Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KESEHATAN MERKURI DALAM IKAN YANG DI PASARKAN DI KAWASAN TELUK KAO HALMAHERA UTARA: Health Risk Analysis of Mercury In Fish Marketed in the Kao Bay Area North Halmahera Makahenggang, Kristin Natalia H; Rahardjo, Djoko; Kisworo, Kisworo
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14468

Abstract

Penelitian analisa risiko kesehatan merkuri dalam ikan yang dipasarkan di kawasan teluk Kao bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi merkuri pada ikan, pola konsumsi dan laju asupan merkuri pada masyarakat konsumen serta identifikasi potensi risiko kesehatan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli  tahun 2021 pada pasar-pasar tradisional dikawasan teluk Kao dan Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Sampel ikan yang diambil pada setiap pasar meliputi 6 spesies ikan yaitu : Katsuwonus pelamis, Nemipterus sp, Caranx ciliarus, Leiognathidae, Upeneus moluccensis Blkr dan Lates calcarifer. Penelitian dilakukan terdiri dari tiga tahapan yaitu pengambilan sampel di lapangan, preparasi sampel dan analisis merkuri dan analisis data. Analisis sampel menggunakan Mercury Analyzer. Terdapat 90 responden dan masing-masing kecamatan diambil 30 responden dengan menggunakan instrumen kuesioner dilakukan interview untuk mengetahui pola konsumsi ikan masyarakat di lokasi penelitian. Data dianalisis secara diskpritf kualitatif dan kuantitatif dengan korelasi-regresi untuk mengetahui hubungan antara faktor risk agent dengan risiko kesehatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua spesies ikan yang diambil dari pasar tradisional Teluk Kao dan Kecamatan Tobelo telah terkontaminasi merkuri dengan kisaran 0,1-5,4 mg/kg (rata-rata sebesar 1,49 mg/kg) dan telah melebihi dari standar baku mutu yang ditetapkan sebesar 1,0 mg/kg. konsentrasi merkuri dipengaruhi oleh lokasi pengambilan sampel dan spesies ikan. Berdasarkan lokasi pengambilan sampel konsentrasi tertinggi di temukan pada kecamatan Tobelo sebesar 1,5 mg/kg dalam, kecamatan Malifut 1,4 mg/kg dan kecamatan Kao 1,0 mg/kg. Berdasarkan dengan spesies ikan kosentrasi merkuri tertinggi ditemukan dalam spesies Caranx ciliarus  5,4 mg/kg, Katsuwonus pelamis sebesar 4,7 mg/kg, spesies Katsuwonus pelamis sebesar 4,0 mg/kg dan terendah ditemukan pada spesies Katsuwonus pelamis sebesar 2,7 mg/kg. Terdapat perbedaan pola konsumsi ikan pada kedua kecamatan dimana pada kecamatan Kao memiliki pola konsumsi lebih tinggi sebesar 780 g dibandingkan kecamatan Malifut 541 g, dan laju asupan pada kecamatan Kao lebih besar 0,0042 g/hari dan kecamatan Malifut 0,0026 g/hari. Pola konsumso olan terkontaminasi merkuri oleh masyarakat teluk Kao tidak aman dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dengan nilai risk quotient (RQ) semuanya diatas batas aman yang ditetapkan oleh WHO yaitu RQ 1
Heavy metal tracing from gold mining soil to vinasse in the downstreaming process of sweet sorghum to bioethanol Nurcholis, Mohammad; Yudiantoro, Dwi Fitri; Human, Soeranto; Johan, Erni; Makahenggang, Kristin Natalia H; Katon, Laponda Jaya; Fauzi, Firdaus Muhammad
SAINS TANAH - Journal of Soil Science and Agroclimatology Vol 22, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/stjssa.v22i2.94274

Abstract

Soils in gold mining areas have the potential to contain heavy metals from rock weathering.  Such soil was planted with sweet sorghum to increase land productivity in Boto Village, Wonogiri Regency, Central Java during the dry season.  The harvested crop was not used for food, but processed into biofuels through fermentation and distillation.   Accordingly, the aim of this research was to trace the presence of several heavy metals in vinasse, a by-product of sweet sorghum stem juice fermentation process, from plants grown on soil in a community of gold mining area.  Two varieties of sweet sorghum, Samurai 1 and Samurai 2, were cultivated on this soil. Then, they were harvested and the sorghum stem extract was fermented to produce ethanol.  Distillation process was carried out on the fermented juice to increase the ethanol concentration, leaving behind vinasse.  Chemical analysis was carried out on the chemical properties of the soil (pH, CEC, Organic-C, total-N, available-K, and potential-P), and content of the heavy metals of Fe, Mn, Pb, and Cu in the soil, juice, and vinasse.  The soil exhibits a neutral reaction, low salinity, organic-C, total-N, available P and CEC.  The levels of Fe, Mn, Pb, and Cu in soil are 7.8%, 0.1%, 76.00 ppm, 23.81 ppm. In the juice, these concentrations were 9.66, 21.14, 1.49, 1.64 in ppm. In the vinasse, they were 5.29, 28.15, 1.05, 0.73 ppm, respectively.  These results indicate that heavy metals in soils could be absorbed by sorghum crops and they were absorbed in the stems of Samurai 1 and 2 sweet sorghum varieties, extracted into the juice, and partially remained in the vinasse.