Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Sumber Daya Lokal Dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan Untuk Pengentasan Kemiskinan Di Pedesaan : Optimizing Local Resources in Sustainable Agricultural Systems for Rural Poverty Alleviation Maya Sari; Mutata Uwi’ah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 1: Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i1.6792

Abstract

Optimalisasi sumber daya lokal dalam sistem pertanian berkelanjutan dapat berperan penting dalam pengentasan kemiskinan di pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan sumber daya lokal dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan ekonomi petani di wilayah pedesaan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain survei deskriptif dan inferensial, yang melibatkan 200 petani yang dipilih secara stratified random sampling di desa dengan potensi pertanian tinggi namun tingkat kemiskinan signifikan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi lapangan, dan data sekunder dari laporan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% petani belum memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, meskipun mereka memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas melalui teknik pertanian berkelanjutan. Petani yang mengadopsi metode berkelanjutan mengalami peningkatan produktivitas sebesar 25%. Selain itu, rumah tangga petani yang mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan mengalami peningkatan kesejahteraan sebesar 20%. Namun, hanya 40% petani yang mendapatkan dukungan kebijakan yang memadai, dan 70% petani menghadapi kesulitan dalam literasi finansial serta pengelolaan pendapatan. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah meningkatkan dukungan kebijakan untuk akses teknologi, subsidi, dan pelatihan bagi petani, serta memperkuat literasi finansial. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat adopsi pertanian berkelanjutan dan mendukung pengentasan kemiskinan di pedesaan. Solusi yang ditawarkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani, memperbaiki sistem pertanian, dan menjaga keberlanjutan lingkungan secara bersamaan.
Strategi Pemberdayaan Petani Muda melalui Model Agripreneurship Berbasis Digital di Era 5.0: Young Farmer Empowerment Strategies through Digital-Based Agripreneurship Models in the 5.0 Era Mutata Uwi’ah; Vemi Fytaloka
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7911

Abstract

Di era Society 5.0, transformasi sektor pertanian melalui digitalisasi menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan. Artikel ini mengkaji strategi pemberdayaan petani muda melalui model agripreneurship berbasis digital di Indonesia.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dari berbagai sumber akademik dan jurnal internasional periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi agribisnis memberikan peluang signifikan bagi petani muda untuk meningkatkan efisiensi produksi, diversifikasi produk, serta akses pasar yang lebih luas. Literasi digital terbukti menjadi faktor kunci dalam mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan seperti IoT, drone, dan precision farming. Selain meningkatkan produktivitas, penerapan teknologi ini juga mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Namun demikian, tantangan masih dihadapi dalam bentuk kesenjangan akses infrastruktur digital, keterbatasan modal, serta rendahnya tingkat literasi digital di sejumlah wilayah pedesaan. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan yang mendukung penguatan kapasitas petani muda. Simpulan artikel ini menggarisbawahi bahwa model agripreneurship berbasis digital memiliki potensi besar untuk mempercepat modernisasi pertanian Indonesia. Dukungan yang berkelanjutan diperlukan untuk menjadikan sektor ini lebih inovatif, inklusif, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan global.
Kecerdasan Emosional, Manajemen Stres, dan Kesejahteraan Karyawan pada Industri Berisiko tahun 2025 di Sumatera Selatan: Emotional Intelligence, Stress Management, and Employee Well-Being in High-Risk Industries in 2025 in South Sumatra Vemi Fytaloka; Mutata Uwi’ah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.10256

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dan pengaruh emotional intelligence (EI) dan stress management (SM) terhadap employee wellbeing (EWB) pada karyawan industri berisiko di Sumatera Selatan tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang melalui survei terhadap 180 responden dari sektor pertambangan, migas, dan konstruksi. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert lima poin untuk mengukur EI, SM, dan EWB. Analisis data meliputi statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil deskriptif menunjukkan EI cenderung lebih tinggi, sedangkan SM dan EWB berada pada tingkat sedang. Hasil korelasi menunjukkan hubungan positif antara EI dan SM, EI dan EWB, serta hubungan paling kuat antara SM dan EWB. Regresi linier sederhana menegaskan bahwa EI berpengaruh positif signifikan terhadap EWB (B = 0,51; p < 0,001; R² = 0,20), dan SM berpengaruh lebih kuat terhadap EWB (B = 0,62; p < 0,001; R² = 0,36). Temuan ini menunjukkan bahwa EI berfungsi sebagai sumber daya psikologis dasar yang membantu regulasi emosi dan kualitas relasi kerja, sedangkan SM merupakan mekanisme coping harian yang lebih dekat dalam menjelaskan variasi wellbeing pada pekerjaan berisiko. Implikasi praktisnya, organisasi perlu memprioritaskan program SM yang realistis seperti manajemen kelelahan, micro-recovery, coaching coping adaptif, dan edukasi tidur bagi pekerja shift, disertai pelatihan EI untuk regulasi emosi dan komunikasi aman di bawah tekanan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada desain potong lintang dan data berbasis persepsi, sehingga penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain longitudinal dan menambahkan variabel kontekstual keselamatan kerja.