This research was motivated by the increasing number of reports highlighting aspects of the visual beauty and physical appearance of women, one of which was in the online media Joglojateng.com through the Figure column. Joglojateng.com is an online news portal from the Joglo Jateng Daily which is distributed in Central Java and DI Yogyakarta. The Figures column in this media presents news about inspirational and accomplished female figures who have news value. Even so, this media has a tendency to emphasize aspects of women's beauty and physical appearance which ultimately forms certain standards. By using Norman Fairclough's critical discourse analysis method, this research seeks to uncover the construction of standardization of women's beauty and the ideology behind the texts that underlie the news in the media. Three news stories were analyzed from textual dimensions, discourse practices and social praxis. The research results show that there is standardization and objectification which positions women as passive objects and reduces women's complexity to only physical appearance. This condition ignores other aspects of women, such as intelligence, skills and other potential. This emphasizes gender inequality and makes women increasingly discriminated against in social life. From this research it can be concluded that gender structuring has occurred in media capitalism and a patriarchal system that oppresses women. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya pemberitaan yang menonjolkan aspek kecantikan visual dan penampilan fisik kaum perempuan, salah satunya di media online Joglojateng.com melalui rubrik Figur. Joglojateng.com ialah portal berita online dari Harian Joglo Jateng yang terdistribusi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Rubrik Figur pada media ini menyajikan pemberitaan tentang sosok perempuan inspiratif dan berprestasi yang memiliki news value. Meski begitu, media Joglojateng.com memiliki kecenderungan untuk menonjolkan aspek kecantikan dan penampilan fisik perempuan yang akhirnya membentuk standar tertentu. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough, penelitian ini berusaha mengungkap konstruksi standarisasi kecantikan perempuan dan ideologi di balik teks yang melatarbelakangi pemberitaan di media tersebut. Tiga berita dianalisis dari dimensi tekstual, praktik wacana, dan praksis sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya standarisasi yang memposisikan perempuan sebagai objek pasif serta mereduksi kompleksitas perempuan hanya terbatas pada tampilan fisik semata. Aspek lain dalam diri perempuan seperti halnya kecerdasan, keterampilan, dan potensi lainnya bukan poin utama. Hal ini mempertegas ketimpangan gender dan membuat kaum perempuan semakin terdiskriminasi dalam kehidupan sosial. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strukturisasi gender telah bekerja dalam kapitalisme media dan sistem patriarki yang menindas kaum perempuan.
Copyrights © 2025