mulut dikarenakan rongga mulut menjadi tempat utamapenyerapan zat hasil pembakaran rokok yang dapat mengakibatkan iritasi dan kondisi patologis. Iritasiyang berlangsung terus menerus dapat mengakibatkan penebalan jaringan mukosa mulut dan menyerangsel-sel epitel. Perubahan pada sel epitel mulut tersebut dapat di deteksi dini dengan melakukan sitologieksfoliatif rongga mulut dengan pewarnaan papanicolaou. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuigambaran mikroskopis epitel mulut pada perokok aktif menggu nakan pewarnaan papanicolaou di RWSendangmulyo. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden dengan metode buccal swab,preparat diamati dalam 10 lapang pada perbesaran 400x. Hasil penelitian dari 30 responden didapatkanmasing-masing 10 responden (33%) kategori perokok usia remaja dan dewasa dengan skor 1 yaitu ukuraninti sel tidak besar, dinding sel tidak tebal, dan tidak mengalami perubahan bentuk sel. Kategori usialansia sebanyak 10 responden (33%) dengan skor 2 yaitu ukuran inti sel besar, dinding sel tebal, danterdapat perubahan bentuk sel. Kategori merokok kurang dari 10 tahun sebanyak 20 responden (67%)dengan skor 1 yaitu ukuran inti sel tidak besar, dinding sel tidak tebal, dan tidak mengalami perubahanbentuk sel dan kategori merokok lebih dari 10 tahun sebanyak 10 responden (33%) dengan skor 2 ukuraninti sel besar, dinding sel tebal, dan terdapat perubahan bentuk sel sehingga dapat disimpulkan bahwapada epitel mulut perokok lansia dan telah merokok lebih dari 10 tahun telah terjadi metaplasia yaituperubahan jenis sel dari dari satu jenis epitel menjadi jenis epitel lain yang tidak normal.Kata kunci : Epitel Mulut, Perokok Aktif, Buccal Swab, Pewarnaan Papanicolaou.
Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Tn. H dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular Akibat Congestive Heart Failure dan Chronic Kidney Disease dengan Penerapan Intervensi Posisi Semi Fowler terhadap Peningkatan Oksigenasi di Ruang ICU Oetomo Hospital Tahu Adelia, Wanda; Manalu, Lisbet Octovia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Jantung kongestif merupakan kurangnya fungsi pompa jantung yang menyebabkan kongesti akibat cairan di paru dan jaringan perifer yang merupakan hasil akhir yang sering terjadi pada banyak proses penyakit jantung. Gagal jantung kongestif terdapat pada sekitar 3 juta orang di Amerika serikat dan lebih dari 400.000 kasus baru dilaporkan setiap tahun. Gambaran klinis bervariasi untuk setiap pasien, tanda dan gejala bergantung pada seberapa cepat gagal jantung terjadi dan apakah hal tersebut mengenai ventrikel kiri, kanan, atau kedua nya (McPhee & Ganong, 2018) The study purpose: menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem kardiovaskular akibat congestive heart failure (CHF) dengan penerapan intervensi posisi Semi Fowler terhadap peningkatan oksigenasi di ruang ICU Oetomo Hospital. Materials and methods: Penelitian ini menggunakan metode kasus deskriptif pada satu pasien dengan diagnosis Congestive Heart Failure (CHF) yang dirawat di ruang ICU Oetomo Hospital. Subjek penelitian adalah Tn. H berusia 73 tahun yang mengalami keluhan sesak napas. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa pemberian posisi Semi Fowler dengan elevasi kepala tempat tidur sekitar 150-450 untuk memantu meningkatkan ekspansi paru dan mengurangi kerja pernapasan terhadap peningkatan oksigenasi. Observasi dilakukan terhadap perubahan frekuensi napas, saturasi oksigen, dan tingkat kenyamanan pasien sebelum dan setelah intervensi. Data dikumpulkan melalui pengkajian langsung, observasi tanda-tanda vital, dan dokumentasi keperawatan selama periode perawatan pasien Results: Setelah intervensi berupa posisi Semi Fowler diberikan kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan penurunan keluhan sesak napas, saturasi oksigen mengalami peningkatan, serta peningkatan kenyamanan pasien saat bernapas. Conclusions: Penerapan posisi Semi Fowler dapat membantu meningkatkan oksigenasi dan mengurangu sesak napas pada pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF). Intervensi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang sederhana dan efektif untuk mendukung fungsi pernapasan pada pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF)