Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perdagangan di Bursa Karbon Indonesia: Studi Kasus Periode Semester I Tahun 2024 Zefanya, Anastasia; Sibarani, Mentiana
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 7 No. 3 (2024): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 7 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v7i3.4267

Abstract

IDX Carbon Exchange (IDXCarbon) merupakan platform pertama untuk perdagangan karbon diIndonesia. Peluncuran ini menandai langkah penting dalam upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gasrumah kaca dan memenuhi target Nationally Determined Contribution (NDC). Studi ini menggunakanmetode penelitian kuantitatif deskriptif untuk menganalisis kinerja perdagangan karbon di IDXCarbon padaSemester Pertama Tahun 2024. IDXCarbon diharapkan dapat memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim,dengan perusahaan seperti Pertamina New and Renewable Energy sebagai penjual karbon pertama yangterlibat. Data perdagangan karbon yang dianalisis meliputi volume, nilai transaksi, serta tren dan polaperdagangan yang membantu menilai efektivitas bursa karbon dalam mencapai target emisi nasional danglobal..
Comparison of Water Quality Monitoring Between Citizen Science and Researchers: A Case Study in The Bantimurung River Zefanya, Anastasia; Rahmatika, Iftita
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 4 No 6 (2025): JOSS: Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/joss.v4i6.466

Abstract

The Bantimurung River, a vital water source in the UNESCO-listed Maros Karst Area, faces increasing pollution threats from anthropogenic activities. While conventional water quality monitoring by experts is accurate, its high cost and limited scalability hinder widespread implementation, particularly in developing regions. Citizen science has emerged as a promising alternative, offering cost-effective and participatory environmental monitoring. However, questions remain about the reliability of data collected by non-experts. This study compares water quality measurements—including temperature, pH, dissolved oxygen (DO), nitrite, ammonia, and phosphate—taken by citizen scientists and professional researchers in the Bantimurung River. Data were collected at seven sampling points over four weeks, using both field test kits and laboratory analyses. Statistical methods, including Shapiro-Wilk normality tests, paired t-tests, Wilcoxon Signed-Rank tests, and linear regression, were employed to evaluate data consistency. Results revealed high accuracy for physical parameters (pH, temperature, DO), with insignificant mean differences and strong correlations (R² > 0.7). However, chemical parameters (nitrite, ammonia, phosphate) showed significant discrepancies due to limitations in portable tools and field procedures. The findings highlight the potential of citizen science for scalable monitoring of basic water quality indicators, while underscoring the need for tool calibration and laboratory validation for precise chemical analysis. This research contributes to the growing discourse on participatory environmental monitoring, offering practical insights for policymakers and conservationists. By integrating citizen science with professional methods, sustainable water quality monitoring can be achieved, balancing cost-efficiency and accuracy in ecologically sensitive areas.
Pelaksanaan Program MAMA-PAPA Menanam Malapari–Panen Porang: Misi Kolaboratif untuk Pemberdayaan dan Keberlanjutan di Lembata, NTT Bala Tifaona , Alexander Benedictus; Zefanya, Anastasia; Johnson Kennedy, Posma Sariguna; W.Nomleni, Anton Petrus; Busono , Bibin
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 8 No 3 November 2024
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v8i3.4108

Abstract

Program MAMA-PAPA (Menanam Malapari – Panen Porang) di Lembata, NTT, bertujuan mengembangkan pertanian Malapari dan Porang melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Malapari berpotensi mendukung ekonomi hijau dan mengurangi emisi gas rumah kaca karena mampu tumbuh di lahan marginal serta digunakan sebagai bahan bakar nabati dan obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendalami dan berdiskusi dengan stakeholder atau para pelaku yang melaksanakan kegiatan penanaman tanaman Malapari di Pulau Lembata, terutama dengan PT Batara dan Yayasan Anton E.T. Diharapkan, program ini akan meningkatkan pemahaman secara mendalam mengenai malapari dan manfaatnya dalam kemandirian energi, kualitas lingkungan, serta kesejahteraan ekonomi dan kesehatan masyarakat di Lembata.