Background: Capacity building for Integrated Health Post cadres is crucial to support Primary Service Integration in Malang City. However, as of 2024, training and assessment of basic cadre skills have not been fully implemented. This is partly due to the lack of a platform for recording cadre assessments, which currently uses inefficient manual methods. Purpose: To develop the digitalization of the database information system for assessing 25 basic capabilities of integrated service post cadres. Method: Research and Development (R&D), including needs analysis, media design, validation, revision, and pilot testing. The sample for this study was 37 health promotion officers from 16 community health centers in Malang City. Results: Media validation by experts demonstrated very high feasibility (96.25%), while large-group testing demonstrated an average feasibility of 80.98%. This database enables real-time, accurate, and integrated data recording, facilitating monitoring, verification, and decision-making. Conclusion: The cadre assessment database is feasible and can significantly improve the efficiency and effectiveness of integrated health post cadre training, as well as support the achievement of Primary Service Integration targets in Malang City. Suggestion: Revalidation of the calculation formulas in the database is necessary to ensure data accuracy. Further research is recommended to assess the long-term effectiveness of this digital medium by comparing conditions before and after digitization. Keywords: 25 Basic Skills; Assessment Database; Digitalization; Integrated Health Post Cadres; Information Systems. Pendahuluan: Peningkatan kapasitas kader Posyandu menjadi penting untuk mendukung Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kota Malang. Namun, hingga 2024, pelatihan dan penilaian kemampuan dasar kader belum sepenuhnya berjalan optimal. Hal ini terjadi salah satunya karena belum tersedianya media untuk melakukan pencatatan penilaian kader yang selama ini masih menggunakan metode manual yang tidak efisien. Tujuan: Untuk mengembangkan digitalisasi sistem informasi database penilaian 25 kemampuan dasar kader posyandu. Metode: Research and Development (R&D), yang mencakup analisis kebutuhan, desain media, validasi, revisi, hingga uji coba. Sampel dari penelitian ini adalah petugas promosi kesehatan dengan jumlah 37 responden dari 16 puskesmas di Kota Malang. Hasil: Validasi media oleh para ahli menunjukkan kelayakan yang sangat tinggi (96.25%), sedangkan uji kelompok besar menunjukkan rata-rata kelayakan sebesar 80.98%. Basis data ini memungkinkan pencatatan data secara real-time, akurat, terintegrasi, serta memudahkan fungsi pemantauan, verifikasi, dan pengambilan keputusan. Simpulan: Database penilaian kader layak digunakan dan dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelatihan kader Posyandu, serta mendukung pencapaian target Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kota Malang. Saran: Perlu dilakukan validasi ulang terhadap formula perhitungan dalam database guna memastikan akurasi data. Penelitian lanjutan disarankan untuk menilai efektivitas media digital ini dalam jangka panjang dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah digitalisasi. Kata Kunci: 25 Kemampuan Dasar; Database Penilaian; Digitalisasi; Kader Posyandu; Sistem Informasi.