Dzikra, Aulia Mar'atu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perjalanan Kejayaan Kerajaan Safawi Masa Abbas I dan Regresi Kerajaan Safawi Di Persia Sepeninggal Abbas I Dzikra, Aulia Mar'atu; Febrina, Dina; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.261

Abstract

After Shah Abbas I died in 1629, the Safawi Kingdom began to decline. Abbas I brought Safawi to the pinnacle of glory with political stability, a strong military, and a thriving economy. However, his successor, Shah Safi I, was unable to maintain the achievement. His government was weakened by reliance on incompetent advisers and widespread corruption. In addition, external threats such as the Ottoman and Uzbek Empire attacks further exacerbated the situation. They took advantage of the Safavid weakness to expand their territory and undermine the stability of the kingdom. The previously prosperous economy also began to collapse due to the inability of the rulers to manage trade. Various rebellions and internal conflicts have further undermined the Safavid power. The rulers after Abbas I were unable to restore political and economic power, which ultimately led the kingdom to collapse in the mid-18th century. This paper examines the factors that led to the decline of the Safavid post-Abbas I.
Urgensi Asbab Nuzul Dalam Memaknai Penafsiran Al-Qur'an Dzikra, Aulia Mar'atu; Febrina, Dina; Syahri, Hanifa; Martiana, Wilsa; Agustiar, Agustiar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.327

Abstract

Pemahaman terhadap asbab nuzul memiliki signifikansi yang mendalam dalam proses penafsiran Al-Qur'an. Sebagai latar belakang historis yang melandasi turunnya ayat-ayat Al-Qur'an, asbab nuzul tidak hanya berfungsi untuk menjelaskan konteks sosial dan budaya saat wahyu diturunkan, tetapi juga membantu mengungkap tujuan, hikmah, dan relevansi ayat dalam kehidupan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi asbab nuzul dalam mendukung penafsiran Al-Qur'an yang kontekstual, akurat, dan aplikatif. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, ditemukan bahwa asbab nuzul mampu menjadi kunci utama dalam menjembatani perbedaan makna dan menghindari kesalahpahaman dalam memahami teks suci. Kajian ini juga menegaskan bahwa penafsiran yang mengabaikan asbab nuzul berpotensi menghasilkan interpretasi yang keliru dan terlepas dari esensi syariat Islam. Dengan memperhatikan pentingnya integrasi antara asbab nuzul dan metode tafsir, artikel ini menyarankan agar para mufassir dan akademisi menjadikan asbab nuzul sebagai salah satu landasan pokok dalam studi Al-Qur'an, sehingga mampu menghasilkan tafsir yang tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga kontributif bagi kehidupan modern.