Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL DENGAN MENCEGAH PERILAKU PERUNDUNGAN Agus Kurnia; Winny Anindya Nadi; Lia Qurnia; Zaura Intan Zaraoda; Asmara Yang Quraini; Fina Saprina
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i2.6924

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh Perundungan terhadap kesehatan mental, terutama pada siswa tingkat Sekolah Dasar. Perilaku Perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar dapat memberikan dampak terhadap mental, fisik dan pikiran siswa. Islam juga melarang perilaku perundungan sebagaimana terdapat dalam QS Al-Hujurat ayat 11. Pengabdian ini menggunakan salah satu metode penyuluhan, yaitu dengan mensosialisasikan dampak negatif perundungan terhadap kesehatan mental. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa perilaku perundungan terjadi karena keadaan fisik dan penampilan korban yang sedikit berbeda, sehingga menyebabkan terjadinya tindakan seperti menghina dan mengolok-olok dengan menjadikan hal tersebut sebagai bahan candaan. Anak-anak yang menjadi korban perundungan juga kerap memendam sendiri perasaan yang mereka rasakan tanpa berani melawan atau bercerita kepada orang yang lebih tua karena merasa takut tidak didengar. Perilaku perundungan dapat terjadi secara verbal (langsung) maupun nonverbal (tidak langsung). Perilaku perundungan secara verbal seperti mengganggu, mengancam, mempermalukan atau menyebarkan berita buruk tentang orang lain. Perundungan juga dapat terjadi di dunia maya yang memanfaatkan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, serta platform game online. Dampak yang ditimbulkan pada korban seperti depresi, menurunnya tingkat kepercayaan diri, kehilangan kemampuan bergaul dan lebih suka menyendiri, hingga memiliki keinginan untuk balas dendam. Dampak yang diperoleh oleh pelaku adalah merasa memiliki kekuasaan dan merasa memegang kendali serta semakin kehilangan rasa empati. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kognitif siswa terhadap bahaya tindakan perundungan dan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Near-Surface Characterization Using Integrated MASW and Seismic Refraction Tomography: A Scoping Review Syamsuddin Syamsuddin; Kormil Saputra; Olfi Destika; Winny Anindya Nadi; Zaura Intan Zaraoda
Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Vol 4 No 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/mikailalsys.v4i2.10504

Abstract

Subsurface characterization is essential in engineering geology, geotechnical engineering, hydrogeology, and disaster mitigation because subsurface material conditions influence soil stability, seismic response, weak-zone identification, and infrastructure suitability. This study aims to map the development, characteristics, advantages, limitations, and research gaps related to the use of Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW) and Seismic Refraction Tomography (SRT) in subsurface analysis. A scoping review approach was employed following PRISMA-ScR guidelines. Literature was obtained from ProQuest, ScienceDirect, and SpringerLink for the 2012–2026 publication period. Of the 852 articles identified, 23 studies met the inclusion criteria and were analyzed further. The findings show that MASW is effective for identifying variations in shear wave velocity (Vs), Vs30, soft layers, soil stiffness, and dynamic site response, whereas SRT is more effective for mapping compression wave velocity (Vp), layer thickness, bedrock boundaries, and lithological contrasts. The integration of MASW and SRT provides more robust subsurface interpretation, particularly in landslide, karst, landfill, sabkha, hydrogeological, and post-earthquake areas. However, several important research gaps remain, including the lack of standardized integration protocols, limited investigation depth, minimal validation with borehole data, ambiguity in integration with Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio methods, insufficient systematic modeling of water content, and the limited number of studies in tropical, swamp, and peat environments. This study contributes to near-surface geophysical research by synthesizing current evidence on MASW and SRT integration and identifying methodological priorities for improving subsurface characterization in complex geological settings.