Tugas pastoral yang dilaksanakan oleh seorang penatua atau yang juga dikenal sebagai penilik jemaat oleh rasul Paulus, disebut sebagai ‘pekerjaan yang indah’ (1 Tim. 3:1), namun mengandung tanggungjawab yang besar. Ada tiga kualifikasi yang perlu di kembangkan oleh seorang penatua (gembala sidang) agar tugas yang diembannya dapat berjalan dengan baik yaitu kualifikasi spiritual (moral dan etika), kualifikasi intelektual (akademis/pengetahuan) dan kualifikasi keahlian (keterampilan). Oleh karena banyak kajian telah dilakukan untuk membahas pentingnya kualifikasi spiritual dan kualifikasi intelektual dari seorang penatua berdasarkan surat-surat pastoral, maka penelitian ini dilakukan secara khusus untuk membahas pentingnya kualifikasi keahlian bagi seorang penatua berdasarkan Surat Paulus kepada Titus. Penelitian ini juga akan fokus kepada Titus akan menjadikannya sebagai model pemimpin rohani dengan kualifikasi keahlian yang memadai yang membuat ia efektif dalam penggembalaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui langkah-langkah biblical hermeneutic. Seorang gembala sidang tidak cukup hanya memiliki kualifikasi spiritual dan intelektual tetapi perlu mengembangkan diri dengan kualifikasi keahlian sehingga terampil dalam menangani pelayanan pastoral yang dipercayakan kepadanya.
Copyrights © 2024