Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN ARDUINO PADA SISWA SMA 1 MATARAM UNTUK MENGUKUR KADAR AMONIA DAN SUHU TUBUH VIA MODUL BLUETOOTH Sasongko, Sudi Mariyanto Al; Sultan; I Made Ginarsa; Agung Budi Mulyono; I Made Ari Nrartha
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.791 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v6i1.4562

Abstract

SMAN 1 Mataram merupakan sekolah favorit di Lombok yang menetapkan visinya: “Mencetak pribadi berakhlak mulia yang unggul dalam prestasi dan berwawasan lingkungan”. Dalam rangka mengejar peningkatan prestasi siswa, sekolah memfasilitasi berbagai kegiatan ekstrakurikuler, dan salah satunya ekstrakurikuler Ristek. Dalam rangka memonitor tingkat pencemaran lingkungan diperlukan peralatan yang dapat mengukur kadar polusi udara. Bersama Mitra (SMAN 1 Mataram) tim Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan pelatihan sistem komunikasi data dengan memanfaatkan koneksi Bluetooth untuk pengiriman data hasil pengukuran kadar amonia dan suhu tubuh ke terminal handphone. Tim pangabdian melakukan pendampingan pada siswa SMAN 1 Mataram, khususnya ekstrakurikuler Ristek. Kegiatan pendampingan diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan siswa tentang Arduino. Metode yang digunakan dengan cara menyediakan modul peraga yang bersifat bongkar pasang dan praktik langsung mengenai perangkat keras dan perangkat lunak. Berdasarkan analisis instrumen kuisioner yang sudah diedarkan, terjadi peningkatan pengetahuan nilai antara pretest dan posttest 28 peserta. Rerata nilai pretest sebesar 44,29 dengan standar deviasi 11,60. Sedangkan nilai rerata posttest sebesar 73,79 dengan standar deviasi 11,71. Kemampuan keterampilan siswa secara individu dalam kesempatan ini tidak diamati, namun secara kelompok terlihat ada tambahan skill peserta. Antusias peserta cukup baik,  ditunjukkan dengan hasil kuisioner yang menyatakan sebanyak 11 peserta atau 39,29% menginginkan pelatihan lanjutan perangkat keras dan dasar pemrograman android. Ada 2 peserta yang menginginkan pelatihan coding/scrip pemrograman.
Pelatihan dan Pendampingan Penerapan PLTS untuk Kelompok Tani Ternak Sapi di Desa Taman Ayu Sabar Nababan; Sudi Mariyanto Al Sasongko; I Made Ginarsa; Sultan Sultan; I Made Ari Nrartha; Agung Budi Mulyono; A.M. Guntur
JURNAL KARYA PENGABDIAN TEKNIK MESIN Vol. 8 No. 2 (2026): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, memiliki potensi energi surya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan energi kelompok tani ternak sapi. Namun, pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi alternatif di lokasi kandang masih terbatas, sehingga kebutuhan penerangan dan perangkat pendukung peternakan masih bergantung pada energi listrik konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani ternak sapi dalam memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 secara langsung di lokasi kandang ternak sapi kelompok tani ternak Mele Maju dan diikuti oleh 15 peserta. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan yang mencakup pengenalan komponen PLTS, pengoperasian dan pemeliharaan sistem, serta perakitan dan pemasangan lampu tenaga surya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa capaian keberhasilan kegiatan berada pada kisaran 80%, terutama pada aspek pengoperasian dan pemeliharaan PLTS. Demonstrasi menunjukkan bahwa sistem PLTS mampu mengoperasikan pompa air berkapasitas 150 W selama 1,5 jam. Selain itu, telah dipasang tiga titik lampu tenaga surya untuk penerangan di sekitar kandang ternak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan PLTS dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta serta mendukung pemenuhan kebutuhan energi untuk kegiatan peternakan. Meskipun demikian, pendampingan lanjutan masih diperlukan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem secara mandiri dan berkelanjutan.