Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEVALIDAN PAKET PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING BIOLOGI SMA KELAS XI Panennungi, Paewa; Adnan, Adnan; Palenneri, Muhiddin
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i1p110-116

Abstract

Abstrak. Analisis Kevalidan Paket Pembelajaran Blended Learning Biologi SMA Kelas XI. Perangkat ajar pembelajaran bauran dikembangkan berdasarkan kaidah kevalidan untuk mencapai bentuk pembelajaran ideal. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui validitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Blended Learning Biologi SMA Kelas XI, (2) mengetahui validitas Lembar Kerja Peserta Didik Blended Learning Biologi SMA Kelas XI, dan (3) mengetahui validitas Learning Management System (LMS) Blended Learning Biologi SMA Kelas XI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah validator ahli yang berasal dari Program Pascasarjana S2 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Makassar. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa (1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Blended Learning Biologi SMA Kelas XI dinyatakan Sangat Valid, (2) Lembar Kerja Peserta Didik Blended Learning Biologi SMA Kelas XI dinyatakan Sangat Valid, dan (3) Learning Management System (LMS) Blended Learning Biologi SMA Kelas XI dinyatakan Sangat Valid. Abstract. Validity Analysis of Package Blended Learning in Grade XI High School Biology. Blended learning instructional materials were developed based on the principles of validity to achieve an ideal learning format. The objectives of this research were (1) to determine the validity of the Blended Learning Lesson Plan in Grade XI High School Biology, (2) to determine the validity of the Student Workbook in Blended Learning Biology for Grade XI High School, and (3) to determine the validity of the Learning Management System (LMS) in Blended Learning Biology for Grade XI High School. This research used a descriptive research design. The research subjects consisted of expert validators from the Postgraduate Program in Biology Education, State University of Makassar. The results of the research showed that (1) the Blended Learning Implementation Plan in Grade XI High School Biology was deemed highly valid, (2) the Student Worksheets in Blended Learning Biology for Grade XI High School were deemed highly valid, and (3) the Learning Management System (LMS) in Blended Learning Biology for Grade XI High School was deemed highly valid.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMA NEGERI 2 TOPOYO Yunus, Muh Rizal Kurniawan; Hakim, Sufyan; M. Irfan; Panennungi, Paewa; Syamsiara Nur
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 7 No 2 (2025): BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bioma.v7i2.5431

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran inkuiri di kelas XI A SMA Negeri 2 Topoyo. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 siswa pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Instrumen penelitian berupa angket kemandirian belajar dan lembar observasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian belajar dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, sebagian besar siswa berada pada kategori sedang (36,85%) dan 21,05% berada pada kategori sangat rendah, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,08 (kategori rendah). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, kemandirian belajar meningkat signifikan, ditandai dengan 26,32% siswa berada pada kategori sangat tinggi dan 52,63% pada kategori tinggi. Nilai rata-rata N-Gain juga meningkat menjadi 0,47 yang termasuk kategori sedang. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa, bahkan di sekolah dengan keterbatasan sarana. Dengan demikian, pembelajaran berbasis inkuiri direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan sebagai strategi mengembangkan keterampilan belajar mandiri pada jenjang pendidikan menengah.