Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Memutus Rantai Kekecewaan Karir: Mencegah Ketidaksesuaian Jurusan Siswa SMK Hertinjung, Wisnu Sri; Qatrunnada, Rizqi Zulfa; Rahmanto, Septian Wahyu; Praditya, Ihza Risqi; Ajiputra, Alfian Faqih
Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Dakwah dan Pembangunan Masyarakat Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (LDPM UCY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/jnajpm.v9i2.2479

Abstract

Ketidaksesuaian jurusan terbukti membawa dampak negatif seperti ketidakpuasan akademik, penurunan motivasi, dan kesejahteraan psikologis yang rendah pada siswa. Salah satu cara untuk mencegah adalah melalui asesmen bakat minat. Tujuan kegiatan untuk memetakan bakat dan minat siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMK Muhammadiyah K berjumlah 37 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu Intelligence Structure Test (IST) dan Rothwell Miller Interest Blank (RMIB). Hasil psikotes diskor, diinterpretasi, dan direkap dalam format excell yang disertai dengan rekomendasi jurusan serta saran tindak lanjut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki IQ pada kategori dull normal (rentang IQ 80-90), mayoritas cara berpikir yang dimiliki siswa adalah fleksibel dan seimbang, masing-masing 48%. Siswa yang memiliki ketidaksesuaian antara bakat dan minat hanya 16%, namun ketidaksesuaian antara minat kerja dan jurusan di SMK sebesar 47%. Terdapat 3 jenis rekomendasi yang diberikan dari kegiatan ini, yaitu melanjutkan studi ke jenjang S1; melanjutkan ke jenjang D3/wirausaha; dan bekerja di bawah supervisi untuk siswa dengan IQ kurang dari 80. Hasil kegiatan ini dapat ditindaklanjuti oleh siswa dalam memilih jalur karir setelah lulus, sekolah untuk menetapkan kebijakan dalam seleksi dan penempatan siswa baru, dan guru BK untuk menyusun program konseling dan psikoedukasi.
PENINGKATAN KAPASITAS PSIKOLOGIS DAN KEMANDIRIAN WARGA BINAAN PEREMPUAN DI RUTAN KELAS IIB BOYOLALI Suseno, Bayu; Nuryanti, Lusi; Arinda, Fiska Puspa; Hidayati, Isnaya Arina; Abas, Novel Idris; Apriliani, Riski; Inaszahira, Afny Al Fath; Asykaruddin, Muhammad Azmi Nur; Raihani, Dzikra; Ajiputra, Alfian Faqih; Nugroho, Dhita Ade
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34844

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Lembaga pemasyarakatan (lapas) memiliki peran strategis dalam pembinaan dan rehabilitasi warga binaan, termasuk perempuan. Namun, keterbatasan program yang mampu memenuhi kebutuhan psikologis, spiritual, dan keterampilan hidup warga binaan perempuan masih menjadi tantangan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemberdayaan holistik bagi warga binaan perempuan di Rutan Kelas IIB Boyolali agar warga binaan dapat meningkatkan kapasitas psikologis dan kemandirian. Program disusun setelah melakukan koordinasi dengan mitra terkait permasalahan, solusi, dan menyusun rancangan kegiatan. Sasaran program diberikan kepada 10 warga binaan perempuan dan 2 staf kesatuan pengamanan rutan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan keterampilan, psikoedukasi, dan konseling, sebanyak 16 sesi kegiatan. Pelatihan difokuskan pada manajemen diri dan kewirausahaan, sementara psikoedukasi mencakup kesehatan mental, spiritual, serta pengembangan dan kesadaran diri. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk melihat perubahan dalam aspek psikologis, sosial, dan keterampilan. Hasil menunjukkan adanya perubahan positif, termasuk pergeseran cara pandang terhadap masa depan, peningkatan kemampuan menyusun tujuan hidup melalui pendekatan SMART, serta keberanian mengekspresikan diri dalam sesi konseling. Selain itu, kualitas interaksi sosial meningkat melalui kerja kelompok dan terbentuknya dukungan emosional antar warga binaan. Kegiatan kewirausahaan juga meningkatkan keterampilan praktis, kepercayaan diri, dan membuka peluang ekonomi pasca-rutan. Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang terintegrasi dapat berkontribusi dalam mendukung proses rehabilitasi dan mempersiapkan warga binaan perempuan untuk reintegrasi sosial secara lebih bermakna melalui peningkatan kapasitas psikologis dan kemandirian warga binaan.Kata kunci: Kapasitas Psikologis; Kemandirian; Warga Binaan Perempuan; Rehabilitasi; Rutan.ABSTRACTCorrectional institutions (prisons) play a strategic role in the development and rehabilitation of inmates, including women detainees. However, this is a challenge as there are limited available programs that meet the psychological, spiritual, and life skills needed by female inmates. This community service program aims to provide holistic empowerment for female prisoners at the Class IIB Boyolali Detention Center (Rutan Kelas IIB Boyolali), enabling them to increase their psychological capacity and independence. The program is prepared after coordinating with partners regarding problems, solutions, and preparing activity plans. The program targets 10 female inmates and 2 prison security unit staff. The implementation of activities was carried out in the form of skills training, psychoeducation and counseling, with 16 activity sessions. The training focuses on self-management and entrepreneurship, while psychoeducation covers mental health, spirituality, and self-development and awareness. Evaluation was conducted through observation and interviews to identify changes in psychological, social, and skills aspects. Results showed positive changes, including a shift in perspective on the future, an increased ability to develop life goals through the SMART approach, and increased self-expression during counseling sessions. Furthermore, the quality of social interactions improved through group work and the development of emotional support among inmates. Entrepreneurial activities also improved practical skills, self-confidence, and opened up economic opportunities after detention. These findings suggest that an integrated empowerment program can contribute to supporting the rehabilitation process and preparing female inmates for more meaningful social reintegration by enhancing the inmates' psychological capacity and independence. Keywords: Psychological Capacities; Autonomy; Female Inmates; Rehabilitation; Detention Centre.
Spirituality and Competitive Anxiety: A Study on Soccer Athletes in Dormitory X Ajiputra, Alfian Faqih; Asyanti, Setia
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2025: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Competitive sports involve complex dynamics and high pressure that can trigger anxiety, including among soccer players who have already competed at Dormitory X. Excessive anxiety has the potential to interfere with athletes' performance. This study aims to explore pre-match and in-match anxiety among soccer players, identify its causes, and determine the sources of anxiety experienced. Participants consisted of four main subjects (soccer athletes aged 12–17 years residing at Dormitory X) and two supporting subjects (coaches familiar with the athletes). Subjects were selected using purposive sampling with criteria including anxiety experience and involvement in matches in 2024. The research approach used was qualitative narrative, with data collection methods including interviews, observations, and documentation, analyzed using Miles and Huberman's analysis technique. The results showed that athletes experienced anxiety before and during matches, stemming from internal factors (such as self-doubt) and external factors (such as pressure from expectations). The anxiety management strategies used included thought regulation, behavior control, breathing techniques, and support from Asrama X through competition preparation and joint spiritual activities such as night prayers and reading the holy book (the Qur'an or the Bible). These strategies proved effective in reducing anxiety, as reflected in the athletes' achievements in the competition.