Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BELAJAR BAHASA INGGRIS MENYENANGKAN DAN MANDIRI BERBANTUAN ARTIFICIAL INTELLEGENT UNTUK PELAJAR PEMULA Alifiah Pratiwi; Ray Suryadi; Netty Huzniati Andas; Heri Alfian; Aqzhariady Khartha; Sultan, Sultan; La Ode Hasnuddin S. Sagala
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 5: Desember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu para mahasiswa pembelajar non Bahasa Inggris di Indonesia untuk mengurangi tingkat kecemasan mereka saat berbicara di depan orang lain. Penelitian ini membantu mengembangkan suasana yang mendorong siswa untuk berlatih berbicara secara mandiri. Penelitian ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelegent (AI) dimana suasana belajar mandiri dan menyenangkan dapat diperoleh dengan menggunakan Pengenalan Ucapan Otomatis atau Automatic Speech Recognition (ASR) sehingga mahasiswa dapat berlatih berbicara secara individu tanpa merasa cemas atau tertekan, karena mereka bisa berlatih secara mandiri di depan laptop atau gadget. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pengembangan ADDIE mulai dari mengalisis kebutuhan belajar mahasiswa, Analisis Produk, Desain Produk, melakukan validasi produk Pengembangan Produk, Implementasi Produk, dan Evaluasi Produk yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk berlatih secara mandiri. Setelah produk diuji dan dipastikan berfungsi dengan baik, produk kemudian diimplementasikan kepada para peserta. Hasil pengujian pertama menunjukkan bahwa aplikasi berfungsi dengan baik sesuai dengan tujuannya. Aplikasi memberikan skor 7 (tujuh) berdasarkan ucapan pengguna. Peserta 1, 2, dan 3 menerima skor dan umpan balik mereka tanpa kendala sama sekali. Dalam hal ini, para peserta menggunakan produk di ruangan yang tenang, di mana hanya ucapan mereka yang dikenali oleh aplikasi. Sementara itu, pada pengujian kedua, aplikasi memberikan skor 0 (nol) berdasarkan ucapan pengguna. Peserta 4 menerima skor 0 (nol) pada aspek akurasi, sementara peserta 5 mendapatkan skor 0 (nol) pada aspek akurasi dan kelancaran (fluency). Produk tidak dapat mengenali masukan ucapan dengan benar, sehingga menghasilkan skor dan umpan balik yang tidak akurat. Selain belajar bahasa Inggris teknik berbasis suara ini sangat bermanfaat dalam berbagai bidang, seperti membantu penyandang disabilitas, mengemudikan mobil dengan tangan, panggilan darurat, dan banyak lagi.
Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Menengah melalui Kegiatan Pembinaan Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Rais Abin; Sultan; Bimas Reskiawan; Hariadi Syam; Netty Huzniati Andas
TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perhimpunan Ahli Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71234/tenang.v2i2.82

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Bombana pada tanggal 11–12 Oktober 2025 dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris siswa melalui kegiatan pembinaan yang bersifat interaktif dan partisipatif. Kegiatan ini diinisiasi oleh dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sembilanbelas November Kolaka dengan melibatkan dua orang dosen, dua mahasiswa, dan didampingi oleh dua guru bahasa Inggris dari sekolah mitra. Sebanyak 45 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini, terdiri atas 20 siswa kelas X dan 25 siswa kelas XI. Permasalahan utama yang dihadapi sekolah mitra adalah rendahnya motivasi belajar dan rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris, yang dipengaruhi oleh keterbatasan kesempatan berlatih serta persepsi bahwa bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sulit. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyampaian materi motivasi belajar, diskusi kelompok, dan praktik berbicara dalam konteks komunikatif dengan pendekatan humanistik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi siswa selama proses pembinaan, munculnya keberanian untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris, serta terbentuknya sikap positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pengembangan motivasi belajar bahasa Inggris di kalangan siswa sekolah menengah.