Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

تحليل طرق تعليم اللغة العربية في الصف السابع المتوسط بمدرسة الدرة ميدان Febrina, Dina; Karo, Tiy Kusmarrabi; Anhar, Khairul
ANWARUL Vol 4 No 3 (2024): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/anwarul.v4i3.3137

Abstract

The aim of this research is to know the method of teaching the Arabic language used in the seventh intermediate grade at Al-Durra Maidan School, as well as its advantages and disadvantages. The method used in this research is the descriptive qualitative method and the methods used to collect data are observation and interview. . The approaches are in a step-by-step method from Miles dan Huberman. The result of the research is that the methods of teaching the Arabic language in the seventh intermediate grade are the lecture method, the memorization method, the question training method, and the response method. The application of the teaching method in teaching the Arabic language in the seventh intermediate grade at Al-Durra Maidan School follows the same method according to the method. The advantages in all teaching methods support the learning process, and the disadvantages of all teaching methods are a factor that hinders the effectiveness of learning.
Kadar Ureum Dan Kreatinin Tikus Pada Studi Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Amelia, Siti; Sunarti, Sunarti; Febrina, Dina
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.318

Abstract

Pendahuluan: Uji toksisitas akut adalah suatu metode untuk mengenali efek berbahaya yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian zat uji melalui mulut, baik dalam dosis tunggal maupun dosis ganda dalam jangka waktu 24 jam. Tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menunjukkan potensi sebagai agen antioksidan, antikanker, antidiabetes, antimikroba, analgetik, antiinflamasi, serta memiliki peran dalam mengatur fungsi sistem saraf pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami manifestasi gejala toksisitas, menetapkan nilai LD50, dan mengenali efek pemberian ekstrak etanol bunga telang terhadap tingkat ureum dan kreatinin pada tikus putih galur Wistar. Metode: Dalam tahap uji pendahuluan, penelitian ini memanfaatkan pendekatan dosis tetap dengan variasi dosis 5, 50, 300, dan 2000 mg/kgBB. Selanjutnya, uji utama dilakukan dengan dosis 2000 mg/kgBB pada kelompok mencit uji, yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Mereka menjalani terapi selama 14 hari, dengan pengukuran kadar ureum dan kreatinin pada hari uji ke-0 dan ke-14. Data yang terkumpul dievaluasi secara statistik menggunakan uji varian t menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Hasil penelitian tidak menemukan indikator toksisitas atau kematian, sehingga nilai LD50 ekstrak bunga telang adalah 2000 mg/kgBB. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perubahan signifikan (p-value > 0,05). Kesimpulan: Pada uji toksisitas akut ekstrak etanol bunga telang ini tidak terdapat gejala toksik pada hewan uji. Tidak terdapat kematian sampai dosis 2000 mg/kgBB, hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang termasuk kedalam kategori toksik ringan karena mempunyai nilai LD50 sebesar 2000 mg/kgBB.
MOLECULAR DOCKING STUDIES OF FLAVONOIDS FROM SECANG WOOD (Caesalpinia sappan L.) AGAINST GLUCOKINASE ENZYME AS ANTIDIABETIC CANDIDATES Aurellia, Rizky Natasya; Fitriana, Adita Silvia; Febrina, Dina
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 10 No 2 (May-August 2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v10i2.8228

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease caused by a deficiency of insulin secretion, insulin resistance, and increased hepatic glucose production. Secang wood (Caesalpinia sappan L.) is known to have antihyperglycemic activity. However, these compounds are not yet known. In silico studies are needed to determine the compounds that act as antidiabetics. This study performed molecular docking of flavonoid compounds in sappan wood against the 1V4S glucokinase receptor. The results showed that all flavonoid compounds of sappan wood were predicted to have antidiabetic activity because they had a lower docking score than metformin, the first-line therapy of type 2 diabetes mellitus. Butein is expected to have the best activity. It has the lowest docking score (-94.4836). Visualization of the docking results shows that butein interacts with the identical amino acid residues as metformin, namely ARG 63 and THR 65, through the formation of hydrogen bonds and Van der Waals interactions. SWISS-ADME web tool predicted that butein has good oral absorption and excretion. The toxicity prediction tool showed a slight contradiction in the mutagenic effect. Based on this research, molecular docking may be able to design new drugs, especially from butein in sappan wood (Caesalpinia sappan L.), as antidiabetic candidates.
PERBANDINGAN SUHU DAN KECEPATAN PENGADUKAN PADA PREGELATINASI TERHADAP KARAKTERISTIK PATI TALAS PRATAMA (Colocasia esculenta (L). Schott var. Pratama) Firdaus, Anisa Kautsar; Nawangsari, Desy; Febrina, Dina
Jurnal Buana Farma Vol. 4 No. 4 (2024): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v4i4.1190

Abstract

Indonesia termasuk dalam zona wilayah tropis yang mempunyai banyak tanaman sebagai bahan eksipien tablet yaitu pati talas pratama (Colocasia esculenta (L). Schott var. Pratama). Pada industri farmasi, penggunaan pati alam sangat terbatas dikarenakan pati alam mempunyai sifat alir dan kompresibilitas yang buruk sehingga banyak dilakukan modifikasi untuk mengatasi hal tersebut salah satunya yaitu dengan modifikasi pati alam menggunakan metode pregelatinasi sehingga sifat alir dan kompresibilitas dapat menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suhu dan kecepatan pengadukan terhadap karakteristik pati talas pratama yang telah dimodifikasi secara pregelatinasi. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimen laboratorium menggunakan pati alami sebagai kontrol serta enam perlakuan modifikasi pati pregelatinasi, dimana 3 perlakuan menggunakan suhu 45 °C dengan kecepatan pengadukan 200, 250, dan 300 rpm dan 3 perlakuan menggunakan suhu 65 °C dengan kecepatan 200, 250, dan 300 rpm. Hasil penelitian menunjukkan pati alami dan pati pregelatinasi bertekstur serbuk halus berwarna putih kecoklatan, tidak berasa dan tidak berbau, pH pati alami dan pati pregelatinasi berada pada rentang 4,5-7,0, susut pengeringan semua pati berada pada <15%. Hasil uji laju alir pati alami dan pati pregelatinasi tidak dapat mengalir pada granul flow tester, tetapi sudut istirahat pati alami dan pati pregelatinasi telah memenuhi persyaratan yaitu ≤30°. Kompresibilitas yang tidak memenuhi persyaratan dengan kelembaban air yang tinggi yaitu pati alami, P1 dan P2. Hasil analisis statistik menggunakan One way ANOVA dan Post Hoc menghasilkan hasil pati pregelatinasi yang baik dengan peningkatan suhu dan kecepatan pengadukan, hasil terbaik pada pati pregelatinasi dengan perlakuan 65 °C dan 300 rpm.
Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Transmigrasi Jawa Di Desa Mampun Baru Kabupaten Merangin (1983-2015) Febrina, Dina; Hardi, Etmi
Jurnal Kronologi Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v6i4.928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah transmigrasi di Desa Mampun Baru Kabupaten Merangin. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif melalui 4 tahap yaitu; 1) Heuristik, 2) Kritik Sumber, 3) interpretasi, dan 4) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transmigrasi etnis Jawa ke Desa Mampun Baru terjadi pada tahun 1983. Pada masa dimulainya penempatan para transmigran, pemerintah memberikan kepada transmigran alokasi lahan seluas dua hektar per Kartu Keluarga. Program transmigran yang dijalankan di Desa Mampun Baru tergolong berhasil karena masyarakat transmigran mampu hidup dan mengalami perkembangan baik dalam bidang perekonomian maupun sosial. Perekonomian masyarakat Desa Mampun Baru mengalami beberapa perkembangan. Mayoritas masyarakatnya yang merupakan transmigrasi dari Jawa bisa dikatakan berhasil karena mereka mampu bertahan dan mengembangkan perekonomian mereka di daerah trangsmigrasi. Salah satu perekonomian yang sangat berkembang dalam perkebunan adalah perkebunan sawit. Selain perekonomian, di Desa Mampun Baru terjadi akulturasi bahasa dan budaya yang dihasilkan dari masyarakat juga ikut membawa perubahan dalam bidang sosial seperti makanan, pakaian serta tradisi adat. Kata kunci: Sosial Ekonomi, Transmigrasi, Mampun Baru
FORMULASI DAN EVALUASI SIFAT FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN PETAI CINA (Leucanea leucocephala (Lam.) de Wit) DENGAN VARIASI KONSENTRASI BASIS KARBOPOL 940 Suri, Natasha Triska; Nawangsari, Desy; Febrina, Dina
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p33-40

Abstract

Chinese petai leaves (Leucaena leucocephala (Lam.) De Wit.) contain compounds in the flavonoid, saponin, and tannin groups that have antioxidant activity. Chinese petai leaves need to be developed in the form of a gel preparation with a karbopol 940 base. Karbopol 940 is a gelling agent that is very commonly used in cosmetic production due to its high compatibility and stability, non-toxicity when applied to the skin, and ease of spreading on the skin. This study aims to determine the formulation of ethanol extract gel from petai cina leaves with physical properties and physical stability, to assess the irritation effects on the skin of albino rabbits, and to evaluate the respondents' preference for the gel preparation. This research is an experimental study. The extraction method used was maceration with 70% ethanol as the solvent. The formulation of the ethanol extract gel from the Chinese petai leaves used a carbopol 940 base with concentration differences of F1 0,5%, F2 1%, and F3 2%. The research results showed that the organoleptic physical properties had a distinctive smell, were brown in color, and had a gel form. The homogeneity test indicated that the gel preparation was homogeneous. The pH test results met the standards. Based on statistical testing, it was found that pH, viscosity, and spreadability obtained p-value <0,05, indicating a significant difference due to the varying concentrations of carbopol used in each formula. The adhesion test results did not show a significant effect. In the irritation test, it showed very mild irritation and the preference level indicated the highest percentage of 34,60%.
PENGARUH PERBEDAAN PERLAKUAN PENDAHULUAN TERHADAP RENDEMEN MINYAK ATSIRI DAUN JERUK PURUT Febrina, Dina
Viva Medika Vol 12 No 02 (2019)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v11i02.471

Abstract

Indonesia and Asian countries use kaffir lime (Citrus hystrix DC) as a natural fragrance ingredient in various food and beverage products. In addition to flavoring food, kaffir lime by the community have long been known as traditional medicine. Cytronel is a chemical compound that has kaffir lime which is 81.49%. In addition to citronelal it was reported that linalool, cytronelyl-acetate, citronellol and geraniol were identified in kaffir lime. Although extraction of kaffir lime has not been done much, essential oils of kaffir lime are one of the potential alternatives in the food, beverage and perfume industry. The difference in yields of the treatment of drying and using ripening of fresh leaves is done to give an overview of the extraction of the best essential oils from kaffir lime leaves. The difference in the treatment of simplicia carried out before distillation showed better yields, namely the ripening treatment with yield of ± 0.80179%.
Kadar Ureum Dan Kreatinin Tikus Pada Studi Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Amelia, Siti; Sunarti, Sunarti; Febrina, Dina
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.318

Abstract

Pendahuluan: Uji toksisitas akut adalah suatu metode untuk mengenali efek berbahaya yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian zat uji melalui mulut, baik dalam dosis tunggal maupun dosis ganda dalam jangka waktu 24 jam. Tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menunjukkan potensi sebagai agen antioksidan, antikanker, antidiabetes, antimikroba, analgetik, antiinflamasi, serta memiliki peran dalam mengatur fungsi sistem saraf pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami manifestasi gejala toksisitas, menetapkan nilai LD50, dan mengenali efek pemberian ekstrak etanol bunga telang terhadap tingkat ureum dan kreatinin pada tikus putih galur Wistar. Metode: Dalam tahap uji pendahuluan, penelitian ini memanfaatkan pendekatan dosis tetap dengan variasi dosis 5, 50, 300, dan 2000 mg/kgBB. Selanjutnya, uji utama dilakukan dengan dosis 2000 mg/kgBB pada kelompok mencit uji, yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Mereka menjalani terapi selama 14 hari, dengan pengukuran kadar ureum dan kreatinin pada hari uji ke-0 dan ke-14. Data yang terkumpul dievaluasi secara statistik menggunakan uji varian t menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Hasil penelitian tidak menemukan indikator toksisitas atau kematian, sehingga nilai LD50 ekstrak bunga telang adalah 2000 mg/kgBB. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perubahan signifikan (p-value > 0,05). Kesimpulan: Pada uji toksisitas akut ekstrak etanol bunga telang ini tidak terdapat gejala toksik pada hewan uji. Tidak terdapat kematian sampai dosis 2000 mg/kgBB, hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang termasuk kedalam kategori toksik ringan karena mempunyai nilai LD50 sebesar 2000 mg/kgBB.
Perjalanan Kejayaan Kerajaan Safawi Masa Abbas I dan Regresi Kerajaan Safawi Di Persia Sepeninggal Abbas I Dzikra, Aulia Mar'atu; Febrina, Dina; Roza, Ellya
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.261

Abstract

After Shah Abbas I died in 1629, the Safawi Kingdom began to decline. Abbas I brought Safawi to the pinnacle of glory with political stability, a strong military, and a thriving economy. However, his successor, Shah Safi I, was unable to maintain the achievement. His government was weakened by reliance on incompetent advisers and widespread corruption. In addition, external threats such as the Ottoman and Uzbek Empire attacks further exacerbated the situation. They took advantage of the Safavid weakness to expand their territory and undermine the stability of the kingdom. The previously prosperous economy also began to collapse due to the inability of the rulers to manage trade. Various rebellions and internal conflicts have further undermined the Safavid power. The rulers after Abbas I were unable to restore political and economic power, which ultimately led the kingdom to collapse in the mid-18th century. This paper examines the factors that led to the decline of the Safavid post-Abbas I.
Urgensi Asbab Nuzul Dalam Memaknai Penafsiran Al-Qur'an Dzikra, Aulia Mar'atu; Febrina, Dina; Syahri, Hanifa; Martiana, Wilsa; Agustiar, Agustiar
Hamalatul Qur'an : Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an Vol. 5 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/hq.v5i2.327

Abstract

Pemahaman terhadap asbab nuzul memiliki signifikansi yang mendalam dalam proses penafsiran Al-Qur'an. Sebagai latar belakang historis yang melandasi turunnya ayat-ayat Al-Qur'an, asbab nuzul tidak hanya berfungsi untuk menjelaskan konteks sosial dan budaya saat wahyu diturunkan, tetapi juga membantu mengungkap tujuan, hikmah, dan relevansi ayat dalam kehidupan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi asbab nuzul dalam mendukung penafsiran Al-Qur'an yang kontekstual, akurat, dan aplikatif. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, ditemukan bahwa asbab nuzul mampu menjadi kunci utama dalam menjembatani perbedaan makna dan menghindari kesalahpahaman dalam memahami teks suci. Kajian ini juga menegaskan bahwa penafsiran yang mengabaikan asbab nuzul berpotensi menghasilkan interpretasi yang keliru dan terlepas dari esensi syariat Islam. Dengan memperhatikan pentingnya integrasi antara asbab nuzul dan metode tafsir, artikel ini menyarankan agar para mufassir dan akademisi menjadikan asbab nuzul sebagai salah satu landasan pokok dalam studi Al-Qur'an, sehingga mampu menghasilkan tafsir yang tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga kontributif bagi kehidupan modern.