Arjuna, Piki
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal And Economic Impact Of The Boycott Of Israel Supporting Products Against Indonesia As A Result Of The Israel-Hamas War Agustina, Reni; Rodliyah, Nunung; Nuraini, Nuraini; Arjuna, Piki; Martinouva, Rissa Afni
Jurnal Hukum Malahayati Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Malayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan tekonologi perlu disikapi oleh institusi hukum seperti Mahkamah Konstitusi. Salah satu solusi yang muncul adalah mengadopsi persidangan jarak jauh yang mengubah cara tradisional mereka dalam memutuskan kasus-kasus yang kompleks. Penelitian ini untuk menganalisa Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Persidangan Jarak Jauh. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan yang sumber datanya dari buku dan artikel ilmiah. Penelitian ini menemukan bahwa persidangan jarak jauh telah membawa berbagai manfaat signifikan bagi Mahkamah Konstitusi dalam menjalankan fungsi mereka sebagai penjaga keadilan konstitusional seperti aksesibilitas yang lebih luas, efisiensi operasional, fleksibilitas waktu, keamanan, dan pengurangan dampak lingkungan. Namun, persidangan jarak jauh juga menghadapi kendala yakni masalah infrastruktur teknologi, keamanan dan privasi data serta kendala teknis seperti gangguan koneksi internet, masalah perangkat lunak, atau kegagalan sistem dapat mengganggu kelancaran persidangan. Masalah tersebut dapat mempengaruhi efisiensi. Sedangkan dalam fikih siyasah, kehadiran di hadapan hakim tidak hanya merupakan kewajiban prosedural, tetapi juga mencerminkan adab dan sikap hormat terhadap keadilan. Meskipun demikian, fikih siyasah juga mengakomodasi prinsip keberlakuan (istihsan) yang memungkinkan interpretasi dan penyesuaian terhadap kondisi-kondisi kontemporer, termasuk penggunaan teknologi dalam proses hukum. Asalkan prinsip-prinsip keadilan dan keadaban dipatuhi. Penggunaan teknologi harus dikelola dengan bijaksana untuk memastikan bahwa tujuan dari sistem peradilan untuk menyediakan keadilan yang adil dan merata dapat tercapai dengan baik.
Enforcement Comparison Law To Marijuana Drug Abuse In Indonesia And Canada Ammartsena, Amonrat; Awabin, Soviq; Arjuna, Piki; Mashanda, Pasya Ayu; Wibowo, Prasetio Agung; Sinta, Pina Endriyan
Jurnal Hukum Malahayati Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jhm.v6i2.23864

Abstract

Enforcement law to abuse narcotics type marijuana show difference fundamental between Indonesia and Canada. In Indonesia, marijuana categorized as narcotics group I, with enforcement law of a nature repressive and focused on prevention as well as eradication use and distribution. Sanctions applied covers punishment harsh prison terms and high fines. In Canada, on the other hand, marijuana has legalized For use medical and recreational under cannabis act since 2018. Policy in Canada is more emphasize on regulation, reduction danger, and health society, with enforcement law directed at production and distribution illegal outside framework existing regulations. This study aims to analyze the comparative law enforcement against marijuana abuse in Indonesia and Canada. Using a qualitative descriptive method, this study presents the results related to the legal policies in force in both countries. In Indonesia, marijuana is classified as a class I narcotic based on Law No. 35 of 2009, with a strict legal approach without tolerance. Meanwhile, in Canada, marijuana is legalized through the 2018 Marijuana Act, with a policy that prioritizes legality and rehabilitation. Although the two countries have different approaches, both use positive law as the basis for imposing sanctions. Based on study This obtained conclusion namely Indonesia and Canada have different and similar views regarding law enforcement regarding the abuse of narcotics such as marijuana, apart from that it is different from Indonesia, Canada in enforcing the law on marijuana abuse actually issued the Cannabis Act as a form of legalization of marijuana narcotics, the Cannabis Legalization Act (The Cannabis Act). From this conclusion, the author can provide advice that Indonesia needs to continue to develop legal policies that not only emphasize severe punishment but also consider aspects of rehabilitation for drug abusers, in addition there is a program to adopt several approaches implemented in Canada, such as strengthening rehabilitation programs for marijuana abusers, can be an effective alternative in handling drug abuse cases. Kata Kunci : Law Enforcement, Drug Abuse, Marijuana