p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Missio Ecclesiae
Leiwakabessy, Theresya Maritza
Institut Injil Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian tentang Pentingnya Kualifikasi Keahlian Seorang Gembala Sidang dalam Melaksanakan Pelayanan Pastoral berdasarkan Surat Titus Nap, John Jonathan; Leiwakabessy, Theresya Maritza; Suripatty, Legia
Missio Ecclesiae Vol 13 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i2.306

Abstract

Tugas pastoral yang dilaksanakan oleh seorang penatua atau yang juga dikenal sebagai penilik jemaat oleh rasul Paulus, disebut sebagai ‘pekerjaan yang indah’ (1 Tim. 3:1), namun mengandung tanggungjawab yang besar. Ada tiga kualifikasi yang perlu di kembangkan oleh seorang penatua (gembala sidang) agar tugas yang diembannya dapat berjalan dengan baik yaitu kualifikasi spiritual (moral dan etika), kualifikasi intelektual (akademis/pengetahuan) dan kualifikasi keahlian (keterampilan). Oleh karena banyak kajian telah dilakukan untuk membahas pentingnya kualifikasi spiritual dan kualifikasi intelektual dari seorang penatua berdasarkan surat-surat pastoral, maka penelitian ini dilakukan secara khusus untuk membahas pentingnya kualifikasi keahlian bagi seorang penatua berdasarkan Surat Paulus kepada Titus. Penelitian ini juga akan fokus kepada Titus akan menjadikannya sebagai model pemimpin rohani dengan kualifikasi keahlian yang memadai yang membuat ia efektif dalam penggembalaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui langkah-langkah biblical hermeneutic. Seorang gembala sidang tidak cukup hanya memiliki kualifikasi spiritual dan intelektual tetapi perlu mengembangkan diri dengan kualifikasi keahlian sehingga terampil dalam menangani pelayanan pastoral yang dipercayakan kepadanya.
Konseling Virtual dan Kehadiran Allah yang Tidak Terbatas: Refleksi dari Kitab Mazmur 139 Theresya Maritza Leiwakabessy
Missio Ecclesiae Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v15i1.522

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah merevolusi praktik konseling, beralih dari interaksi fisik ke ruang virtual, terutama sejak pandemi Covid-19. Meskipun menawarkan aksesibilitas dan privasi bagi jemaat maupun rohaniawan, konseling virtual menghadapi tantangan etis, keamanan data, serta keterbatasan keintiman emosional akibat hilangnya syarat nonverbal. Artikel ini bertujuan untuk menyintesis praktik konseling virtual dengan refleksi teologis berdasarkan Mazmur 139 guna memahami bagaimana kehadiran Allah yang maha hadir (omnipresen) memperkaya dan mengkritisi pelayanan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksegesis terhadap Mazmur 139 untuk menggali makna teologis dari kata-kata kunci Bahasa Ibrani terkait kemahatahuan dan kehadiran Allah. Hasil eksegesis kemudian dianalisis secara tematik untuk dikaitkan dengan konteks konseling virtual. Studi ini menunjukkan bahwa Mazmur 139 memberikan landasan teologis yang kokoh bagi konseling virtual; ruang digital bukanlah area yang terpisah dari kedaulatan Allah. Sifat Allah yang omniscien dan omnipresen menjamin bahwa keintiman dan transformasi spiritual tetap dapat terjadi melampaui batasan geografis. Kejujuran emosional yang difasilitasi oleh ruang virtual selaras dengan ruang kejujuran dalam Mazmur dimana Allah hadir sebagai pendengar yang intim. Kesimpulannya, kehadiran Allah adalah jaminan utama keberhasilan konseling virtual, mendorong pertumbuhan spiritual melalui introspeksi meskipun terdapat keterbatasan jarak fisik.