Firmansyah, Rony Suhada
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan antara sanitasi lingkungan dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita Firmansyah, Rony Suhada; Elina, Mia
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i1.1394

Abstract

Latar Belakang: Pravalensi stunting di Indonesia tahun 2021 adalah 24,4%, di provinsi jawa barat tahun 2021 mencapai 24,5%, kota cirebon tahun 2021 masuk dalam kelompok tertinggi ke 3 dengan angkat 30,6% danĀ  disribusi stunting dengan angka tertinggi di Kota cirebon pada tahun 2022 terletak diwilayah kerja puskesmas sitopeng sebesar 11,91%.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif melalui rancangan korelational dan cross sectional. Teknik Sampling pada penelitian ini memakai simple random sampling pada sasaran 73 balita stunting. Penelitian menggunakan lembar kuesioner. Untuk menganalisa hasil penelitian menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Terdapat hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita (p value=0,001) dengan kekuatan hubungan rendah (coefficient rellation= 0,370). Terdapat hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita (p value=0,000), dengan kekuatan hubungan yang sedang (coefficient rellation=0,497).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon Tahun 2023.
GAMBARAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) SELAMA MASA COVID-19 DI DESA CILEULEUY KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN Firmansyah, Rony Suhada; Krisnawati, Euis
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.861

Abstract

Latar belakang : COVID-19 sudah dideklarasikan sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat secara Global (Global Public Health Emergency) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 30 Januari 2020. Data terbaru yang diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada tanggal 30 Juni menunjukkan total kasus positif corona di Indonesia kini mencapai 25.216 pasien dan angka ini terus bertambah setiap harinya. Salah satu cara yang mudah untuk mencegah tertularnya Covid-19 ini adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran perilaku cuci tangan pakai sabun pada masyarakat di desa Cileuleuy. Metode : Jenis penelitian ini adalah desain deskriptif analitik sederhana dengan populasi masyarakat desa Cileuleuy dan sampel yang berjumlah 100 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling, teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis statistik dengan menggunakan univariat. Hasil : Analisis univariat menunjukkan dari 100 responden yang mencuci tangan setiap waktu hanya 43 orang (43%), 63 responden (63%) mencuci tangan menggunakan sabun dan 37 responden (37%) mencuci tangan menggunakan sabun dan hand sanitizer, dan hanya 39 responden (39%) melakukan cuci tangan dengan sempurna. Simpulan : Perilaku cuci tangan pakai sabun pada masyarakat masih rendah, masyarakat masih belum terbiasa mencuci seperti sebelum menyentuh hidung, mulut dan mata, setelah menerima paket atau makanan online, setelah bersin atau batuk. Peneliti menyarankan agar masyarakat mematuhi dan melaksanakan anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan selama masa Covid-19 ini.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA KEPADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 UNTUK MELAKUKAN KONTROL RUTIN DI PUSKESMAS SERANG KOTA Mulyana, Hilman; IRAWAN, ERNA; Firmansyah, Rony Suhada; nurjannah, evi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/sfsqx541

Abstract

Latar Belakang: Penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 yang tidak melakukan kontrol rutin dapat menyebabkan banyak komplikasi kronis seperti kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan amputasi kaki diabetik. Dukungan keluarga seperti dukungan emosional, instrumental, dan informasional sangat penting untuk tetap memotivasi penderita mengikuti pengobatan DM tipe 2, melakukan kontrol rutin pada tenaga kesehatan profesional sehingga dapat mencegah komplikasi jangka panjang dan jangka pendek didukung dengan kerja sama yang kuat antara penderita, tenaga kesehatan, dan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Serang Kota. Metode: Desain penelitian iniĀ  adalah descriptive correlational pendekatan cross-sectional. Poulasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota sebanyak 143 orang yang didapatkan dari Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian yaitu variable independent dukungan keluarga dan variable dependen kapatuhan kontrol rutin. Data diambil melalui penyebaran instrument berupa kuesioner dukungan keluarga dab data sekunder dari puskesmas berupa frekuensi kunjungan ke puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan signifikan ? > 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (65%) responden melaporkan kurangnya dukungan keluarga dan 100 (69.9%) responden kurang patuh dalam melakukan kontrol rutin. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota dengan ?-value = 0,000 (<0,05). Saran: Diharapkan pihak Puskesmas melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien DM tipe 2, sehingga diharapkan dengan dukungan keluarga yang baik akan dapat menghindari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien Diabetes melitus.