Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Dalam Pembatalan Jual-Beli Secara Sepihak oleh Pelaku Usaha E-Commerce pada Flash Sale Ditinjau Hukum Perlindungan Konsumen (Studi Kasus Shopee Flash Sale) Salsabila, Ardhelia Putri; Effendi, Absarani Maharani; Chiessa, Cicelly; Putra, Moody Rizqy Syailendra
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4557

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi flash sale e-commerce, khususnya terkait pembatalan sepihak oleh penjual di platform Shopee. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan tipologi deskriptif analitis, penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi konsumen dan upaya hukum yang dapat ditempuh ketika menghadapi pembatalan sepihak. Penelitian menemukan bahwa perlindungan hukum konsumen terutama diatur dalam UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No. 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan PP No. 71/2019. Studi ini mengungkapkan bahwa meskipun regulasi-regulasi tersebut menyediakan kerangka perlindungan konsumen, implementasinya masih menghadapi tantangan. Upaya hukum yang tersedia bagi konsumen meliputi pengajuan keluhan melalui platform e-commerce, penyelesaian melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), dan gugatan perdata di pengadilan negeri. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan mekanisme penegakan dan peningkatan kesadaran konsumen akan hak-hak hukum mereka sangat penting untuk perlindungan konsumen yang efektif dalam flash sale e-commerce.
Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Dalam Pembatalan Jual-Beli Secara Sepihak oleh Pelaku Usaha E-Commerce pada Flash Sale Ditinjau Hukum Perlindungan Konsumen (Studi Kasus Shopee Flash Sale) Salsabila, Ardhelia Putri; Effendi, Absarani Maharani; Chiessa, Cicelly; Putra, Moody Rizqy Syailendra
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 2, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v2i1.4557

Abstract

Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi flash sale e-commerce, khususnya terkait pembatalan sepihak oleh penjual di platform Shopee. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan tipologi deskriptif analitis, penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi konsumen dan upaya hukum yang dapat ditempuh ketika menghadapi pembatalan sepihak. Penelitian menemukan bahwa perlindungan hukum konsumen terutama diatur dalam UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, UU No. 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan PP No. 71/2019. Studi ini mengungkapkan bahwa meskipun regulasi-regulasi tersebut menyediakan kerangka perlindungan konsumen, implementasinya masih menghadapi tantangan. Upaya hukum yang tersedia bagi konsumen meliputi pengajuan keluhan melalui platform e-commerce, penyelesaian melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), dan gugatan perdata di pengadilan negeri. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan mekanisme penegakan dan peningkatan kesadaran konsumen akan hak-hak hukum mereka sangat penting untuk perlindungan konsumen yang efektif dalam flash sale e-commerce.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR SISWA SISWI SDN 02 CIHERANG Effendi, Absarani Maharani; Hardjo, Ayra Diputera; Edang, Ignasius Alfon Hanjuk; Rajasa, Daud Angga; Arisandi, Desi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28431

Abstract

It is not an easy thing for schools to change the curriculum, as currently the government is changing the curriculum from the previous curriculum, namely the 2013 Curriculum (K-13) to the new curriculum, the Merdeka Belajar Curriculum. The Merdeka Curriculum aims to create diverse intracurricular learning, where the content will be more optimal so that students have enough time to deepen concepts and strengthen competencies, whereas for the 2013 curriculum teachers are required to seek as much knowledge as possible because rapid technological developments make it easier for students to learn. get information. This curriculum transition is also felt by the teacher of grade 1 and grade4 of Elementary School 02 Ciherang, where the teacher need time to understand and implement the Merdeka Curriculum as a reference for teaching and learning activities. This reason is the background for students in Group 02 MBKM KKN- T Tarumanagara University carrying out community services to help teachers and students get to know the curriculum they will use in the future. The activities carried out by Group 02 MBKM KKN-T Students are to hone the intrapersonal and cognitive interaction skills that exist in children, as well as to apply teaching materials through media that activate student responses and generate student learning motivation. The activities carried out are project-based learning, namely by providing science projects to improve students' knowledge and skills. The project given is the Bean Sprouts Planting project where students study the growth stages of plant life. This bean sprout planting project also supports the learning of Natural Sciences and the activity is attended by students from grade 1 and grade 4 accompanied by students from Group 02 MBKM KKN-T. The results obtained after the program was implemented were an increase in students' response and enthusiasm for learning outside the classroom. Students also actively ask questions about planting bean sprouts. From this activity it can be concluded that learning outside the classroom can be applied to increase the response of grade 1, grade 4 and grade 6 students at Ciherang 2 Elementary School to learning material. ABSTRAK Bukan hal yang mudah bagi Sekolah ketika melaksanakan pergantian kurikulum, seperti saat ini dimana pemerintah melakukan perubahan kurikulum dari kurikulum terdahulu yaitu Kurikulum 2013 (K-13) menjadi kurikulum yang baru Kurikulum Merdeka Belajar. Kurikulum Merdeka ialah bertujuan agar terciptanya pembelajaran intrakurikuler yang beragam, dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi, sedangkan untuk kurikulum 2013 guru dituntut untuk mencari pengetahuan sebanyak – banyaknya karena perkembangan teknologi cepat membuat siswa lebih mudah dalam mendapatkan informasi. Transisi kurikulum ini juga dirasakan oleh tenaga pengajar kelas 1 dan kelas 4 Sekolah Dasar Negeri 02 Ciherang, dimana para tenaga ajar membutuhkan waktu untuk memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sebagai acuan kegiatan belajar – mengajar. Alasan ini melatarbelakangi mahasiswa/i Kelompok 02 MBKM Kuliah Kerja Nyata - Tematik Universitas Tarumanagara melaksanakan kegiatan kepada masyarakata untuk membantu para guru dan murid dalam mengenal kurikulum yang akan mereka gunakan kedepannya. Kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa/I Kelompok 02 MBKM KKN-T adalah untuk mengasah kemampuan interaksi intrapersonal serta kognitif yang ada pada diri anak – anak, serta untuk mengaplikasikan materi ajar melalui media yang sifatnya mengaktifkan respon siswa serta membangkitkan motivasi belajar siswa. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pembelajaran berbasis project yaitu dengan memberikan project sains untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Project yang diberikan yaitu project Penanaman Tanaman Tauge dimana siswa mempelajari tahap pertumbuhan hidup tanaman. Project penanaman tanaman tauge ini mendukung pula pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan kegiatan diikuti oleh murid – murid kelas 1 dan kelas 4 didampingi oleh mahasiswa/i Kelompok 02 MBKM KKN-T. Hasil yang dapatkan setelah program tersebut terlaksana adalah meningkatnya respon dan antusias murid – murid pada pembelajaran di luar kelas. Siswa juga aktif bertanya mengenai Penanaman Tanaman Tauge. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran di luar kelas dapat diterapkan untuk meningkatkan respon siswa kelas 1, kelas 4 dan kelas 6 Sekolah Dasar Negeri Ciherang 2 terhadap suatu materi pembelajaran.
PENINGKATAN LITERASI DAN NUMERASI PADA SISWA SISWI SDN 02 CIHERANG Hardjo, Ayra Diputera; Effendi, Absarani Maharani; Edang, Ignasius Alfon Hanjuk; Rajasa, Daud Angga; Arisandi, Desi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28454

Abstract

Mastery of literacy and numeracy skills is important for everyday life, not just in school. Literacy is a general term that refers to a set of individual abilities and skills in reading, writing, speaking and solving problems at a certain level of expertise needed in everyday life, and numeracy is a special ability in counting, and knowledge of using various kinds of symbols related to basic mathematics to solve practical problems so that numerical abilities affect students' ability to understand and solve problems related to numbers. This problem is the background for the activities of Group 2 KKN-T students to carry out a work program to improve students' literacy and numeracy skills. This program is aimed at grade 1 and grade 4 students considering that grade 1 and grade 4 students have changed the curriculum from the 2013 curriculum (K-13) to the 2021 curriculum, namely the Merdeka Curriculum. Grade 1 and grade 4 students were selected for the implementation of the Merdeka curriculum, before it was implemented at all grade levels. The purpose of this program is to hone and strengthen students' literacy and numeracy knowledge and skills in interpreting numbers, and enriching vocabulary. The activities carried out are by giving practice problems in the form of stories and conducting questions and answers to increase interaction between students and teaching staff. Based on the results of the assessment of students, it is known that this program received a good response from students. The results of this activity became a benchmark for creating teaching materials that were submitted to teachers to help improve literacy and numeracy skills, especially for grade 1 and grade 4 students, as well as for all students of State Elementary School 02 Ciherang. ABSTRAK Penguasaan kemampuan literasi dan numerasi adalah hal yang penting bagi kehidupan sehari – hari, bukan hanya dalam lingkup sekolah saja. Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada serangkaian kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dan numerasi adalah kemampuan khusus dalam hitung menghitung, dan pengetahuan menggunakan berbagai macam simbol terkait matematika dasar guna memecahkan masalah praktis sehingga kemampuan numerik mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal yang berhubungan dengan angka. Hal ini melatar belakangi kegiatan mahasiswa Kelompok 2 KKN-T untuk melakukan program kerja peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa. Program ini ditujukan kepada siswa kelas 1 dan kelas 4 mengingat para siswa kelas 1 dan kelas 4 mendapati pergantian kurikulum yang semula kurikulum 2013 (K-13) menjadi kurikulum 2021 yaitu Kurikulum Merdeka. Siswa kelas 1 dan kelas 4 dipilih untuk implementasi kurikulum Merdeka, sebelum diimplementasikan di semua tingkatan kelas. Tujuan dari program ini adalah untuk mengasah serta menguatkan pengetahuan dan keterampilan literasi dan numerasi siswa dalam menginterprestasikan angka, serta memperkaya perbendaharaan kosa kata. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberi latihan soal dalam bentuk cerita maupun melakukan tanya jawab untuk meningkatkan interaksi antara siswa dengan tenaga pengajar. Berdasarkan hasil penilaian terhadap siswa, diketahui bahwa program ini mendapat respon yang baik dari para peserta didik. Hasil dari kegiatan ini menjadi tolak ukur untuk membuat materi ajar yang diserahkan kepada guru untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, khususnya pada siswa kelas 1 dan kelas 4, maupun untuk seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri 02 Ciherang.
PELATIHAN PENGGUNAAN KOMPUTER DAN SIMULASI KEGIATAN ANBK PADA SISWA SISWI SDN 02 CIHERANG Edang, Ignasius Alfon Hanjuk; Hardjo, Ayra Diputera; Effendi, Absarani Maharani; Rajasa, Daud Angga; Arisandi, Desi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i4.28460

Abstract

The era of globalization has propelled the use of computer devices as an integral part of daily human life. The Ministry of Education and Culture responds to this change by integrating the Computer-Based National Assessment Program (ANBK) into school activities. ANBK aims to measure basic and specific competencies of students according to the curriculum, including literacy, numeracy, and skills in critical thinking, creativity, collaboration, and communication. Primary School Negeri 02 Ciherang involves fifth-grade students in ANBK, but challenges arise as most students have not mastered computer usage. Students from Group 2 of the Thematic Real Work Lecture (KKN-T) initiative participate by organizing computer usage training and ANBK problem simulations. The training covers literacy and numeracy questions, computer operation, and direct simulation of ANBK problems using computers. Over three weeks, the training takes place twice a week on Tuesdays and Thursdays. Gradual evaluations are conducted to identify challenges. In the first week, some students face difficulties, but progress is evident in the second week, where they can operate computers and complete ANBK simulations on time. In the third week, additional literacy and numeracy questions are introduced, involving all students. With the initiative of KKN-T students, the challenges are overcome, showing positive developments in computer proficiency, and preparing the students of SDN 02 Ciherang to confidently participate in ANBK ABSTRAK Era globalisasi mendorong penggunaan perangkat komputer sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari manusia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merespons perubahan ini dengan mengintegrasikan Program Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) ke dalam kegiatan sekolah. ANBK bertujuan mengukur kompetensi dasar dan khusus siswa sesuai kurikulum, termasuk literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta komunikatif. Sekolah Dasar Negeri 02 Ciherang melibatkan siswa kelas 5 dalam ANBK, namun tantangan muncul karena sebagian besar siswa belum menguasai penggunaan komputer. Mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) turut ambil bagian dengan menyelenggarakan pelatihan penggunaan komputer dan simulasi soal ANBK. Pelatihan mencakup soal literasi membaca dan numerasi, pengoperasian komputer, serta simulasi mengerjakan soal ANBK langsung menggunakan komputer. Selama tiga minggu, pelatihan dilaksanakan dua kali seminggu pada hari Selasa dan Kamis. Evaluasi bertahap dilakukan untuk mengidentifikasi kendala. Pada minggu pertama, beberapa siswa mengalami kesulitan, tetapi kemajuan terlihat pada minggu kedua, di mana mereka sudah mampu mengoperasikan komputer dan menyelesaikan simulasi ANBK tepat waktu. Pada minggu ketiga, tambahan soal literasi membaca dan numerasi diberikan, melibatkan seluruh siswa. Dengan inisiatif Mahasiswa KKN-T, siswa SDN 02 Ciherang berhasil mengatasi kendala awal, menunjukkan perkembangan positif dalam penguasaan komputer, dan mempersiapkan mereka untuk mengikuti ANBK dengan lebih percaya diri.